STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

STRUKTUR  TEORI  AKUNTANSI

S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI  DAN BISNIS

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

ABSTRACK

Struktur  teori akuntansi adalah elemen-elemen yang saling terkait dan menjadi pedoman bagi pengembangan teori dan perumusan standar, adapun elemen-elemen yang terkait antara lain (a)rumusan tentang tujuan laporan keuangan(b)postulat akuntansi(c)konsep teoritis akuntansi (d)prinsip dasar akuntansi(e)standar atau teknik akuntansi.akuntansi lahir dengan maksud memberikan jasa kepada penggunannya berupa informasi keuangan yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan.lahirnya akuntansi maka tidak lepas dari pembentukan suatu standar akuntansi. standar merupakan konsensus tentang cara pencatatan sumber-sumber ekonomi, kewajiban ,pendapatan,biaya dan pelaporan dalam bentuk laporan keuangan.standar akuntansui merupakan  masalah penting dalam dunia profesi akuntansi termasuk bagi para pemakai laporan keuangan.oleh karena itu mekanismenya pebentukan standar harus dapat diatur sedemikian rupa.

Keyword: Struktur Pengembangan Teori Dan Perumusan Standar Akuntansi

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

            Untuk pengembangan sistem akuntansi tentunya perlu pengembangan dari basis teorinya, sehingga sistem akuntansi tersebut bisa lebih bermanfaat bagi pemakainya, lebih mudah mengembangkannya dan lebih mudah lagi dalam memprediksi apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang yang tentunya berkaitan dengan praktik akuntansi itu sendiri. Teori akuntansi mengandung dua kata, yaitu teori dan akuntansi. Menurut Webster’s Third New International Dictionary mendefinisikan Teori sebagai suatu susunan yang saling berkaitan tentang hipotesis, konsep dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka acuan untuk suatu bidang. Teori  mencakup pertimbangan akan tujuan pelaporan eksternal, didasarkan pada perspektif tertentu peran akuntansi, Memprediksi teori Akuntansi Positif , Memprediksi bahwa kekuatan relatif dari kelompok pemangku kepentingan tertentu, pemberian informasi akuntansi kepada orang-orang diluar organisasi, Memprediksi informasi akuntansi yang sah dan bahwa informasi akuntansi dapat digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan, mempertahankan Teori Legitimasi. Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksi dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Teori didefinisikan sebagai konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena, dengan menjelaskan hubungan antar variabel yang bertujuan untuk menjelaskan serta memprediksi suatu fenomena.

 

LANDASAN TEORI

  1. Pengertian Teori Akuntansi

          Menurut  (Henderiksen (1970).  Teori adalah Sebuah seperangkat prinsip hipotetis, konseptual dan pragmatis membentuk kerangka acuan umum untuk suatu bidang penelitian. Seadangkan menurut FASB Teori adalah  sistem yang koheren  memiliki tujuan yang saling terkait dan fundamental yang dapat menyebabkan standar yang konsisten.

          Menurut C. Rollin Niswonger, Carl S. Warren, James M. Reeve, Philip E. Fess akuntansi didefinisikan sebagai sistem akuntansi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan (Niswonger, 1999:6). Disisi lain Menurut Sugiarto dan Suwardjono (1999:4) akuntansi  didefinisikan dari dua segi :(1) dari segi ilmu akuntansi (2) dari segi proses atau kegiatan akuntansi.

 

  1. Struktur Pengembangan Teori Akuntansi

         Dalam pengembangan teori akuntansi terdapat pertimbangan kemampuan untuk menjelaskan atau meramalkan, kesanggupan teori untuk mengukur risiko, atau probabilitas prediksi untuk berfungsi sebagai pernyataan yang tepat atas kejadian dimasa depan. Dalam perkembangannya teori akuntansi dapat dikelompokan menjadi tiga tingkatan yakni sebagai berikut:

  1. Teori Sintaksis Teori ini berhubungan dengan struktur proses pengumpulan data dan pelaporan keuangan. Teori sintaksis mencoba menerapkan praktek akuntansi yang sedang berjalan dan meramalkan bagaimana para akuntan harus bereaksi terhadap situasi tertentu atau bagaimana mereka akan melaporkan kejadian-kejadiantertentu.
  2. Teori Interpretasional (semantis) Teori ini berkonsentrasi pada hubungan antara gejala (obyek ataukejadian) dan istilah atau simbol yang menunjukkannya. Teori-teori yang berhubungan dengan interpretasi (semantik) diperlukanuntuk memberikan pengertian dalil-dalil akuntansi yang bertujuan meyakinkanbahwa penafsiran konsep oleh para akuntan sama dengan penafsiran para pemakailaporan akuntansi.  
  3.  Teori Perilaku (pragmatik) Teori ini menekankan pada pengaruh laporan serta ikhtisar akuntansi terhadap perilaku atau keputusan. Penekanan dalam perkembangan teori akuntansi adalah penerimaan orientasi komunikasi dan pengambilan keputusan. Jadi, teori perilaku mengukur dan menilai pengaruh-pengaruh ekonomik, psikologis, dan sosiologis dari prosedur akuntansi alternatif dan media pelaporannya.

 

 

 

 

PEMBAHASAN

  1. Struktur teori akuntansi
    1. Rumusan Tentang Tujuan Laporan Keuangan.

               Tujuan laporan keuangan yang umum adalah untuk memberikan informasi keuangan kepada para pemakainya untuk dipakai dalam proses pengambilan keputusan. Standar Akuntansi Keuangan merumuskan tujuan laporan keuangan sebagai berikut :

               Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.”

  1. Rumusan Tentang Postulat

              yang Dirumuskan dari Tujuan Laporan Keuangan Postulat akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenaraannya sendiri atau disebut aksioma yang sudah diterima karena kesesuaiannya, yang menggambarkan aspek ekonomi, politik, sosiologi, dan hukum dari suatu lingkungan di mana akuntansi tersebut beroperasi.

  1. Konsep Teoritis Akuntansi

              Konsep Teoritis Akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau disebut juga aksioma yang juga sudah dietrima umum karena kesesuainnya dengan tujuan laporan keuangan yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi yang berperan dalam ekonomi bebas yang ditandai oleh adanya pengakuan pada pemilikan pribadi.

  1. Rumusan Prinsip Akuntansi Utama yang Didasarkan pada Postulat dan Konsep Teoritis .

              Prinsip (dasar) akuntansi adalah prinsip atau sifat-sifat yang mendasari akuntansi dan seluruh outputnya, termasuk laporan keuangan yang dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postulat-postulat akuntansi dan konsep teoritis akuntansi yang menjadi dasar dalam pengembangan teknik atau prosedur akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan. Standar Akuntansi Keuangan Indonesia memberikan dua asumsi dasar, yaitu :

  • Dasar Akrual

Artinya bahwa dalam menyusun laporan keuangan pengakuan transaksi didasarkan pada kejadian atau peristiwa bukan didasarkan pada transaksi kas.

  • Kelangsungan Usaha

Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi bahwa entity yang dimaksud akan terus melanjutkan usahanya, dalam asumsi dasarnya tidak ada maksud untuk melakukan likuidasi.

  1. Perumusan Standar akuntansi

          Standar akuntansi mencakup konvensi ,peraturan dan prosedur yang telah disusun yang disahkan oleh sebuah lembaga resmi(badan pembentuk standar). Standar merupakan konsensu tentang cara pencatatan sumber-sumber ekonomi, kewajiban ,pendapatan,biaya,dan pelaporan dalam bentuk laporan keuangan.dalam standar dijelaskan transaksi apa yang harus dicatat,bagaimana pencatatannya dan bagaimana pengengkapannyan dalam laporan keuangan yang akan disajikan.suatu satandar akan secara terus-menerus berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan jaman,dunia usaha. Berikut ini merupakan rumusan tujuan laporan keungan yang dijabarkanolehAAA, APB, AICPA dan FASB

 

  1. A.  ASOBAT

       Amrican Acounting  association (AAA) adalah sebuah orgsnisasi akuntan pendidik yang berfungsi memfasilitasi peningkatan dalam pendidikan akuntansi dan mempelejari serta mengomentari masalah mengenai standar akuntansi pada tahun 1996 AAA menerbitkan A satement of  Basic Accounting Theory (ASOBAT) yang berisi tentang rurmusan tujuan akuntansi. Yaitu:

  1. Membuat keputusan mengenai penggunaan sumber daya yang terbatas dan menentukan sasaran serta tujuan dari pengguanaan sumber daya.
  2. Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya manusia dan faktoer produksi secara efektif.
  3. Memelihara dan melaporkan pengamanan atas  sumber daya (aktiva)
  4. Memfasilitasi funsi dan pengendalian sosial.

 

 

 

 

 

  1. B.  APB statement No. 4

          Accounting  Prinsipal Board(APB) dibentuk oleh AICPA pada tahun 159. Tugas utama APB adalah mengejukan rekomendasi secara tertulis mengenai prinsip akuntansi. Pada tahun 1970,APB menerbitkan statement No 4 yang berjudul  “Basic Concepts And Accounting Principles Underlying  Financial Statements Of  Bussnies  Enterprises”   laporan ini berisi tentang  tujuan khusus dan tujuan umum laporan keuangan.

  • Tujuan khusus laporan keuangan menurut APB statement No.4 adalah menyajikan posisi keuangan,hasil usaha dan perubahan posisi keuagan, hasil uasaha, dan peubahan posisi keuangan  secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum(GAASP)
  • Tujuan umum laporan keuangan  menurut APB statement No 4 adalah:
  1. Memberikan informasi yang terpercaya tentang  sumber daya ekonomi(aktiva) dan kewajiban perusahaan denga maksud:
    1. Untuk menilai keuatan dan kelemahan perusahaan
    2. Menununjuakan posisi keuangan dan investasi perusahaan
    3. Untuk menilai kemampuan perusahaaan dalam melunasi kewajiban.
    4. Menujukan kemampuan sumber daya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan.
    5. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba dengan maksud:
      1. Memberikan gambaran tentang jumlah dividen yang diharapkan pemegang sahm
      2. Menunjukan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada kreditor ,supplier,pegawai, pemerintah dan kemampuan dalam mengumpulakan dana untuk kepentingan ekspansi.
      3. Memberikan informasi kepada manajemen untuk digunakan dalam pelaksanaan fungsi perencanaan  dan pengendalian.
      4. Menunjuakan tingkat kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba jangka panjang.
      5. Memunkunkan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
      6. Meberikan informasi lainnya tentang perubahan aktiva dan kewajiban.
      7. Mengungkapkan informasi relevan yang dibutukan para pemakai laporan
      8. C.  Truebblood Committee Report

Tahun 1973 merumuskan tujuan laporan keuangan yang dimuata dalam sebuah laporan yang berjudul objectives of  financial  statement yang didalamnya berisi tentang hal-hal berikut ini:

  1. Tujuan dasar laporan keuangan adalah membikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi.
  2. Melayani pemakai umum yang  memiliki wewenang, kemampuan atau sumber daya yang terbatas untuk memperoleh informasi dan pihak-pihak yang mengandalkan laporan keuangan sebagai sumber informasi yang mendasar menganai aktivitas ekonomi perusahaan.
  3. Memeberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor untuk memprediksi,membendingkan,dan mengevaluasi potensi arus kas berdasarkan jumlah,waktu , dan ketidak pastian.
  4. Memberikan informasi kepada pemakai untuk memprediksi, membandingkan dan megevaluasi kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba.
  5. Memberiakan informasi yang berguna untuk menilai kemampuan manajeman dalam memanfaatkan sumber daya secara efektif  dan mencapai tujuan utama perusahaan.
  6. Memberikan informasi  yang faktual dan dapat di interprestasikan mengenai transasksi dan peristiwa lainnya yang diharapakan dapat memprediksi, mengvaluasi, membandingkan, kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba.
  7. Memberiakn laporan tentang  posisi keuangan perusahaan yang diharapkan dapat berguna untuk meprediksi,membandingkan dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba.
  8. Memberikan laporan tentang  laba periode yang diharapkan dapat berguna untuk memprediksi ,membandingkan dan menevaluasi perusahaan dalam mendapatkan laba.
  9. Memberikan informasi yang berguna untuk proses peramalan.

 

 

 

 

 

  1. D.  SFAC No 1 Dan No 4

Pada tahun 1976 FASB mengembangkan kerangka kerja konseptual yang mejadi dasar bagi penetapan standar.standar ini dipublikasikan sebagai statement of financial  accounting standarda(SFAS) sealai itu FASB juga menrbitkan standar yang bejudul  statement of financial accounting consepts(SAFC) yang meberiakn kerangka kerja konseptual yang memungkinkan untuk dikembangkan standar akuntansi khusus.

Pada tahun 1978 FASB menrbitkan  SAFC No 1 yang berjudul objektives of financial reporting by business enterprises.laporan ini memuat tentang rumusan tujuan laporan keuangan yang berupa:

  1. Memeberikan informasi bagi investor,kreditor, dan pemakai lainnya dalam membuata keputusan secara rasional mengnai investasi kredit dan lainnya.
  2. Memberikan informasi untuk membantu investor atau calon investor dan kreditor serta pemakai dalam menentukan jumlah,waktu dan prospek,penerima kas dari dividen atau bunga dan juga penerimaan dari penjualan,piutang atau saham dari pinjaman jatuh tempo.
  3. Memberikan informasi tentang sumber daya(aktiva)perusahaaan,klaim atas aktiva , dan pengaruh transaksi,peristiwa,dan keadaan terhadap aktiva dan kewajiban.
  4. Memberikan informasi tentang kinrja keuangan perusahaan selama satu periode.

 

          Pada tahun 1980 SFAC No 4 yang berjudul objektives of financial reporting by Non-Business organization laporan ini memuat tentang rumusan tujuan laporan keuangan untuk organisasi yang bukan pencari laba (Non-profit organization) yaitu:

  1. Sebagai dasar dalam pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber daya (aktiva) perusahaan.
  2. Untuk menilai kemampuan organisasi dalam memberiakan pelayanan kepada publik.
  3. Untuk menilai bagaimana manajemen melakukan aktivitas pembiayaan dan investasi.
  4. Memberikan informasi tentang  sumber daya (aktiva), kewajiban  dan kekayaan bersih perusahaan serta perubahannya.
  5. Memberikan informasi tentang kinerja organisasi
  6. Memberikan informasi tentang tentang  kemampuan organisasi dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
  7. Memuat penjelasan dan pefsiran manajemen.

 

KESIMPULAN

          Berdasarkan uraian materi  diatas maka  dapat ditarik  kesimpulan sebagai berikut :

          Aturan dan teknik akuntansi yang ada didasarkan pada pondasi teori akuntansi. Pondasi ini dibentuk dari elemen-elemen hirarki yang berfungsi sebagai kerangka acuan atau struktur teoritis. Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, rerangka acuan atau struktur teori yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan teknik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut:

  1. Pernyataan tujuan laporan keuangan
  2. Pernyataan postulat dan konsep teroritis akuntansi yang terkait dengan asumsi- asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis diturunkan dari pernyataan tujuan
  3. Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan konsep teroritis
  4. Batang tubuh teknik-teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi Pemahaman terhadap elemen-elemen ini dan hubungan teori akuntansi menjamin pemahaman terhadap alasan balik praktik aktual dan masa mendatang.

 

          Laporan keuangan yang disajikan dalam laporan akuntansi formal semata-mata merupakan refleksi penerapan struktur teori akuntansi. Perbaikan isi dan format laporan keuangan berkaitan dengan perbaikan struktur teoritis akuntansi. Agenda terpentint dari badan-badan akuntansi seharusnya adalah penyusunan elemen-elemen teori akuntansi yaitu tujuan akuntansi, postulat lingkungan, konsep teoritis prinsip akuntansi

          Menurut Hendriksen (1982) kegunaan teori akuntansi sebagai berikut :

  1. Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktik akuntansi.
  2. Memberikan pedoman terhadap praktik dan prosedur akuntansi yang baru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Jurnal Nasional “Pilihan-Pilihan Akuntansi Dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif” Oleh Tatang Ary Gumanti.

 

Jurnal Nasional “Struktur Meta Teori Akuntansi Keuangan” Oleh I Made Narsa Dosen FE Universitas Airlangga Surabaya.

 

Jurnal Nasional “Pendekatan Dan Kritik Teori Akuntansi Positif” Oleh Indira Januarti (Staf Pengajar FE UNDIP)

 

Erickson , M.,and Wang S.W. Journal of accounting and economics (27 april1999).

Perspective. Journal of The Accounting Review, Vol. 65(No. 1), pp. 131-156.

 

Accounting Principles Board (APB) 1970. Basic Concepts and Accounting Principles

Underlying Financial Statements of Business Enterprises, APB Statement No 4. New York: AICPA.

 

Sunder, Shyam. 1988, “Political Economy of Accounting Standards”. Journal of Accounting Literature, Vol. 7. pp. 31-41.

 

Radebaugh, Lee H. Fall 1975 “Environmental Factors influencing the Development of Accounting Objectives, Standards, and Practices in Peru”, The International Journal of Accouting Education and Research.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s