INFORMASI DALAM PRAKTIK

Resume Sistem informasi Manajemen

Nama                          : Mujiharto Panga

NIM                            : 921 411 144

Kelas/Semster            : D/IV

Jurusan                      : Akuntansi/ S1/FEB/ Universitas Negeri Gorontalo

Judul Materi  : Informasi Dalam Praktik

 

INFORMASI DALAM PRAKTIK

A. System Pemrosesan Transaksi

Adalah system informasi yang mengumpulkan data yang menguraikan aktivitas perusahaan, mengubah data menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang terdapat dalam maupun di luar perusahaan. Ini merupakan aplikasi bisnis pertama yang di pasang pada computer ketika mereka pertama kali memperkenalkan pada tahun 1950 an. Istilah pemrosesan data elektronik(electronic data processing-EDP) dan system informasi akuntansi juga di pergunakan namun saat ini kurang popular.

Informasi yang mengalir ke lingkungan juga memiliki arti penting. System pemrosesan transaksi adalah satu-satu nya system informasi yang memiliki tanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan informasi diluar perusahaan. System informasi transaksi memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi kepada setiap unsure lingkungan selain pesaing. Sebagai contoh, system pemrosesan transaksi memberikan faktur dan laporan saldo kepada pelanggan,pesanan pembelian kepada pemasok, dan data dalam laporan keuangan tahunan kepada para pemegang saham dan pemilik.

Salah satu contoh yang baik dari system informasi pemrosesan transaksi adalah system yang di gunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi-perusahaan yang mendistribusikan produk atau jasa kepada para pelanggannya.  Kita akan menyebut seperti ini sebagai suatu system distribusi. Ketika kita mempelajari system ini, akan lebih mudah jika membayangkan perusahaan yang berorientasi pada produk, seperti produsen,distributor, atau pedagang enceran. Selain itu, system distribusi juga dapat di temukan pada organisasi-organisasi jasa seperti United Way dan Rumah sakit serta pada badan pemerintahan seperti militer dan perpajakan. Semua organisasi, dalam satu bentuk lainya, bergerak dlam bidang bisnis distribusi.

 

Sistem pemrosesan transaksi

Unsur-unsur input, transformasi, dan output dari sistem fisik perusahaan. Data di kumpulkan dari sistem fisik lingkungan, kemudian di masukkan ke basis data,peranti lunak  pemrosesan transaksi mengubah data menjadi informasi bagi manajemen perusahaan dan bagi individu serta organisasi di dalam lingkungan perusahaan.

 

B.Tinjauan system
            Sistem distribusi adalah sebuah TPS digunakan oleh perusahaan distribusi. Perusahaan Distribusi mendistribusikan produk atau layanan kepada pelanggan mereka.

 

1. Subsistem Utama dalam Sistem Distribusi

Sistem untuk memenuhi pesanan pelanggan

ü  Sistem Entri Pesanan(order entry system)  memasukkan pesanan pelanggan ke dalam sistem .

ü  Sistem Persediaan(inventory system) memelihara catatan persediaan.

ü  Sistem Penagihan(billing system) membuat faktur pelanggan

ü  Sistem Piutang Dagang(Account receivable system) penagihan uang dari pelanggan.

Sistem yang memesan persediaan pengganti

  • Sistem Pembelian(Purchasing system) menerbitkan pesanan pembelian kepada pemasok untuk persediaan yang dibutuhkan.
  • Sistem Penerimaan(Receiving system) menerima persediaan.
  • Sistem Utang Dagang(Account Payable system) melakukan pembayaran

Sistem yang menjalankan proses Buku Besar

ü  Sistem Buku Besar(General Ledger System) adalah sistem akuntansi yang menggabungkan data dari sistem-sistem akuntansi yang lain dengan tujuan untuk menyajikan gambaran keuangan perusahaan secara gabungan.

ü  Buku Besar(General Ledger) adalah file yang memuat data akuntansi yang telah digabungkan

ü  Sistem Memperbaharui buku besar(Updated general ledger system) membukukan catatan-catatan yang mendeskripsikan berbagai tindakan dan transaksi ke dalam buku besar

ü  Sistem Pembuatan laporan Manajemen(Prepare Management report system) menggunakan isi buku besar untuk pembuatan neraca dan laporan laba rugi serta laporan lainnya.

 

C. Menempatkan system pemrosesan dalam  perspektif
            Sistem ini mengambil bentuk basis data yang mendokumentasikan semua hal yang penting dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan operasinya dan berinteraksi dengan lingkungan

 

D. System informasi organisasi
            Sistem Informasi organisasi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi yang berhubungan dengan bagian-bagian tertentu organisasi, Marketing information system (MKIS) memberikan informasi yang berhubungan dengan aktivitas pemasaran perusahaan, Terdiri atas kombinasi antara subsistem input dan output yang terhubung oleh basis data.

ü  Output subsystems menyediakan informasi mengenai unsur-unsur penting dalam marketing mix

ü  Marketing mixterdiri dari 4 bahan utama yang di kelola oleh management untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan profit

ü  Subsistem produkmenyediakan informasi mengenai produk perusahaan.

ü  Subsistem lokasimenyediakan informasi mengenai jaringan distribusi perusahaan.

ü  Subsistem promosimenyediakan informasi mengenai iklan dan aktivitas penjualan pribadi perusahaan.

ü  Subsistem Hargamenolong menager untuk membuat keputusan harga

ü  Subsitem bauranterintegrasi yang memungkinkan manager mengembangkan strategi yang mempertimbangkan pengaruh gabungan dari unsur-unsur di atas.

 

Database dipopulasikan dengan data yang berasal dari tiga input subsistem.

Sistem pemrosesan transaksi(TPS)mengumpulkan data dari sumber-sumber internal dan lingkungan lalu memasukkan ke dalam database.

Subsistem riset pemasaran(Marketing research subsystem)mengumpulkan data internal dan lingkungan dengan melakukan studi khusus.

Subsistem intelegensi pemasaran(Marketing intelligence subsystem)mengumpulkan data lingkungan yang berfungsi untuk menjaga manajemen tetap terinformasi mengenai aktifitas para pesaing dan pelanggan perusahaan dan unsur-unsur lain yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.

 

Sistem informasi organisasi meliputi :

 

  • Area-area bisnis perusahaan-keuangan.
  • Sumber daya manusia.
  • Layanan informasi.
  • Manufaktur.

 

Pemasaran-menggunakan basis data yang diproduksi oleh sistem pemrosesan transaksi.

  1. Sistem informasi pemasaranmemberikan informasi yang berhubungan dengan aktivitas pemasaran perusahaan.
  2. Sistem informasi manufaktur yaitu memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan operasi manufaktur .
  3. Sistem informasi SDMyaitu memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia perusahaan.
  4. Sistem informasi keuanganyaitu memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan aktivitas keuangan perusahaan.
  5. Sistem informasi eksekutifadalah  sistem yang memberikan informasi kepada para manajer ditingkat lebih tinggi atas kinerja perusahaan secara keseluruhan.

 

 

 

E. Manajemen hubungan dengan pelanggan

Adalah manajemen hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik perusahaan maupun pelanggannya akan menerima nilai maksimum dari hubungan ini.

ü  Customer relationship management (CRM) adalah manajemen hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya sehingga antara perusahaan dan pelanggannya akan menerima nilai max dari hubungan ini

ü  CRM system akan mengakumulasi data untuk jangka panjang – 5 tahun, 10 tahun atau lebih & menggunakan data tersebut memberikan data kepada para pengguna

 

F. Data warehousing
Data Warehouse menjelaskan penyimpanan data yang memiliku karakteristik sbb:

  1. Kapasitas penyimpanan yang sangat besar
  2. Data diakumulasi dengan menambahkan record baru, bukannya dijaga tetap paling mutakhir dengan memperbarui record yang sudah ada dengan informasi baru.
  3. Data dapat diambil dengan mudah
  4. Data sepenuhnya digunakan untuk pengambilan keputusan, tidak digunakan dalam operasional perusahaan sehari-hari

ü  Data mart adalah sebuah database yang berisi data yang hanya menguraikan satu segmen dari operasi perusahaan.

ü  Data warehousing adalah pembuatan & penggunaan dari data warehouse atau data mart

ü  Sumber-sumber data yang utama adalah TPS, ketika data diidentifikasi memiliki nilai potensial dalam pengambilan keputusan

ü  Staging area adalah tempat dimana data menjalani ekstraksi, transformasi, dan pemuatan.

ü  Ekstraksi menggabungkan data dari berbagai macam sumber.

ü  Transformasimembersihan data, menempatkan dalam format yang terstandard dan membuat ringkasan. Data disimpan dalam bentuk detail & ringkasan

ü  Loadingmelibatkan entri data ke dalam tempat penyimpanan data warehouse.

ü  Metadata“Data tentang data” Data yang menjelaskan data dalam tempat penyimpanan data. Melacak data ketika ia beredar di sepanjang sistem data warehouse.

 

G. Penyimpanan data warehousing

Dimension tables data pengidentifikasi & data deskriptif,  menjadi basis untuk melihat data dari berbagai sudut pandang atau dimensi

Fact Tables (Table fakta) berisi ukuran-ukuran kuantitatif sebuah entitas.

1         Digabungkan dengan table dimensi, berbagai analisa dapat dibuat

2         Pengguna dapat meminta informasi yang melibatkan semua kombinasi dari dimensi dan fakta.

Paket informasi (Information Package) mengidentifikasi semua dimensi yang akan digunakan dalam analisa suatu aktivitas tertentu.
Skema Bintang (Star Schema) – untuk setiap dimensi, akan ada satu kunci yang mengidentifikasikan dimensi dan menciptakan hubungan ke paket informasi dimana hasilnya memiliki kemiripan dengan pola bintang. Tempat penyimpanan data warehouse terdiri atas beberapa skema bintang, dengan satu skema untuk setiap jenis aktivitas yang dianalisa.

 

H. Penyampaian informasi

  • Drill down-proses melakukan navigasi ke bawah melalui tingkatan-tingkatan rincian
  • Roll up-memungkinkan pengguna memulai dengan tampilan terinci dan kemudian meringkas rincian-rincian tersebut menjadi tingkat yang lebih tinggi.
  • Drill across-dengan cepat bergerak dari satu hirarki data ke hirarki yang lainnya.
  • Drill through-berangkat dari tingkat ringkasan ke tingkat terendah data yang terinci.
     

 

I. OLAP
            On-line analytical processing (OLAP) memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan data warehouse melalui sebuah GUI atau sebuah web interface & dengan cepat menghasilkan informasi dalam berbagai bentuk termasuk grafik.

Relational OLAP (ROLAP) menggunakan sebuah relational database management system standar.

  1. ROLAP memiliki bentuk terinci
  2. Analisa harus dilakukan untuk menghasilkan ringkasan.

 

Multidimensional OLAP (MOLAP) menggunakan multidimensional database management system khusus.

a)        MOLAP data diproses terdahulu untuk menghasilkan ringkasan pada berbagai tingkat rincian dan disusun menurut berbagai dimensi.

b)        Kemampuan meringkas dengan cepat, dapat menggunakan banyak dimensi – 10 atau lebih.

 

J. Data mining

  • Data mining adalah proses menemukan hubungan dalam data yang tidak diketahui pengguna.
  • Hypothesis verification dimulai dengan hipotesis pengguna mengenai bagaimana data saling terhubung.
  • Proses pengambilan akan dipandu sepenuhnya oleh pengguna
  • Informasi yang terpilih tidak akan dapat lebih baik dari pemahaman pengguna akan data.
  • Cara tradisional untuk melakukan query atas suatu database.
  • Knowledge discovery sistem data warehouse menganalisa tempat penyimpanan data warehouse, mencari kelompok-kelompok dengan karakteristik yang sama.

 

 

Pengembangan Sistem

Resume Sistem informasi Manajemen

Nama                          : Mujiharto Panga

NIM                            : 921 411 144

Kelas/Semster            : D/IV

Jurusan                      : Akuntansi/ S1/FEB/ Universitas Negeri Gorontalo

Judul Materi  : Pengembangan Sistem

 

A. Pengertian Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini:

  1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama.
  2. Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
  3. Kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin.
  4. Kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin.
  5. Tidak efisiennya operasi.
  6. Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan.
  7. Pertumbuhan organisasi.

Sebuah sistem informasi adalah untuk mengatur manusia dan komponen-komponen mesin, dan prosedur-prosedur yang saling berkaitan untuk mendukung kebutuhan informasi atau bisnis pada sebuah organisasi dan para pengguna sistem. Sistem tersebut tidak seperti paket program perangkat lunak aplikasi tetapi harus terlebih dahulu dikostumisasi.

 

B. Siklus Pengembangan Sistem

1)        Pengertian Siklus Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan, dioperasikan dan dipelihara. Bila operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis serta tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama, yaitu tahap perencanaan sistem. Siklus ini disebut dengan siklus hidup suatu sistem (systems life cycle). Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya.

Siklus pengembangan sistem (system development life cycle=SDLC) adalah prose formal yang harus dilakukan oleh suatu organisasi yang akan membangun sistem informasi berbasis komputer, yang tergantung beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut termasuk ukuran organisasi, deskripsi tugasnya, relevansi pengalamannya, dan latar belakang pendidikan dalam konsep-konsep proses informasi, peralatan, dan teknik.

2)        Keterlibatan Pengguna dalam Pengembangan Sistem

Berikut ini beberapa contoh bagaimana keterlibatan pengguna di dalam pengembangan suatu sistem, yaitu:

  1. Pentingnya bagi pengguna untuk menjelaskan bagaimana sistem yang sedang berjalan pada bagian tempat pengguna bekerja.
  2. Menemukan dan mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dan bagaimana hal itu dapat diperbaiki pada sistem yang baru.
  3. Kemungkinan perlu untuk memakai tenaga analis sistem dan desainer yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem untuk memenuhi kebutuhan bagian.
  4. Kemungkinan anda sebagai pengguna selalu dilibatkan di dalam hal persetujuan proyek dan anggaran sebagai anggota special steering committee.
  5. Pada saat pengembangan sistem akan selesai, pengguna akan dimintai bantuannya untuk mengevalusi dan uji coba, untuk memastikan bahwa sistem bekerja dengan sempurna.
  6. Anda sebagai pengguna turut membantu mempersiapkan sebagian dari dokumentasi yang dikumpulkan selama proses pengembangan sistem.
  7. Anda seharusnya menghadiri pengarahan singkat dan sesi pelatihan untuk belajar bagaimana sistem baru akan mempengaruhi pekerjaan anda dan operasi prosedur baru nantinya.
  8. Terakhir tetapi pasti, anda akan menggunakan sistem yang baru tersebut.

Ada enam tahapan dalam siklus pengembangan sistem secara konseptual, yaitu:

  • Analisis sistem. Menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.
  • Mendefinisikan kebutuhan sistem baru (perancangan sistem). Merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi.
  • Mendesain sistem baru. Membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak.
  • Mengembangkan sistem baru dan uji coba oleh pengguna
  • Implementasi sistem baru. Beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
  • Evaluasi sistem baru dan pemeliharaan sistem. Mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.

Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.

C. Tahapan Pengembangan sistem

Tahapan pengembangan sistem adalah yaitu:

Tahap 1:  Analisis sistem berjalan,

Tahap 2:  Mendefinisikan kebutuhan sistem baru,

Tahap 3:  Mendesain sistem baru,

Tahap 4:  Mengembangkan sistem baru dan uji coba oleh pengguna,

Tahap 5:  Implementasi sistem baru,

Tahap 6:  Evaluasi sistem baru, dan

Tahap 7:  Pemeliharaan sistem.

Secara teori inilah siklus hidup pengembangan sistem. Namun pada praktiknya hal ini tidaklah selalu mulus untuk dilaksanakan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan sistem informasi. Terutama adalah pada faktor manusia yang terlibat. Dari pihak pengembang, kurangnya keahlian dan pengalaman bisa menyebabkan kesalahan dalam satu tahapan sehingga menyebabkan siklus ini harus diulangi dari tahapan yang salah. Bisa terjadi bahwa siklus ini dilakukan sampai berulang-ulang.

Dari pihak pengguna, idealnya perlu bersama-sama dengan pihak pengembang untuk memahami sistem informasi mulai dari awal siklus hidup pengembangan sistem. Namun yang sering terjadi pihak pengguna menyerahkan semuanya kepada pihak pengembang sehingga pada saat implementasi (testing atau training) pihak pengguna tidak menyetujui (menolak) sebagian atau seluruh rancangan dari sistem yang telah selesai dibangun oleh pihak pengembang.

Sistem Manajemen Basis Data

Resume Sistem informasi Manajemen

Nama                          : Mujiharto Panga

NIM                            : 921 411 144

Kelas/Semster            : D/IV

Jurusan                      : Akuntansi/ S1/FEB/ Universitas Negeri Gorontalo

Judul Materi  : Sistem Manajemen Basis Data

 

Sistem Manajemen Basis Data

Sistem Manajemen Basis-Data (Data Base Management System / DBMS) adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan meng-akses basis data dengan cara praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk meng-akomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda. DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat. Beberapa fitur yang secara umum tersedia adalah:

ü  Keamanan :DBMS menyediakan sistem pengamanan data sehingga tidak mudah diakses oleh orang yang tidak memiliki hak akses.

ü  Independensi :DBMS menjamin independensi antara data dan program, data tidak bergantung pada program yang meng-akses-nya, karena struktur data-nya dirancang berdasarkan kebutuhan informasi, bukan berdasarkan struktur program. Sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga walaupun struktur data diubah, program tidak perlu berubah.

ü  Konkruensi / data sharing :data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa pengguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS.

ü  Integritas :DBMS mengelola file-file data serta relasi-nya dengan tujuan agar data selalu dalam keadaan valid dan konsisten

ü  Pemulihan :DBMS menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file data ke keadaan semula sebelum terjadi-nya kesalahan (error) atau gangguan baik kesalahan perangkat keras maupun kegagalan perangkat lunak.

ü  Kamus / katalog sistem :DBMS menyediakan fasilitas kamus data atau katalog sistem yang menjelaskan deskripsi dari field-field data yang terkandung dalam basisdata.

ü  Perangkat Produktivitas :DBMS menyediakan sejumlah perangkat produktivitas sehingga memudahkan para pengguna untuk menarik manfaat dari database, misalnya report generator (pembangkit laporan) dan query generator (pembangkit query / pencarian informasi).

Sistem Manajemen Basis-Data(DBMS)memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan pengelolaan data tanpa DBMS, walaupun tidak terlepas dari beberapa kelemahan.

Keunggulan DBMS antara lain sbb:

  • Mengurangi duplikasi data atau data redundancy
  • Menjaga konsistensi dan integritas data
  • Meningkatkan keamanan data
  • Meningkatkan effisiensi dan effektivitas penggunaan data
  • Meningkatkan produktivitas para pengguna data
  • Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data
  • Meningkatkan pemeliharaan data melalui independensi data
  • Meningkatkan pemakaian bersama dari data
  • Meningkatkan layanan backup dan recovery data
  • Mengurangi konflik antar pengguna data

Kelemahan DBMS antara lain sbb:

ü  Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal

ü  Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.

ü  Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal

ü  Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi

ü  Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan.

ü  Apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi karena banyak pengguna yang bergantung pada sistem ini.

Berikut ini disajikan tabel beberapa DBMS yang terkenal.

DBMS

Perusahaan

Access

Microsoft Corporation

DB2

IBM

Informix

IBM

Ingress

Computer Associate

mySQL

The MySQL Company

Oracle

Oracle Corporation

Postgres SQL

Postgres

Sybase

Sybase Inc.

Visual dBase

Borland

Visual FoxPro

FoxPro Corporation

DBMS untuk model data berbasis objek biasanya dinamakan sebagai Object Oriented Data Base Management System(OODBMS). Beberapa OODBMS yang terkenal adalah sebagai berikut:

OODBMS

Perusahaan

Gemstone

Gemstone System

Matisse

ADB Inc.

Versant

Versant

Jeevan

W3 Apps.

Vision

Insyte

Objectivity

Objectivity Inc.

ObjectStone

Object Design Inc.

Poet

Poet Software.

Perlu ditambahkan disini bahwa beberapa DBMS berbasis objek sebenarnya tetap menggunakan file data relasional biasa, dengan kata lain, programnya berbasis objek tetapi datanya masih model relasional biasa. Software seperti ini biasanya disebut sebagai Object Oriented Relational DataBase Management System(OORDBMS), misalnya Visual dBase.

Arsitektur DBMS

Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan sarana antar muka (interface) dalam meng-akses data secara efisien tanpa harus melihat kerumitan atau detail tentang cara data direkam dan dipelihara. DBMS memiliki arsitektur untuk melakukan abstraksi dari data sehingga dapat diperoleh independensi data-program.

Pada tahun 1975, badan standarisasi nasional Amerika ANSI-SPARC (American National Standards Institute – Standards Planning and Requirements Committee) menetapkan tiga level abstraksi dalam database, yaitu:

1         Level Eksternal (external level) atau Level Pandangan (view level)

2         Level Konseptual (conceptual level)

3         Level Internal (internal level) atau Level Fisik (physical level)

Level Eksternal adalah level yang berhubungan langsung dengan pengguna database. Pada level ini pengguna (user) hanya bisa melihat struktur data sesuai dengan keperluannya sehingga setiap user bisa memiliki pandangan (view) yang berbeda dari user lainnya. Pada level ini pula dimungkinkan pandangan user berbeda dengan representasi fisik dari data, misalkan untuk data hari secara fisik data direkam dalam bentuk kode (1, 2, 3, dst) sedang user melihat data dalam bentuk teks nama hari (Ahad, Senin, Selasa, …). Data yang dilihat oleh user seakan-akan berasal dari satu file, secara fisik mungkin diambil dari beberapa file yang berelasi.

Arsitektur Sistem Manajemen Basis Data

Level Konseptual adalah level dari para administrator database, pada level ini didefinisikan hubungan antar data secara logik, sehingga diperlukan struktur data secara lengkap. Para administrator database memahami bagaimana satu view dijabarkan dari beberapa file data, demikian pula pada saat perancangan database mereka dapat saja membagi data menjadi beberapa file agar dapat diakses dan disimpan secara efisien

Level Internal adalah level dimana data disimpan secara fisik dalam bentuk kode, teks, angka, bit. Pada level ini didefinisikan allokasi ruang penyimpanan data, deskripsi data dalam penyimpanan, kompressi data (agar lebih hemat), dan enkripsi data (agar lebih aman).

Agar independensi data dapat dicapai maka disediakan pemetaan antar lapisan (level), yatiu pemetaan eksternal-konseptual dan pemetaan konseptual-internal. Pada pemetaan eksternal-konseptual, DBMS dapat memetakan field-field data dari user-view ke dalam struktur data yang sesungguhnya. Pada pemetaan konseptual-internal, DBMS dapat menemukan rekaman fisik dari data yang didefinisikan pada struktur logik.

Bahasa DBMS
            Implementasi bahasa DBMS bervariasi sesuai dengan variasi perusahaan yang merancangnya, namun pada prinsipnya bahasa ini bisa dikategorikan ke dalam tiga komponen bahasa, yaitu:

4         Data Definition/Decription Language (DDL)

5         Data Manipulation Language (DML)

6         Device Control Media Language (DCML)

DDL adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mendefinisikan struktur data antara lain perintah untuk membuat tabel baru (CREATE) dimana terdefinisi komponen/field data dengan tipe dan panjangnya, mengubah index (INDEX, REINDEX) agar setiap rekord dalam satu file data dapat diakses melalui indeks-nya, mengubah struktur (MODIFY STRUCT) dari file data, dan sebagainya. Komponen bahasa ini banyak digunakan oleh para administrator basisdata pada saat merencanakan atau membangun file-file basisdata.
DML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk memanipulasi data, komponen ini diperlukan oleh para pengguna untuk memanipulasi data, antara lain perintah-perintah untuk melakukan hal-hal berikut ini:

  • mengambil data dari basisdata (LIST, DISPLAY)
  • menambah data kedalam basisdata (INSERT, APPEND)
  • meremajakan data yang ada dalam basisdata (UPDATE)
  • menghapus data yang tidak diperlukan (DELETE)
  • meng-urutkan data (SORT)
  • menghitung frekuensi data (COUNT)
  • mencari data (SEEK, FIND)

DML dapat dibedakan atas dua macam, yaitu DML Prosedural dan DML Non-Prosedural. Pada DML Prosedural ketika data akan dimanipulasi maka perintah harus disertai dengan perintah-perintah bagaimana data diakses dari file database. Perintah DML Prosedural biasanya termuat dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming language) seperti COBOL, C, C++ dan sebagainya. Pada DML non-Prosedural data dapat dimanipulasi langsung tanpa harus memerintahkan bagaimana data dibaca dari file. Perintah DML non-Prosedural biasanya digunakan dalam bahasa-bahasa DBMS seperti pada dBase, Access, Paradox, FoxPro, SQL, dan sebagainya.

DCML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mengatur perekaman atau penyimpanan data secara fisik. Komponen bahasa DCML digunakan oleh operator-operator sistem basisdata didalam mengatur file-file data secara fisik. Perintah-perintah yang termuat dalam komponen ini, antara lain perintah perintah: merekam (Write Record, Create Table), menghapus (Drop, Delete Table).

 

 

Komponen basis data

Secara umum DBMS diartikan sebagai suatu program komputer ang digunakan untuk memasukan, mengubah, menghapus, memanipulasi, dan memperoleh data / informasi dengan praktis dan efisien.

Keunggulan DBMS :
1. Kepraktisan
2. Kecepatan
3. Mengurangi kejemuan
4. Kekinian
Komponen Utama DBMS

Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi empat macam :
1. Perangkat keras,
2. Data, Data dalam basis data mempunyai sifat terpadu (integrated) dan berbagi (shared)

3. Perangkat Lunak, dan
4. Pengguna.

MODEL BASIS DATA

1. Model Hirarkis / Model Pohon
2. Model Jaringan
3. Model Relasional

  • Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta merupakan model yang paling populer saat ini.
  • Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.
  • DBMS yang bermodelkan relasional biasa disebut RDBMS (Relational Data Base Management System).
    Ada Beberapa Sifat yang melekat pada suatu relasi :
    1. Tak ada tupel (baris) yang kembar)
    2. Urutan tupel tidaklah penting
    3. Setiap atribut memiliki nama yang unik
    4. Letak atribut bebas ( urutan atribut tidak penting)
    5. Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnya sama untuk semua tupel.

Pada model relasional, jumlah tupel suatu relasi disebut kardinalitas dan jumlah atribut suatu relasi disebut derajat (degree) atau terkadang disebut arity. Relasi yang berderajat saru (hanya memiliki satu atribut) disebut unary. Relasi yang berderajat dua disebut binary dan relasi yang berderajat tiga disebut ternary. Relasi yang berderajat n disebut n-ary. Istilah lainnya yang terdapat pada model relasional adalah domain. Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut.

Contoh produk DBMS terkenal yang menggunakan model relasional antara lain adalah :
1. DB2 (IBM)
2. Rdb/VMS (Digital Equipment Corporation)
3. Oracle (Oracle Corporation)
4. Informix (Informix Corporation)
5. Ingres (ASK Group Inc)
6. Sybase (Sybase Inc)

Di lingkungan PC, produk-produk berbasis relasional yang cukup terkenal antara lain adalah :

  1. Keluarga R:Base (Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
  2. Keluarga dBase (Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara lain dbase III Plus, dBase IV, serta Visual dBase
  3. Microsoft SQL ( Microsoft Corporation)
  4. Visual FoxPro (Microsoft Corporation)

 

MACAM-MACAM PERINTAH DATA BASE

1. Bahasa Definisi Data (Data Definition Language/ DDL)
           
DDL adalah perintah-perintah yang biasa digunakan ileh administrator basis data (DBA) utnuk mendefinisikan skema ke DBMS. Skema adalah deskripsi lengkap tentang struktur medan, rekaman, dan hubungan data pada basis data
Index merupakan suatu mekanisme yang lazim digunakan pada basis data, yang memungkinkan pengambilan data dapat dilakukan dengan cepat.

2. Bahasa Manipulasi Data (Data Manipulation laguage/ DML)
           
DML adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengubah , mamnipulasi dan mengambil data pada basis data. Tindakan seperti menghapus, mengubah, dan mengambil data menjadi bagian dari DML. DML pada dasarnya dibagi menjadi dua :
Prosedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkannya.
Nonprosedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan, tetapi tidak perlu menyebutkan cara mendapatkannya.

3. DQL ( Data Query Language)
           
Query sesungguhnya berarti pertanyaan atau permintaan. Istilah ini tetap dipertahankan dalam bentuk asli, karena telah populer di kalangan pengguna DBMS di Indonesia.

Data
            Adalah unit informasi dalam format tertentu. Semua software dibagi ke dalam dua kategori: data dan program. Program adalah sekumpulan instruksi untuk memanipulasi data. Data dapat berupa angka, teks pada kertas, bit atau byte yang tersimpan pada memori elektronik, atau fakta yang ada pada pikiran manusia. Istilah data juga digunakan untuk membedakan antara informasi biner yang dapat dibaca mesin dan informasi tekstual yang dapat dibaca manusia. Sebagai contoh, beberapa aplikasi membedakan file data (file yang mengandung data biner), dan file teks (file yang mengandung data ASCII). Pada sistem manajemen basisdata (database management systems), file data adalah file yang menyimpan informasi basisdata disamping file-file lain seperti file indeks dan data dictionary yang disebut dengan metadata

BasisData
            Basisdata adalah sekumpulan informasi yang diatur dalam cara tertentu hingga sebuah program komputer dapat dengan cepat memilih data yang diinginkan. Basisdata dapat diibaratkan sebagai sistem pengarsipan elektronis. Basisdata tradisional terdiri dari field, record, dan file. Field adalah item tertentu dari informasi; record adalah sekumpulan field; dan file adalah kumpulan record. Sebagai contoh, buku telepon dapat dianalogikan sebuah file yang terdiri dari banyak record dan setiap record terdiri dari tiga field, yaitu nama, alamat, dan nomor telepon. Konsep alternatif rancangan basisdata disebut hypertext. Dalam basisdata hypertext, setiap obyek, apakah itu merupakan teks, gambar atau film, dapat dihubungkan dengan obyek lainnya. Basisdata hypertext sangat berguna untuk mengatur informasi yang sangat besar tetapi tidak digunakan dalam analisis numerik. Untuk mengakses informasi dari basisdata, diperlukan data base management system (DBMS). DBMS adalah kumpulan program yang memungkinkan pengguna memasukan, mengatur, atau memilih data dari basisdata.

Bahasa Query
           Bahasa query (query language) adalah bahasa khusus yang digunakan untuk melakukan query pada basis data. Contoh penggunaan bahasa query adalah: SELECT ALL WHERE kota=”Yogyakarta” AND umur<40. Query tersebut meminta semua record dari basis data yang sedang digunakan (misalkan basisdata konsumen) yang bertempat tinggal di Yogyakarta dan berumur lebih dari 40 tahun (kota dan umur adalah nama field yang telah didefinisikan). Standar bahasa query yang banyak digunakan adalah SQL (structured query language). Metode ini paling rumit tetapi paling fleksibel dibandingkan metode query yang lain, query dengan parameter yang telah tersedia dan query by example.

 

DBMS
            DBMS (database management system) adalah sekumpulan program yang digunakan untuk menyimpan, memodifikasi, dan mengekstrak informasi dari sebuah basisdata. Terdapat berbagai DBMS, mulai dari yang dapat dijalankan pada PC sampai yang harus dijalankan pada mainframe. Untuk mendapatkan informasi dari basisdata, digunakan bahasa khusus dalam bentuk query. Setiap DBMS mendukung bahasa query yang berbeda-beda.

Field
            Field adalah item tertentu dari informasi. Data mahasiswa, misalnya, mempunyai beberapa field yang diantaranya adalah nama, nomor mahasiswa, tanggal lahir, dan alamat. Setiap field mempunyai nama dan tipe (numerik atau teks). Dalam sistem manajemen basisdata, terdapat tiga macam field: harus diisi (required), dapat diabaikan (optional), dan merupakan penghitungan dari field lainnya (calculated). Pengguna tidak dapat memasukan data pada jenis field yang terakhir (calculated). Kumpulan field disebut record.

Query
            Query adalah pertanyaan atau permintaan informasi tertentu dari sebuah basisdata yang ditulis dalam format tertentu. Terdapat tiga metode utama untuk membuat query:

  1. dengan memilih parameter yang telah disediakan pada menu. Metode ini paling mudah digunakan namun paling tidak fleksibel karena pengguna hanya dapat menggunakan pilihan parameter yang terbatas.
  2. query by example (QBE) adalah metode query yang disediakan sistem dalam bentuk record kosong dan pengguna dapat menentukan field dan nilai tertentu yang akan digunakan dalam query.
  3. bahasa query (query language) adalah bahasa khusus yang digunakan untuk melakukan query pada sebuah basisdata. Metode ini paling rumit tetapi paling fleksibel.

SQL
            SQL structured query language adalah bahasa query yang di standarisasi untuk meminta informasi dari sebuah basisdata. versi awal SQL adalah SQUEL Structured English Query Language yang di rancang oleg IBM pada tahun 1974 dan 1975. SQL pertama kali di perkenalkan sebagai system basisdata komersial pada tahun 1979 oleh oracle corporation. awalnya, SQL merupakan bahasa query untuk sistem manajemen bnasisdata yang berjalan pada minikomputer dan mainframe. namun sekarang, SQL juga dapat di gunakan pada sistem manajemen basisdata pada PC karena mendukung basisdata tersebar distributed database hal ini memungkinkan beberapa pengguna pada local area network (LAN) mengakses basisdata yang sama secara simultan.

Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kwitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut

Perusahaan Gas Negara Rasakan Manfaat Oracle

Bertambah satu lagi perusahaan yang merasakan manfaat aplikasi Oracle. Beberapa waktu lalu, Axis Indonesia sukses menciptakan kantor ramah lingkungan berkat Oracle Enterprise Content Management Suite. Kini, giliran PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengumumkan implementasi Oracle di semua lini unit usahanya.

Dalam keterangan pers yang dikirimkan, PT PGN telah memanfaatkan solusi terintegrasi Oracle yang terdiri dari: Oracle E-Business Suite Financials, Oracle Purchasing, Oracle Inventory Management, Oracle E-Business Suite Human Capital Management, Oracle Payroll, dan Oracle’s Hyperion System 9.

Enam aplikasi tersebut memungkinkan konsolidasi informasi keuangan PGN guna mempercepat proses pengambilan keputusan di keseluruhan organisasi. Pengendalian proses keuangan perusahaan juga bisa diperketat.

Alhasil, kini PGN memiliki kendali operasional yang lebih baik dan mampu menggabungkan banyak aplikasi guna memastikan pendapatan yang lebih konsisten. Mereka pun mampu meraih keuntungan investasi yang cepat lewat peningkatan efisiensi pada proses-proses usaha penting. “Implementasi dan kemitraan strategis dengan Oracle memberikan kami proses luar biasa, kendali keuangan, dan pengelolaan tenaga kerja yang lebih baik, terutama dalam aktivitas prakiraan, peluncuran, dan penjejakan,” ungkap Bambang Banyudoyo (Direktur Pengembangan PGN).

Produk-produk Oracle yang dipakai PGN memang dirancang mendukung sektor utilitas gas untuk bergerak menuju grid pintar yang menggunakan kecanggihan teknologi informasi, komunikasi, dan energi. Dengan menggunakan solusi ini, PGN berharap dapat merasakan pengalaman ERP (enterprise resource planning) yang stabil dan berskalabilitas tinggi. Tujuannya jelas, efisiensi operasi dan menekan biaya operasi.

Sementara itu, aplikasi manajemen sumber daya manusia Oracle memastikan ketepatan, memonitor pelaporan waktu dan perencanaan kebutuhan pekerja, serta menurunkan biaya dan meningkatkan produktivitas kerja.

KESIMPULAN

a)        Aplikasi ini telah mampu untuk menghasilkan suatu keputusan yang tepat.

b)        Dengan memakai aplikasi ini, kesalahan-kesalahan yang dilakukan ketika pengambilan keputusan seperti keterlambatan dalam mengambil keputusan dapat berkurang.

c)        Memungkinkan konsolidasi informasi keuangan PGN guna mempercepat proses pengambilan keputusan di keseluruhan organisasi.

d)       Aplikasi dibuat fleksibel sehingga dapat memungkinkan departemen untuk dapat mengubah nilai dari kriteria-kriteria yang ada.

e)        Pengendalian proses keuangan perusahaan juga bisa diperketat.

f)         PGN memiliki kendali operasional yang lebih baik dan mampu menggabungkan banyak aplikasi guna memastikan pendapatan yang lebih konsisten.

 

SUMBER DAYA KOMPUTASI DAN KOMUNIKASI

Resume Sistem informasi Manajemen

Nama                          : Mujiharto Panga

NIM                            : 921 411 144

Kelas/Semster            : D/IV

Jurusan                      : Akuntansi/ S1/FEB/ Universitas Negeri Gorontalo

Judul Materi  : Sumber Daya Komputasi Dan Komunikasi

 

SUMBER DAYA KOMPUTASI DAN KOMUNIKASI

I. PROSESOR

Prosesor (yang disebut pula sebagai unit pemroses pusat atau central processing unit-CPU) adalah tempat dimana pemrosesan data dilakukan. Intel, Advanced Micro Devices (AMD), Cyrix, Motorola, dan perusahaan-perusahaan lainnya memproduksi prosesor mikro yang terdapat di banyak komputer mikro populer.
I.I  Kecepatan Prosesor
            Kecepatan prosesor diukur oleh jumlah siklus yang terjadi perdetik, dan angka ini telah berkembang dengan sangat cepat selama beberapa tahun sejak IBM dalam megahertz (MHz), yang berarti juta siklus per detik. setiap siklus adalah suatu peluang dilakukannya aksi, seperti menambahkan kedua angka.

II. MEMORI
            Pada dasarnya data disimpan di sebuah komputer dalam dua cara-memori dan penyimpan. Memori, yang disebut juga ruang penyimpan primer atau random access memory (RAM). Memori adalah barang yang rentan karena isinya akan hilang ketika daya komputer dimatikan. Karakterisktik ini mencerminkan fakta bahwa nilai bit akan dapat diubah secepat yang bisa dilakukan oleh siklus prosesor. Memori di dalam sebuah komputer sangatlah cepat jika dibandingkan dengan mengakses data di sebuah alat penyimpanan, seperti sebuah disk. jumlah memori dalam sebuah komputer mikro dapat memberikan dampak yang signifikan pada persepsi pengguna akan kecepatan. Komputer mikro umumnya memiliki memori sebesar 128 hingga 256 megabita (MB);memori 256 MB adalah 256 jute bita.

III. RUANG PENYIMPANAN
            Ruang penyimpanan tetap (fixed storage) adalah ruang penyimpanan yang terpasang secara permanen di dalam komputer. Contohnya adalah hard drive. Penyimpanan yang dapat dilepas (removable storage) biasanya berbentuk sebuah pita, disk (yang dikenal pula sebagai disket), flash drive USB (terkadang disebut “pen drive”), CD, atau media jinjing lainnya.

IV. ALAT-ALAT INPUT (INPUT DEVICE)
            Komputer tidak akan banyak berguna tanpa alat-alat input dan output. Operasi bisnis membutuhkan sejumlah besar alat-alat input dan output, dan dikembangkan alat-alat unutk memenuhi kebutuhan tersebut. Meskipun telah tersedia banyak alat input dan output, hanya sedikit saja yang diterima secara luas. Input yang diterima dari manusia sangat penting, karena memberikan satu mekanisme langsung bagi pengguna untuk mengendalikan kompter. Sebagian besar data pada awalnya memiliki bentuk yang tidak dapat di baca oleh mesin, dan perlu dilakukan entri data oleh manusia.

Terdapat dua kendala bagi data yang diterima dari manusi. Pertama, lambat. Kedua, biasanya tidak dapat mencpai tingkat akurasi yang sangat tinggi seperti data ynag diterima dari mesin (machine-captured data)-data yang diterima oleh suatu alat elektronik atau mekanis.

V. ALAT OUTPUT (OUTPUT DEVICE)
            Dua alat output yang paling dikenal adalah layar komputer, yang terkadang disebut monitor, dan printer. Meskipun konsep “kantor tanpa kertas” telah mendpat banyak perhatian, hasil otput cetakan tetap merupakan fakta dari komputasi.

Gambar pada sebuah layar komputer sangat dipengaruhi oleh resolusi layar. Resolusi layar (screen resolution) mengacu pada jumlah pixel, titik-titik cahaya yang terdapat pada monitor, yang ditampilkan di layar. dewasa ini, resolusi 1.600 x 1.200 dan lebih besar adalah hal yang umum. Ini artinya terdapat 1.600 titik pada setiap 1.200 garis pada layar.

 

 

 

VI. ALAT-ALATKOMPUTASI PRIBADI

Komputasi pribadi telah lama dihubung-hubungkan dengan komputer mikro. Komputer mikro sering juga disebut Personal Computer (PC) oleh masyarakat, yaitu sebuah komputer yang dapat dioperasikan oleh satu orang.

Contoh Alat Komputasi Pribadi:

1. Handphone

2. PDA/XDA

3. Smartphone

Fitur-fitur menarik dari alat komputasi pribadi :

1. Usia Baterai yang panjang

2.Akses jaringan nirkabel (tanpa kabel)

3.Layar tampilan yang kecil, namun fungsional

 

      Telepon seluler dengan pesan dan video interaktif

Telepon sellular saat ini juga berkembang sangat pesat. Tidak berbeda dengan komputer. Lihat saja, pada saat ini sebuah telepon sellular sudah dapat menampilkan video dengan resolusi yang cukup tinggi, kecepatan akses internet yang sangat cepat .

      Telepon seluler cerdas

Telepon seluler dianggap cerdas ketika ia mampu menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dihubungkan dengan komputer mikro. Hal ini berarti seluruh informasi yang berada di dalamnya (agenda, nomor telepon, file, dll) dapat disinkronisasi dengan sebuah computer mikro.

      Jaringan Rumah

  1. a.      Pemasangan modem

Pemasangan modem untuk komputer rumahan biasanya dilakukan oleh teknisi dari ISP

tempat kita berlangganan.Apabila ada beberapa komputer di satu tempat, dapat dilakukan pembagian koneksi dengan menggunakan router.

  1. b.      Keamanan nirkabel

Ketika memasang router jaringan nirkabel, ada baiknya menggunakan kode sandi untuk membatasi pengguna dari luar yang ingin seenaknya mengakses jaringan nirkabel kita.

 

  1. c.       KeamananKomputasi Rumah

Saat ini banyak orang yang sudah menggunakan personal computer selama bertahun-tahun, tetapi masih tidak pernah memikirkan masalah keamanan.Rata-rata hanya asal pakai saja, tanpa mau belajar tentang keamanan dari sebuah komputer itu sendiri.

Ada tiga aspek keamanan yang memiliki arti penting bagi komputer mikro :

Update Sistem Operasi & Aplikasi

Tidak ada suatu hal yang sempurna. Sama halnya dengan suatu sistem operasi/ oper Ating system (OS). Sistem Operasi akan selalu memiliki celah yang mungkin dapat dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk melakukan sesuatu yang buruk.

Virus

Virus adalah suatu program komputer yang didesain khusus oleh pembuatnya untuk menggandakan dirinya di dalam komputer korbannya secara terus menerus. Apabila dibiarkan, lama kelamaan jumlahnya akan semakin banyak dan mungkin menginfeksi sebagian besar file di dalam komputer anda. Beberapa contoh virus, yaitu worm, menggandakan diri tanpa perlu menginfeksi suatu file tertentu. Ia masuk dari suatu kerapuhan (vulerability) dari suatu sistem, biasanya sistem operasi. Setelah masuk ke dalam suatu komputer, worm biasanya memodifikasi beberapa pengaturan di Operating System agar tetap hidup.

Spyware

Adalah sebuah program komputer yang didesain khusus oleh pembuatnya untuk mencuri data dan informasi dari komputer korbannya untuk kemudian dikirimkan ke pembuat spyware tersebut. Data-data tersebut bisa data yang tidak penting seperti pola internet kita. Namun bisa juga data-data yang sangat penting seperti User ID, Password, PIN, dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

VII. KONVERGENSI KOMPUTASI DAN KOMUNIKASI

 

Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah perlewatan komunikasi suara melalui internetlaksana komunikasi digital. Setiap sinyal suara dapat digitalisasi dan dikirimkan melalui internet dan dimainkan kembali pada pengeras suara di tempat tujuannya.Jika komputer individu mempunyai sebuah mikrofon dan pengeras suara, maka individu tersebut akan dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan perlengkapan yang sama di komputer mereka seperti yang telah disediakan oleh Skype.

 

 

 

PENGGUNAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM

Resume Sistem informasi Manajemen

Nama                          : Mujiharto Panga

NIM                            : 921 411 144

Kelas/Semster            : D/IV

Jurusan                      : Akuntansi/ S1/FEB/ Universitas Negeri Gorontalo

Judul Materi  : Penggunaan Dan Pengembangan Sistem

 

PENGGUNAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM

  1. Dukungan Sistem Informasi bagi Organisasi

Sistem informasi dikembangkan untuk mendukung keseluruhan organisasi, eksekutif, dan area bisnis. SIM dimaksud untuk memenuhi kebutuhan informasi umum para manajer perusahaan dan lima sistem informasi ditingkat lebih rendah dalam figur tersebut mencakup kebutuhan informasi unik dari area-area bisnis tersebut.

Sistem-sistem informasi ini dirancang khusus organisasi fisik, yaitu cara bagaimana sumber daya fisik perusahaan dan anak perusahaan anak global, divisi wilayah, distrik, cabang, dan seterusnya. Inovasi-inovasi dibidang teknologi informasi lebih memungkinkan banyak aktivitas perusahaan dilaksanakan tanpa batasi oleh lokasi fisik.

  1. Sumber Daya Informasi

Sumber daya informasi yang terdiri atas piranti keras komputer, piranti lunak komputer, spesialis informasi, pengguna, fasilitas, basis data, dan infomasi. Sebagian sumber daya ini pada umumnya berlokasikan dilayanan informasi dan merupakan tanggung jawab dari chief information officer (CIO). Sumber daya informasi yang terdapat di area-area pengguna adalah tanggung jawab dari para manajer area pengguna.

 

 

  1. Spesialis Informasi

Istilah spesialis informasi (information spesialist) untuk menggambarkan karyawan yang tanggung jawab utamanya adalah untuk memberikan kontribusi atas tersedianya sumber daya informasi dalam perusahaan. Spesialis informasi pada awalnya meliputi analisis sistem, programmer, dan operator. Spesialis informasi dan pengguna sebuah perusahaan mencerminkan sumber-sumber dan daya informasi yang berharga. Kemudian ditambah lagi dengan administrator basis data, spesialis jaringan, dan Webmaster. Berikut adalah penjelasannya.

I. Analisis Sistem

Spesialis ini bekerja dengan pengguna untuk mengembangkan sistem-sistem baru dan memperbaiki sistem-sistem yang sudah ada. Analisis sistem adalah orang yang ahli dalam mendefinisikan masalah dan dalam membuat dokumentasi tertulis mengenal bagaimana komputer akan membantu menyelesaikan maalah-masalah tersebut.

II. Administrator Basis Data

Seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas basis data disebut sebagai administrator basis data (database administrator-DBA). Tugas DBA adalah terbagi dalam empat area utama yaitu : perencanaan. implementasi, operasi dan keamanan.

III. Webmaster

Webmaster bertanggung jawab atas isi dan penyajian situs Web perusahaan. Webmaster harus bekerja sama dengan spesialis jaringan untuk memastikan bahwa jaringan komukasi antara perusahaan dan pelanggan dan/atau sekutu bisnisnya selalu terbuka. Situs Web sangat mengandalkan gambar dan Webmaster biasanya memiliki keahlian dalam manipilasi atau perancangan grafik. Sering kali bawahan webmaster bertanggung jawab dalam membuat gambar-gambar yang tersedia tetap konsisten dan saling mendukung dalam seluruh halaman situs Web. Satu tugas penting dari seorang webmater adalah melacak orang-orang yang mengunjungi halaman web perusahaan.

IV. Spesialis Jaringan

Spesialis jaringan bekerja dengan analis sistem dan pengguna dalam membuat jaringan komunikasi data yang menyatukan sumber daya komputasi yang menenyebar. Spesialis jaringan akan menggabungkan keahlian dari bidang-bidang komputasi maupun telekomunikasi. Memelihara jaringan yang memenuhi persyaratan untu aplikasi-aplikasi berbasis web adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan karena sebagian besar komunikasi terjadi diluar batasan perusahaan.

 V. Programmer

Programmer menggunakan dokumentasi yang dibuat sistem analisis untuk membuat kode program komputer yang mengubah data menjadi informasiyang dibutuhkan oleh pengguna. Beberapa perusahaan menggabungkan fungsi sistem analisis dan programmer, menciptakan suatu posisi analis programmer.

VI. Operator

Operator menjalankan peralatan komputasi berkala besar, seperti komputer mainframe dan server, yang biasanya berlokasi dalam fasilitas komputasi perusahaan. Operator akan memonitor konsol, mengganti kertas printer, mengelola perpustakaan pita dan disk penyimpan data, serta melakukan tugas-tugas lain yang seupa.

Semua spesialis informasi pada umumnya digabungkan dengan perwakilan-perwakilan dari organisasi pengguna untuk membentuk tim proyek yang mengembangkan sistem. Para spesialis juga memiliki tanggung jawab dalam memelihara sistem setelah sistem tersebut diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan para pengguna. Pada awalnya, seluruh spesialis informasi diletakkan di dalam suatu unit pelayanan informasi yang tersentralisasi. Lama-kelamaan, banyak dari sumber daya ini dilokasikan ke area-area bisnis  dan dipimpin oleh direktur informasi divisional.

 

 

  1. Pengguna sebagai Suatu Sumber Daya Informasi

Pengguna dari sistem informasi perusahaan adalah sumber daya informasi penting yang dapat memberikan satu kontribusi nyata dalam mencapai sasaran strategis dalam meraih keunggulan kompetiti. Hal ini terutama berlaku ketika pengguna dapat secara aktif ikut berpartisipasi dalam pengembangan sistem dan mempraktikan komputasi pengguna akhir. Pengguna memiliki tingkat pengetahuan komputer dan pengetahuan informasi yang berbeda-beda, dan perbedaan ini ditambah dengan lainnya, menimbulkan variasi tingkat dukungan yang diberikan oleh para spesialis informasi.

Dalam memutuskan bagaimana perusahaan akan mempergunakan sumber daya informasi, manajemen puncak harus memberikan perhatian yang cukup besar tentangf bagaimana cara komputasi pengguna akhir akan dilaksanakan, sehingga pada akhirnya akan memaksimalkan manfaatnya dan meminimalkan risikonya.

  • Keuntungan komputasi pengguna akhir :

1         Menyamakan kemampuan dan tantangan

2         Mempersempit jarak komunikasi

  • Resiko komputasi pengguna akhir :

3         Sarana sistem yang buruk

4         Sistem yang dirancang dan didokumentasikan dengan buruk

5         Penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien

6         Hilangnya integritas data

7         Hilangnya keamanan

8         Hilangnya kendali

 

 

 

 

E. Kriteria Pendidikan, Pengetahuan, dan Keahlian Yang Dibutuhkan Untuk Karier di Bidang Layanan Informasi

Pengembangan sistem informasi membutuhkan pengetahuan dan keahlian tertentu. Spesialis informasi menerapkan pengetahuan dan keahlian secara kontinu. Pengguna menerapkan ketika mereka pernah ikut terlibat dalam komputasi pengguna akhir.

F. Pengetahuan Pengembangan Sistem

Pengetahuan adalah sesuatu yang dapat dipelajari, baik itu melalui mata kuliah formal maupun melalui upaya sendiri seperti membaca dan mengamati. Jenis pengetahuan yang memungkinkan seseorang memberikan kontribusi dalam upaya-upaya pengembangan sistem meliputi pengetahuan komputer, pengetahuan informasi, dasar-dasar bisnis, teori sistem, proses pengembangan sistem, dan pembuatan model sistem.

Pengetahuan komputer (computer literacy) adalah kemampuan untuk menggunakan sumber daya komputer guna mendapatkan pemrosesan yang dibutuhkan. Pengetahuan informasi (information literacy) meliputi pemahaman bagaimana menggunakan informasi dalam setiap langkah proses pemecahan masalah dimana informasi tersebut dapat diperoleh dan bagaimana membagi informasi dengan orang lain. Meskipun pengetahuan informasi tidak membutuhkan pengetahuan komputer secara absolut, keduanya akan saling membantu dalam memberikan alat yang bermanfaat bagi para pemecah masalah.

Teori sistem (systems theory) menjelaskan bagaimana cara menggambarkan suatu fenomena dalam bentuk struktur-struktur sistem normatif. Proses pengembangan sistem (system development process) terdiri atas langkah-langkah yang diambil untuk mengembangkan suatu sistem informasi. Nama-nama seperti daur hidup sistem (system life cycle-SLC) dan daur hidup pengembangan system (systems development life cycle-SDLC) digunakan untuk menjelaskan peroses.

 

Pembuatan model sistem (systems modelling) terdiri atas berbagai cara untuk mendokumentasikan suatu sistem. Dalam kebanyakan kasus, data dan proses-proses sistem dibuat modelnya dengan menggunakan alat-alat seperti diagram hubugan entitas (entity relationship diagram), diagram arus data (data flow diagram), dan diagram kelas (class diagram). Untuk mengindetifikasikan tidak hanya jenis-jenis pengetahuan dalam keahlian yang penting bagi spesialis informasidan pengguna saja, namun juga bagaimana pengguna dapat dibagi kembali menjadi manajemen umum dan staffnya. Staff profesional terdiri atas spesialis-spesialis seperti peneliti pemasaran dan ilmuwan manajemen, sedangkan staff administrasi terdiri atas pegawai kantor.

Setiap orang yang mengembangkan sistem, baik itu pengguna maupun spesialis informasi harus memiliki pengetahuan dan keahlian tertentu. Hal ini merupakan kriteria pendidikan bagi pilihan karier dibidang sistem informasi. Pengetahuan meliputi pengetahuan komputer dan informasi, dasar-dasar bisnis, teori sistem, proses pengembangan sistem, dan pembuatan model sistem.

G. Keahlian Pengembangan Sistem

Keahlian pengembangan sistem meliputi keahlian komukasi dan kemampuan  analistis. Keahlian komunikasi (communication skills) melibatkan kemampuan untuk menyampaikan informasi kepada satu orang atau lebih dengan menggunakan komunikasi lisan, tulisan, atau gambar. Kemampuan analistis (analytical ability) melibatkan studi dan pemahaman akhir atas suatu situasi dengan tujuan merumuskan respons atau solusi. Kreativitas (cretivity) adalah penciptaan ide atau solusi baru yang sepenuhnya atau separuhnya baru. Kreativitas terutama bermanfaat disaat tidak terdapatnya pengalaman atau atau pengetahuan yang diperoleh dari mempelajari suatu fenomena yang serupa. Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan untuk mengarahkan orang lain untuk melaksankan tugasnya. Bagi manajemen umum, hal ini mungkin merupakan keahlian yang paling penting, namun juga penting bagi para spesialis informasi karena mereka terlibat dalam pengelolaan suatu proyek pengembangan sistem.

 

H. Menempatkan Pengguna Sistem dan Spesialis Informasi Pada Perspektif

Unsur manusia terus menjadi salah satu bahan paling penting dalam pengembangan dan penggunaan sistem informasi. Para pemain utama adalah pengguna dan spesialis informasi. Kedua kelompok tersebut membentuk tim pengembangan.

Pengembangan sistem pada awalnya dilakukan sepenuhnya oleh spesialis informasi. Namun, lama kelamaan pengguna telah memainkan peranan yang semakin penting. Sampai ke suatu titik ekstrem, pengguna dapat melakukan seluruh pekerjaan pengembangan.

Tidak hanya pekerjaan pengembangan saja yang berubah, keadaan dimana pekerjaan dilaksanakan juga ikut mengalami pekerjaan. Organisasi tidak lagi berbentuk fisik, yang mengharuskan pekerjaan dan pekerja berada pada suatu lokasi fisik. Jaringan komunikasi elektronik memungkinkan perusahaan mencapai suatu organisasi maya, dimana pekerjaan dapat dilakukan di hampir semua tempat.

Pengetahuan spesialis informasi dan perusahaan adalah suatu sumber daya yang berharga dan hendaknya dikelola. Program-Program manajemen pengetahuan (knowledge management-KM) formal sering kali terdiri atas sistem-sistem yang mengumpulkan, menyimpan, dan memilah-milah pengetahuan.

 

Menggunakan Teknologi Informasi dalam Menjalankan Perdagangan Elektronik (E-Commerce)

Resume Sistem informasi Manajemen

Nama                          : Mujiharto Panga

NIM                            : 921 411 144

Kelas/Semster            : D/IV

Jurusan                      : Akuntansi/ S1/FEB/ Universitas Negeri Gorontalo

Judul Materi  : Menggunakan Teknologi Informasi dalam Menjalankan                                                                        Perdagangan Elektronik (E-Commerce)

 

Menggunakan Teknologi Informasi dalam Menjalankan Perdagangan Elektronik (E-Commerce)

  1. A.  PENDAHULUAN

Perdagangan elektronik yang biasa disebut e-commerce, adalah penggunaan jaringan komunikasi dan computer untuk melaksanakan proses bisnis. Sebagaian besar e-commerce, terjadi antarbisnis, dan bukan antara bisnis dengan konsumen.

Tetapi pandangan populer tentang e-commerce ini adalah tentang penggunaan internet dan komputer dengan browser web untuk membeli dan menjual produk. Memang tidak salah, tapi pandangan ini hanyalah sebagian kecil bagian tentang e-commerce.

Definisi sempit mengenai perdagangan elektronik (yang biasa disebut e-commerce) yaitu meliputi transaksi-transaksi bisnis yang berhubungan dengan pelanggan dan pemasok, yang menghubungkan computer mereka masing-masing melalui internet. Ini artinya hanya transaksi-transaksi yang melintasi batas perusahaan saja yang dapat diklasifikasikan sebagai e-commerce.

Sedangkan definisi luas yang  diberikan mengenai e-commerce yaitu bahwa e-commerce dapat memfasilitasi operasi internal maupun eksternal perusahaan. Maka dengan pandangan ini, istilah bisnis elektronik dan perdagangan elektronik akan sama.

 

B. PERDAGANGAN ELEKTRONIK

E-commerce (perniagaan elektronik), sebagai bagian dari electronic business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.

1. E-Commerce di Luar Batas Perusahaan

E-commerce dibedakan menjadi dua jenis, yaitu e-commerce bisnis ke konsumen (business-to-consumen—B2C) mengacu pada transaksi-transaksi yang terjadi antara sebuah bisnis dan konsumen akhir produk; dan yang kedua yaitu e-commerce bisnis ke bisnis (business-to-business—B2B) mengacu pada transaksi antarbisnis dimana tidak ada pihak yang menjadi konsumen akhir.

2. Faktor Kunci Sukses dalam E-Commerce

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:

u  Menyediakan harga kompetitif

u  Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah

u  Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas

u  Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon

u  Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian

u  Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain

u  Mempermudah kegiatan perdagangan

3. Manfaat-Manfaat yand Diharapkan dari E-Commerce

  • Perbaikan layanan pelanggan sebelum, selama, dan setelah penjualan
  • Perbaikan hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan
  • Peningkatan imbal hasil eknomis atas pemegang saham dan investasi pemilik

Perlu diingat, peningkatan laba tidak termasuk ke dalam manfaat yang diharapkan dari e-commerce karena laba adalah hasil dari sebuah organisasi yang mencapai tujuannya sedangkan e-commerce adalah sarana pendukung yang kuat yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya.

4.  Kendala-Kendala E-Commerce

Pada tahun 1996, dilakukan survey dan didapati 60 persen perusahaan yang memberikan respons menunjukkan bahwa mereka belum mengimplementasikan e-commerce dan tidak memiliki rencana untuk melakukannya dalam waktu tiga tahun ke depan.

Ketika ditanyakan mengenai alasannya, perusahaan tersebut menyebutkan tiga kendala dengan urutan sebagai berikut:

  • Biaya yang tinggi
  • Kekhawatiran akan masalah keamanan
  • Peranti lunak yang belum mapan atau belum tersedia

5. Ruang Lingkup E-Commerce

E-commerce bersifat dinamis dan ruang lingkup pengaruhnya dapat berubah dalam waktu hanya beberapa bulan. Karena sangat lebarnya spektrum proses dari transaksi jual beli yang ada, sangat sulit menentukan ruang lingkup atau batasan dari domain e-commerce. Salah satu cara yang dapat dipergunakan untuk dapat mengerti batasan-batasan dari sebuah e-commerce adalah dengan mencoba mengkaji dan melihat fenomena bisnis tersebut dari berbagai dimensi, seperti yang dijelaskan berikut ini.

  • Teknologi

Kontributor terbesar yang memungkinkan terjadinya e-commerce adalah teknologi informasi, dalam hal ini perkembangan pesat teknologi komputer dan telekomunikasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa arena jual beli di dunia maya terbentuk karena terhubungnya berjuta-juta komputer ke dalam sebuah jaringan raksasa (internet). Dari sisi ini e-commerce dapat dipandang sebagai sebuah prosedur atau mekanisme berdagang (jual beli) di internet dimana pembeli dan penjual dipertemukan di sebuah dunia maya yang terdiri dari sekian banyak komputer.

  • Marketing dan “New Consumer Processes

Dari segi pemasaran, e-commerce sering dilihat sebagai sebuah kanal atau cara baru untuk berhubungan dengan pelanggan. Melalui e-commerce jangkauan sebuah perusahaan menjadi semakin luas karena yang bersangkutan dapat memasarkan produk dan jasanya ke seluruh dunia tanpa memperhatikan batasan-batasan geografis. Dengan cara yang sama pula sebuah perusahaan dapat langsung berhubungan dengan end-comsumers-nya. Economic e-commerce merupakan sebuah pemicu terbentuknya prinsip ekonomi baru yang lebih dikenal dengan ekonomi digital (digital economy). Di dalam konsep ekonomi ini, semua sumber daya yang dapat didigitalisasikan menjadi tak terbatas jumlahnya (bukan merupakan “scarce of resources”) dan berpotensi menjadi public goods yang dapat dimiliki oleh siapa saja dengan bebas. Di dalam konsep ekonomi ini pula informasi dan knowledge menjadi sumber daya penentu sukses tidaknya para pelaku ekonomi melakukan aktivitasnya. Beragam model bisnis (business model) pun diperkenalkan di dalam konsep ekonomi baru ini yang belum pernah dijumpai sebelumnya. Dari segi produksi, selain physical value chain, diperkenalkan pula konsep virtual value chain yang sangat menentukan proses penciptaan produk dan jasa di dunia maya.

 

  • Electronic linkage

Di suatu sisi yang lain, banyak orang melihat e-commerce sebagai sebuah mekanisme hubungan secara elektronis antara satu entiti dengan entiti lainnya. Dengan adanya e-commerce, maka dua buah divisi dapat bekerja sama secara efisien melalui pertukaran data elektronis; demikian juga antara dua buah kelompok berbeda seperti misalnya antara kantor pemerintah dengan masyarakatnya; atau mungkin antara pelanggan dengan perusahaan-perusahaan tertentu.

  • Information value adding

Di dalam e-commerce, bahan baku yang paling penting adalah informasi. Sehubungan dengan hal ini, proses pertambahan nilai (value adding processes) menjadi kunci terselenggaranya sebuah mekanisme e-commerce. Konsep ini dikuatkan dengan teori virtual value chain yang menggambarkan bagaimana proses pertambahan nilai diberlakukan terhadap informasi, yaitu melalui langkah-langkah proses: gathering, organizing, selecting, synthesizing, dan distributing.

  • Market-making

E-commerce dikatakan sebagai market-making karena keberadaannya secara langsung telah membentuk sebuah pasar perdagangan tersendiri yang mempertemukan berjuta-juta penjual dan pembeli di sebuah pasar digital maya (e-market). Di pasar maya ini terjadi perdagangan secara terbuka dan bebas, karena masing-masing penjual dan pembeli dapat bertemu secara efisien tanpa perantara. E-market juga disinyalir sebagai arena perdagangan yang paling efisien karena kecenderungannya untuk selalu mencari bentuk-bentuk perdagangan yang berorientasi kepada pembeli (customer oriented), disamping struktur persaingan antar penjual produk dan jasa yang hampir berada dalam suasana perfect competition.

 

 

  • Service infrastructure

Konsep e-commerce ternyata tidak hanya membuahkan mekanisme transaksi jual beli semata, namun ternyata banyak sekali jasa-jasa baru yang diperlukan sebagai sarana pendukung aktivitas jual beli produk tersebut. Katakanlah jasa dari institusi keuangan untuk menawarkan cara pembayaran secara elektronik, jasa dari vendor aplikasi yang menawarkan cara melakukan transaksi secara aman (secure), jasa dari ISP (internet service provider) yang menawarkan cara mengakses internet dengan cepat dan murah, jasa perusahaan hosting yang menawarkan perangkat penyimpan data maupun situs perusahaan yang bersangkutan, dan lain-lain.

  • Legal, privacy, dan public policy

Sisi terakhir dalam melihat e-commerce adalah mencoba memandangnya dari unsur-unsur semacam hukum, peraturan, kebijakan, proses, dan prosedur yang diberlakukan. Secara tidak langsung terlihat bahwa interaksi perdagangan elektronis yang telah mengikis batas-batas ruang dan waktu mau tidak mau mendatangkan tantangan baru bagi pemerintah dan masyarakat dalam mencoba membuat regulasi tertentu agar di satu pihak terbentuk lingkungan bisnis yang kondusif, sementara di pihak lain hak-hak individu maupun masyarakat dapat terjaga dengan baik.

6.  Jalan Menuju E-Commerce

Rencana bisnis strategis akan membakukan komitmen untuk menggunakan e-commerce guna meraih keunggulan kompetitif. Perusahaan pertama-tama harus memperoleh kecerdasan bisnis (business intelligence) sehingga perusahaan tersebut akan dapat memahami peranan potensial yang akan dimainkan oleh masing-masing unsur lingkungan.

C. INTELIGENSI BISNIS (BUSINESS INTELLIGENCE)

Inteligensi bisnis atau business intelligence menjadi sangat dibutuhkan karena pengambilan keputusan pelaksanaan e-commerce itu terlebih dahuluu harus mengetahui tentang perusahaan dan hubungannya dengan para pelanggan, pesaing, pemasok, dan pihak-pihak eksternal lainnya.

Inteligensi bisnis (business intelligence—BI) adalah aktivitas pengumpulan informasi mengenai unsur-unsur di dalam lingkungan yang berinteraksi dengan perusahaan.

1. Basis Data Eksternal

Perusahaan tidak harus mengumpulkan informasi lingkungannya sendiri. Tersedia sejumlah basis data komersial penting yang memberikan informasi mengenai hampir semua subjek. Perusahaan menggunakan berbagai basis data ini untuk mendapatkan kecerdasan bisnis karena ia lebih cepat dan lebih murah daripada meneliti beragam jenis sumber informasi.

Basis data pemerintah juga merupakan sumber informasi penting lainnya seperti perpustakaan, biro sensus, biro statistik tenaga kerja, dan sebagainya. Perusahaan menjadi semakin condong untuk melakukan pencarian eksternal sendiri untuk kecerdasan pasar. Pencarian eksternal telah dibantu oleh adanya fakta bahwa semakin banyak perusahaan memberikan informasinya sendiri di web.

2. Mesin Pencari

Suatu mesin pencari (search engine) adalah suatu program computer khusus yang menanyakan satu kata atau kelompok kata kepada pengguna untuk dicari. Program ini kemudian mencari isi situs-situs web di internet untuk melihat apakah kata atau kata-kata tersebut terdapat di situs-situs web tersebut. Beberapa contoh mesin pencari ini adalah seperti Yahoo!, Google, MSN, Altavista, dan sebagainya.

D.  STRATEGI E-COMMERCE DAN SISTEM INTERORGANISASIONAL

Strategi yang paling sering disebut-sebut adalah strategi dimana unsur-unsur yang ada dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Nama yang diberikan untuk strategi ini adalah sistem interorganisasional (interorganizational system – IOS). Istilah yang sering kali dipeprgunakan untuk IOS adalah EDI, yang merupakan singkatan dari electronic data interchange (pertukaran data elektronik). Pertukaran data elektronik adalah salah satu cara untuk mendapatkan suatu sistem interorganisasional. Ekstranet, yang serupa dengan internet tetapi terbatas hanya untuk mitra-mitra bisnis yang terpilih dan terpercaya, di beberapa organisasi mulai menggantikan EDI.

E. SISTEM INTERORGANISASIONAL

Sebuah perusahaan dapat membuat hubungan elektronik dengan perusahaan lain untuk menciptakan suatu sistem interorganisasional (IOS) sehingga semua perusahaan bekerja bersama sebagai suatu unit yang terkoordinasi, meraih manfaat yang tidak dapat diraih sendiri oleh setiap perusahaan.

1. Manfaat IOS

a. Efisiensi Komparatif

Dengan bergabung dalam IOS, para sekutu dagang dapat memproduksi barang dan jasa dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dan, selanjutnya memberikan barang dan jasa dengan biaya yang lebih rendah kepada para pelanggannya. Hal ini memberikan pera sekutu di dalam IOS keunggulan harga di atas para pesaingnya.

ü  Efisiensi internalterdiri atas perbaikan dalam operasi-operasi perusahaan itu sendiri sehingga memungkinkan perusahaan mengumpulkan dan menganalisis data dengan cepat dan mengambil keputusan dengan cara yang lebih cepat lagi.

ü  Efisiensi interorganisasionalmeliputi perbaikan-perbaikan yang diperoleh melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain.

b. Kekuatan Penawaran

Kekuatan penawaran (bargainingpower) adalah kemampuan sebuah perusahaan untuk menyelesaikan perselisihan dengan para pemasok dan pelanggannya demi keuntungan perusahaan itu sendiri. Kekuatan ini diambil dari tiga area dasar :

  • Fitur-fitur produk yang unik
  • Menurunkan biaya-biaya yang berhubungan dengan penelitian
  • Meningkatkan biaya perpindahan

F.  EDI

EDI terdiri atas transmisi data langsung komputer-ke-komputer dalam suatu format struktur yang dapat dibaca oleh mesin. EDI sangat penting karena memfasilitasi sebagian besar mayoritas perdagangan B2B. EDI adalah implementasi dominan dari suatu IOS.

1. Ekstranet

Ekstranet adalah cara lain dari membuat suatu IOS. Cara ini memungkinkan dibaginya informasi berbasis komputer yang sensitive dengan perusahaan lain dengan menggunakan teknologi informasi yang pada umumnya dihubungkan dengan internet. Keamanan dan privasi mendapat perhatian yang serius, sehingga ekstranet biasanya diamankan dibalik suatu firewall.

2. Sekutu-Sekutu Bisnis Proaktif dan Reaktif

Sponsor IOS pada umumnya mengambil pendekatan proaktif, merangsang minat akan IOS dan mendorong partisipasi di dalam jaringan. Para partisipan pada umumnya merespons dengna cara yang reaktif, menerima atau menolak penawaran sponsor untuk menerpakan IOS.

3. Pengaruh Penerapan

Ada empat faktor yang menentukan apakah perusahaan akan mengambil langkah proaktif atau reaktif.

ü  Tekanan kompetitif. Ketika perusahaan berada dalam suatu posisi yang buruk terhadap para pesaingnya atau ketika asosiasi industri atau perdagangan memberikan tekanan yang kuat, perusahaan akan menerapkan IOS, seperti EDI, dengan cara yang reaktif.

ü  Penggunaan kekuasaan. Ketika sebuah perusahaan dapat memaksakan kekuasaannya atas anggota lain, ia akan proaktif dalam menerapkan IOS.

ü  Kebutuhan internal. Ketika perusahaan sadar bahwa partisipasi dalam IOS merupakan salah satu cara untuk meningkatkan operasinya, perusahaan tersebut akan melakukan pendekatan atas IOS dengan cara yang proaktif.

ü  Dukungan manajemen puncak. Tanpa melihat apakah perusahaan tersebut bertindang dengan cara yang proaktif maupun reaktif, dukungan manajemen puncak selalu akan mempengaruhi keputusan.

4. Manfaat-Manfaat Tidak Langsung IOS

  • Mengurangi kesalahan
  • Menurunkan biaya
  • Meningkatnya efisiensi operasional
  • Meningkatnya kemampuan untuk bersaing
  • Memperbaiki hubungan dengan sekutu dagang
  • Memperbaiki layanan pelanggan

F. STRATEGI B2C UNTUK E-COMMERCE

Semakin banyaknya jumlah produk dan jasa yang tersedia untuk pengiriman digital dan semakin banyaknya pelanggan yang mampu mengatasi keengganan mereka untuk melakukan pembelian menggunakan web. Kecepatan komunikasi yang lebih cepat dari komputer-komputer rumahan juga telah membuat pengiriman produk-produk ditgital menjadi lebih praktis.

1. Produk-produk Digital

Beberapa produk dan jasa tertentu dapat dikirimkan kepada pelanggan melalui internet. Dunia hiburan telah menjadi salah satu produk awal yang mengambil manfaat dari internet. Satu perbedaan utama antara pembelian produk-produk digital dengan produk-produk fisik melalui web adalah bahwa produk digital dapat digunakan begitu selesai di-download. Perbedaan lainnya adalah bahwa produk itu sendiri akan berpindah ke aset pembelinya.

2. Produk-produk Fisik

Barang-barang fisik tidak dapat dikonsumsi melalui web; sebagai gantinya, harus dikirimkan ke pelanggan. Pesanan penjualan dapat diambil alih oleh web, tapi pengiriman harus tetap dilakukan. Pos paket sering kali menjadi jasa paling murah yang diberikan, tetapi biasanya membutuhkan waktu pengiriman yang paling lama.

Berkembangnya perusahaan-perusahaan pengiriman surat/barang swasta telah secara langsung membantu e-commerce eceran. Perusahaan memberikan sejumlah metode pengiriman alternatif dengan harga yang berbeda-beda.

3. Penjualan Maya Versus Campuran

Penjualan maya (virtual sales) adalah penjualan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang tidak mengoperasikan tempat berjualan fisik. Dengan penjualan maya, tidak ada tokok dimana pelanggan dapat masuk dan membeli produk. Penjualan campuran (hybrid sales) terjadi ketika perusahaan memiliki tempat berjualan secara fisik dan situs web dimana pelanggan dapat membeli produk. Kedua strategi penjualan eceran ini perlu menginformasikan biaya dan fitur produk kepada pelanggan, mengatur pembayaran pelanggan, dan menghasilkan pengiriman produk.

Satu kesulitan yang dihadapi oleh perusahaan yang menawarkan penjualan maya adalah memberikan informasi produk yang dibutuhkan tanpa membingungkan pelanggan. Kendala lainnya adalah bahwa gambar merupakan file yang berukuran besar, dan mengomunikasikannya dari situs web ke komputer pelanggan akan memakan waktu. Masalah ini dapat dikurangi dengan membatasi jumlah gambar yang ditampilkan sampai pelanggan telah memusatkan perhatian pencarian mereka pada pilihan yang relatif sedikit.

Penjualan maya paling sering dipergunakan ketika perusahaan tidak dapat membangun sebuah tempat berjualan fisik atau menemukan tempat berjualan fisik yang layak secara ekonomis.

Penjualan campuran terkadang disebut sebagai operasi brick-and-click. Kebanyakan perusahaan memiliki tempat berjualan karena biasanya hal tersebut dibutuhkan untuk rencana bisnisnya.

Contoh yang paling populer pada saat ini adalah penjualan produk melalui jejaring sosial seperti Facebook atau situs lain seperti www.kaskus.us, dimana penjualan yang mereka lakukan biasanya merupakan penjualan maya atau pun penjualan campuran.

4. Pemerintahan Elektronik

Pemerintah juga dapat mengambil manfaat dari e-commerce.  Pemerintahan elektronik atau e-government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. E-government dapat diaplikasi pada legislatif, yudikatif, atau administrasi public, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah government-to-citizen atau government-to-customer (G2C), government-to-business (G2B) serta government-to-government (G2G). keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.

Contohnya pemerintahan elektronik untuk di Indonesia yang sudah sangat mengikuti perkembangan adalah kantor pelayanan pajak yang memiliki pemerintahan elektronik yang dapat diakses melalui internet dengan alamat situs www.pajak.go.id

G. LANGKAH E-COMMERCE BERIKUTNYA

Tantangan bagi e-commerce lebih dari sekedar jenis barang yang ditawarkan. Banyak pelanggan lebih nyaman menggunakan telepon selular dari pada menggunakan keyboard komputer.

 

1. Perdagangan Bergerak

Perdagangan bergerak adalah penggunaan telepon selular dan asisten digital pribadi (personal digital assistant—PDA) untuk melakukan e-commerce nirkabel. Seiring dengan berkembangnya teknologi telepon selular dari generasi analog menjadi generasi digital, istilah telekomunikasi generasi ketiga (third generation—3G) telah secara longgar dipergunakan untuk teknologi-teknologi nirkanel yang mampu memindahkan data.

2. Nirkabel Berkelas Bisnis di Semua Tempat

Hot spot internet kabel cukup memadai untuk penggunaan Web umum maupun pribadi, namun memeriksa e-mail di sebuah kedai kopi starbucks adalah suatu cara yang kurang memadai bagi para profesional bisnis. Karena ketergantungan pada sambungan komunikasi kabel dan kecilnya cakupan jarak oleh suatu poin akses nirkabel menjadikan akses nirkabel secara terus-menerus mustahil untuk dilakukan. Komunikasi nirkabel yang kecepatannya cukup memadai melalui penyedia jasa komunikasi yang sama dengan telepon seluler akan memungkinkan terciptanya komputasi nirkabel berkelas bisnis hampir di semua bisnis hampir di semua tempat. Verizon menawarkan suatu  rencana akses pita lebar (broadband) yang berjalan pada kecepatan mulai dari 400 sampai 700 kilobit per detik, namun layanan ini tersedia dibanyak wilayah metropolitan dan tidak terbatas hanya pada poin akses terdekat untuk suatu jaringan menggunakan kabel.

H. MENGGUNAKAN INTERNET

Internet bermula dari ketika pemerintah AS membuatsutu jaringan dengan nama ARPANET. Usaha-usaha yang diawali ditahun 1989 mengarah pada apa yang kita kenal sebagai World Wide Web.

World Wide Web

Pada tahun 1989, Tim Berners-Lee, seorang ilmuwan komputer yang bekerja di CERN, laboratorium fisika partikel eropa, menemukan cara yang lebih baik bagi fisikawan untuk saling berkomunikasi. Ide ini adalah menggunakan hypertext-dokumen untuk elektronik yang saling terkait. Ide ini menjadi kenyataan pada pertengahan tahun 1992 dalam bentuk World Wide Web. Ia juga memungkikan dikirimkannya hypermedia-multimedia yang terdiri dari teks, grafik, audio, dan video – melalui World Wide Web.

World Wide Web adalah informasi yang dapat diakses melalui internet dimana dokumendokumen hypermedia(file-filekomputer) diimpan dankemudian diambil dengan cara-cara yang menggunakan metode penentuan alamat yang unik.

Para pengguna juga dapat menyalin file ke komputer mereka dari semua situs Web dengan menggunakan File Transfer Protocol (FTP). Beberapa perusahaan membuat situs FTP di luar premis utama mereka untuk memberikan file yang memuat informasi produk, update peranti lunak, rilis berita, dan informasi lain.

I. CYBERSPACE DAN SUPERHIGHWAY INFORMASI

Dua istilah lain yang juga dikaitkan dengan internet dan Web-cyberspacedan superhighway(jalan bebas hambatan super) informasi. Istilah cyberspace diperkenalkan pada tahun 1984, ketika penulis William Gibson menggunakan dalam bukunya “Neuromancer” untuk menggambarkan suatu masyarakat yang sudah menjadi budak teknologi. Kini, cyberspace berarti dunia internet dan World Wide Web.

Standar Internet

Salah satu alasan utama mengapa internet dan Web telah diterima dengn tangan terbuka oleh para pengguna komputer di seluruh dunia adalah karena keduanya bkerja sama suatu system tunggal yang dapat digunakan dari platform komputer apapun. Agar hal ini memungkinkan terjadi, setiap orang yang memberikan kontribusi pada internet dan arsitektur Web harus mengikuti aturan-aturan yang sama.

 

 

J.  APLIKASI BISNIS INTERNET

Pertumbuhan jumlah situs internet yang fenomenal telah menjadikan internet sebagai sumber informasi tidak dapat diabaikan. Internet Software Consortium (www.isc.org) telah membuat grafik peningkatan nama-nama domain dari hanya beberapa di awal 1990-an, menjadi lebih dari 353 juta pada bulan Juli 2005. Domain-domain baru ini mencerminkan kemungkinan pelanggan-pelanggan, pemasok dan sekutu-sekutu bisnis baru.

Semua area perusahaan dapat menggunakan internet, tetapi satu area yang penting adalah manajemen pasokan. Khususnya, manajemen rantai pasokan bagi penyedia layanan kesehatan mendapat perhatian khusus karena cepatnya kenaikan biaya jasa-jasa medis. Aplikasi ritel juga penting dan menjadi satu tandingan yang baik bagi contoh B2B pada manajeman rantai pasokan.

1. E-commerce dan Manajemen Rantai Pasokan Rumah Sakit

Rumah sakit harus memesan persediaan, dan merupakan hal yang sangat penting bagi layanan pasien bahwa persediaan medis yang tepat tersedia bagi kebutuhan para pasien. Rumah sakit telah melakukan sebagian besar pembelian mereka seara online. Manfaat ekonomis dari pembelian online sebagai ganti dari pembelian manual hanya berkisar 5% dan jika dibandingkn dengan keuntungan yang direalisasikan dari semakin kecilnya kesalahan pesanan pembelian, standardisasi produk yang lebih baik, membaiknya kepatuhan atas kontrak, dan kepentingan-kepentingan manajerial lainnya.

Cap Gemini Ernst & Young telah merangkum suatu bursa perdagangan klinis (clinical commerce exchange) yang digunakan melalui Internet. Global Healthcare Exchange membantu rumah sakit mengimplementasikan bursa pedagangan klinik. Perusahaan ini telah membantu Cape Fear Valley Health System di California Utara, dalam membuat satu sambungan bursa perdagangan baru dengan satu vendor dalam waktu satu jam. Kecepatan dan kemudahan sambungan ke vendor baru pada e-commerce adalah insentif yang kuat untuk perubahan. Akan tetapi pengalaman dari Cape ear Valley System menunjuk pada perubahan-perubahan manajerial yang penting. Pertama, dalam sistem sebetulnya pembeli cenderung membeli apapun yang diinginkan oleh dokter dan pegawai klinik lain, tanpa melihat harganya. Kedua, tingginya biaya untuk membuat EDI membuat vendor-vendor kecil tidak dapat melakukan e-commerce dengan rumah-rumah sakit.

2. Aplikasi Ritel

Aplikasi bisnis web yang paling dikenal masyarakat umum adalah ritel. Sebagian besar rantai ritel besar telah hadir di web. Banyak peritel membuat home pagemereka yang dapat secara langsung diakses melalui web. Beberapa lebih memilih untuk bergabung dengan toko-toko lain di suatu situs gabungan yang disebut mal maya (virtual mall) dengan harapan bahwa satu nama mal akan lebih mudah untuk dikenali dan ditemukan daripada nama toko mereka masing-masing.

Statistik pembelian onlinejuga menarik. Suatu studi pada tahun 2005 menemukan bahwa 70% pembeli dewasa di Amerika Serikat menggunakan internet sebagai sumber informasi untuk membantu dalam perbelanjaan mereka. Trennya adalah semakin banyak belanja online.

K. SARAN-SARAN KEBERHASILAN PENGGUNAAN INTERNET

  • Pastikan situs Web Anda kuat.
  • Pastikan browser dan struktur basis data Anda fleksibel maupun intuitif.
  • Menekankan isi.
  • Sering diperbarui.
  • Melihat di luar pelanggan.
  • Tujukan isi pada kebutuhan spesifik pengguna.
  • Menjadikan Internet intuitif.
  • Berada di lokasi Web yang tepat.
  • Ciptakan rasa kebersamaan.
  • Carilah bantuan jika Anda membutuhkannya.

 

Saran-saran di atas sekaligus menunjukkan bahwa memanfaatkan web secara sepenuhnya ternyata tidak hanya sekadar membuat halaman web saja. Keberadaan web yang baik membutuhkan lebih banyak usaha daripada kebanyakan proyek-proyek lain yang tidak berhubungan dengan web.

L. DAMPAK INTERNET PADA BISNIS DI MASA MENDATANG

Amerika Serikat telah melihat tingkat pertumbuhan tahunan e-commerce yang substansial sebesar hampir 15% selama lima tahun terakhir. Jumlah e-commerceyang luar biasa terjadi antar bisnis. E-commerceB2B nampaknya tidak berdampak pada pelanggan, tetapi harga yang lebih rendah dan layanan pelanggan yang lebih baik yang dimungkinkan oleh B2B adalah hal yang membuat organisasi bisnis kompetitif. Masih ada dampak lain yang akan diberi oleh jasa telepon 3G pada e-commerce B2C.

Amerika Serikat  telah lambat dalam mengambil keuntungan dari jasa ini, dan Eropa khususnya Jepang terus maju dengan aplikasi-aplikasi bisnis yang inovatif. Ini juga akan memungkinkan pelanggan dengan telepon 3G melakukan pembelian dengan menggunakan telepon mereka sebagai kartu debit atau kartu kredit. Bahkan telepon 4G yang lebih cepat telah diuji di Cina dan Jepang dan seharusnya akan tersedia tidak berapa lama lagi. Jepang mengambil posisi pimpinan dalam penggunaan telepon selular untuk transaksi-transaksi keuangan. Seiring dengan AS yang mulai mengejar ketertinggalannya dalam penggunaan jasa seluler 3G yang lebih luas, seperti jasa seluler “broadband” Verizon, AS dapat menjadi satu pemimpin dunia dalam bidang e-commerce melalui peralatan selular.

M. E-COMMERCE DI INDONESIA

1. Perkembangan E-commerce di Indonesia

E-Commerce di Indonesia sedikit-banyak tentu terkait dengan perkembangan e-commerce di negara-negara maju, misalnya seperti Amerika Serikat. Dengan ribuan inovasi cara belanja yang dihadirkan para merchant, warga AS semakin dimudahkan mendapat barang yang mereka inginkan secara mudah, cepat, dan aman. Namun pertanyaannya, samakah kondisi tersebut dengan penerimaan e-commerce di Indonesia?

Lebih dari 10 tahun terakhir para merchant dan punggawa bisnis IT di Indonesia terus menaikkan kemampuan masing-masing dalam hal kemudahan dan inovasi transaksi. Anda yang sebelumnya tidak dapat membeli produk secara online, dimudahkan dengan beragam pilihan produk. Lalu Anda yang sebelumnya harus mengontak merchant demi membeli produk, belakangan cukup dilakukan dengan mengisi formulir tertentu, dan produk dapat Anda terima tanpa perlu mengangkat telepon sekalipun.

Faktanya, jumlah penjual dan pembeli online di Indonesia memang terus meningkat dari waktu ke waktu. Asumsi ini tentu dapat menjadi tolok ukur lain potensi e-commerce di Indonesia yang masih menyisakan peluang besar. Tetapi, para merchant online perlu lebih “jor-joran” mengenalkan sistem e-commerce di Indonesia. Dengan pasar pengguna internet yang diperkirakan berjumlah 35-50 juta pengguna, merchant tak hanya perlu mengenalkan sistem e-commerce pada calon pembeli online, tetapi juga menarik calon pembeli offline lewat promosi dan edukasi pasar.

2. Masalah E-commerce di Indonesia

Kelihatannya, Indonesia bukan hanya terkenal akan pasar mobile-nya yang besar, namun juga apapun yang berhubungan dengan sosial, e-commerce dan games. Banyak orang yang tertarik dengan e-commerce di Indonesia, tahun lalu adalah tahunnya e-commerce, ditandai dengan diluncurkannya lebih dari 20 perusahaan e-commerce. Dan tentu saja banyak yang kemudian gagal, menyisakan para pemain yang telah mapan seperti Rakuten, TokoBagus, Plasa, Berniaga, Kemana, Tokopedia, dll.

Namun sejauh ini, belum ada yang cukup sukses di pasar yang sangat luas dan penuh kesempatan ini. Ada beberapa masalah yang mereka hadapi dalam menjalankan usahanya, diantaranya perilaku, sarana pembayaran, mobile, sarana logistik, dan peraturan.

 

Sistem Informasi Untuk Keunggulan Kompetitif

Resume Sistem informasi Manajemen

Nama                          : Mujiharto Panga

NIM                            : 921 411 144

Kelas/Semster            : D/IV

Jurusan                      : Akuntansi/ S1/FEB/ Universitas Negeri Gorontalo

Judul Materi  : Sistem Informasi Untuk Keunggulan Kompetitif

SISTEM INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF

Sistem informasi adalah suatu sistem virtual data mereka mencerminkan sistem fisik dari sebuah perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan  untuk memberikan keunggulan kompetitifkepada perusahaan. Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnnya. Mereka dapat keunggulan ini dengan memberikan produk dan jassa pada harga yang lebih rendah, memberikan produk dengan jassa dan kualitass yang lebih tinggi, dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan khususdari segmen-segmen pasar tertentu.

Satu yang tidak selalu terlihat jelas adalah adanya fakta bahwa sebuah perusahaan juga akan mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) didalam pasar. Ingat bahwa manajer perusahaan menggunakan sumber daya virtual sekaligus juga fisik dalam memenuhi tujuan-tujuan strategi perusahaan. Pandangan secara luas atas keunggulan kompetitif menyadari adanya organisasi-organisasi yang bersaing dengan perusahaan sekaligus sekaligus juga profesional dan staf di negara-negara lain yang bersaing memperebutkan pekerjaan dengan karyawan perusahaan. Perusahaan multinasional sering kali mengontrakkan pekerjaan (outsource) ke organisasi-organisasi lain agar dapat mencapai suatu keunggulan ekonnomi. Perusahaan yang melakukan bisnis secara global memiliki kebutuhan-kebutuhan informasi dan koordinasi khusus. Biasanya keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya fisik.
Pendukung utama keunggulan kompetitif adalah Michael Porter, yang mengembangkan konsep-konsep seperti rantai nilai (value chains) dan sistem nilai (value system).

  1. 1.        Rantai Nilai Porter

Profesor Harvard Michael E. Porter adalah orang yang paling sering dikaitkan dengan topik keunggulan kompetitif. Buku dan artikel-artikel yang ditulisnya memberikan panduan dan strategi bagi perusahaan yang mencoba untuk mendapatkan keunggulam diatas para pesaingnya. Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptakan suatu rantai nilai (value chains).
Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan apa yang disebut oleh Porter sebagia aktivitas nilai (value activities). Aktivitas ini terdiri atas dua jenis : Aktivitas nilai utama (primary value activities) dan Aktivitas nilai pendukung.(support value activities). Selain itu, ketiga aktivitas akan mempengaruhi aktivitas utama secara terpisah maupun dalam bentuk terkombinasi yaitu manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pengadaan (atau pembelian). Masing-masing nilai, baik utama atau pendukung, akan mengandung tiga unsur penting : input yang dibeli, sumber daya manusia, dan tekologi. Setiap aktivitas juga akan menggunakan dan menciptakan informasi. Sebagai contoh, spesialisasi informasi di dalam unit jasa informasi dapat menggabungkan basis data pembelian komersial, peralatan komputasi yang disewa, dan program-program yang dikembangkan sendiri untuk menghasilkan informasi pendukung keputusan bagi para eksekutif perusahaan.

 

  1. Memperluas Ruang Lingkup Rantai Makanan

Manajemen harus waspada terhadap tambahan keunggulan yang dapat dicapai dengan menngaitkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai organisasi lain kaitan seperti ini dapat meghasilkan suatu sistem interorganisasional (interorganizational system-IOS). Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi disebut sebagai sekutu bisnis (business partners) mereka bekerja bersama sebagai suatu unit tunggal yang terkoordinasi, sehingga menimbulkan suatu sinergi yang tidak dapat dicapai jika masing-masing  bekerja sendirian.

Sebuah perusahaan dapat menngaitkan rantai nilainya kepada rantai nilai pemasoknya dengan mengimplementasikansistem yang membuat sumber daya input tersedia bila dibutuhkan. Perusahaan juga dapat mengaitkan rantai nilainya dengan rantai nilai para anggota jalur distribusinya, sehingga menciptakan suatu sistem nilai (vaue system). Ketika para pembeli perusahaan produk perusahaan adalah organisasi, rantai nilai mereka akan juga dapat dikaitkan dengan rantai nilai perusahaan dan para anggota distribusinya.

  1. Dimensi-dimensi Keunggulan Kompetitif

Keunggulan dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan strategis, taktis, maupun operasional. Pada tingkat manajerial yang tertinggi  adalah tingkat perencanaan strategis, sistem informasi dapat digunakan untuk megubah arah sebuah perusahaan dapat mendapatkan keunggulan strategisnya. Pada tingkat kendali manajemen (menengah), manajer dapat memberikan spesifikasi mengenai bagaimana rencana strategis akan diimplementasikan, ehingga menciptakan suatu keunggulan taktis. Pada tingkat kendali operasional (lebih rendah), manajer dapat menggunakan teknologi informasi dalam berbagai pengumpulan data dan penciptaan informasi yang akan memastikan efisiensi operasi, sehingga mencapai keunggulan operasional.

Sistem informasi dapat mencapai keunggulan kompetitif pada tiga tingkatan yaitu : keunggulan strategis, keunggulan taktis dan keunggulan operasional. Berikut ini adalah penjelasannya ;

  1. Keunggulan Strategis

Keunggulan strategis (strategic advantage) adalah keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi perusahaan.Sistem informasi dapat digunakaan untuk mencapai keunggulan stratergis. Manajer pada tingkat perencanaan strategis dapat meraih keunggulan strategis dengan mempergunakan sistem informasi untuk membedakan perusahaannya dan para pesaing. Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan perusahaan, namun tetap masih terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dapat mencapai suatu strategis yang menyadari arti penting dari keamanan.

  1. Keunggulan Taktis

Sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis (tactical advantage) ketika perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para pesaingnya. Manajer tingkat pengendalian manajemen (tingkat menengah) dapat meraih keunggulan taktis dengan mengarahkan perancangan sistem informasi yang memiliki alat penghubung umum, seperti browser Web untuk mengakses internet, yang memungkinkan pelanggan memiliki akses langsung atas informasi.

Keputusan keunggulan strategis adalah menjadikan sistem informasi perusahaan tersedia bagi para pelanggan untuk meningkatkan layanan pelanggan. Perusahaan mengembangkan suatu sistem informasi taktis yang tidak hanya akan meningkatkan kepuasan pelanggan, namun juga akan meingkatkan profitabilitas.

  1. Keunggulan Operasional

Keunggulan operasional (operational advantage) adalah suatu keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari. Disinilah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan proses. Manajer pada tingkat pengendalian operasional (tingkat paling rendah) dapat meraih keunggulan opersional dengan mengembangkan sistem informasi yang menawarkan produk-produk komplementer ketika pelanggan mengakses pesanan mereka sebagai salah satu cara untuk secara bersamaan meningkatkan penjualan dan mendukung kepuasan pelanggan.

Ketika tiga tingkatan diatas bekerja untuk mencapai tujuan yang sama, maka perusahaan akan dapat meraih potensi keuntungan yang paling besar. Sistem informasi yang terpegaruh oleh ketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara substansial.

  1. Perencanaan Strategis Untuk Sumber Daya Manusia

Perusahaan-perusahaan pertama yang menggunakan komputer menempatkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya informasi di tangan sebuah unit khusus yang terdiri atas para profesional informasi. Unit ini, yang disebut sebagai layanan informasi (infomation service-IS), dikelola oleh seorang manajer yang mungkin memiliki status wakil presiden. Praktik yang diterima dewasa ini adalah membuat layanan informasi sebagai suatu area bisnis utama dan memuaskan manajer puncaknya di dalam kelompok eksekutif senior, seperti komite eksekutif, yang melakukan pengambilan-pengambilan keputusan penting bagi perusahaan.

  1. Chief Information Officer Dan Chief Technology Officier

Istilah CEO, untuk “chief executive officer”, pertama kali dicantumkan dalam kosakata bisnis untuk menunjukkan seseorang (presiden atau ketua dewan direksi) yang memiliki pengaruh terbesar dalam mengarahkan perusahaan. Istilah-istilah seperti CFO, untuk “chief financial officer”, dan CCO, untuk “chief operating officer”, kemudian juga ikut dibuat. Terminologi yang serupa juga diciptakan untuk manajer layanan informasi. Pertama, istilah CIO, untuk “cheif information officer”, digunakan lalu belakangan ini, istilah CTO, untuk “chief technology officer”, mulai muncul. Istrilah-istilah ini menggambarkan peranan penting yang seharusnya dimainkan oleh manajer puncak layanan informasi. Chief information officer (CIO) atau chief technology officer (CTO) adalah manajer dengan tingkat tertinggi dilayanan informasi. Orang ini akan menyumbangkan keahlian manajerial dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak hanya berhubungan dengan layanan informasi saja, melainkan juga area-area operasi perusahaan lain. Chief information officer (atau chief  technology officer) memaikan peran penting dalam perencanaan strategis suatu usaha, area bisnis, dan sumber daya informasi. Sebuah rencana strategis untuk sumber daya informasi akan mengindetifikasikan tujuan-tujuan yang harus dipenuhi oleh sistem informasi perusahaan di tahun-tahun mendatang dan sumber daya informasi yang akan diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

CIO dan CTO dapat memosiasikan layanan informasi sebagai salah satu unsur vital dalam struktur organisasi perusahaan dengan melaksanakan saran-saran berikut ini :

²  Meluangkan waktu dalam bisnis dan pelatihan bisnis.

²  Secara aktif mencari kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen ini jangan menunggu untuk diundang.

²  Fokus pada perbaikan proses bisnis.

²  Menjelaskan biaya-biaya IS dalam istilah bisnis

²  Membangun krebilitas dengan memberikan jasa IS yanng dapat diandalkan.

²  Terbuka untuk ide-ide yang berasal dari luar bidang IS.

9. Perencaan Strategis Bagi Perusahaan

Ketika sebuah perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya ke dalam suatu komite eksekutif, kelompok ini biasanya akan bertanggung jawab atas perencanaan strategis bagi keseluruhan perusahaan. Pada tingkat paling minimum, komite eksekutif terdiri atas presiden atau wakil presiden bidang-bidang bisnis perusahaan. Komite ini akan menentukan rencana bisnis strategis organisasi.

Setelah rencana dibuat, komite eksekutif akan memonitor pelaksanaan sepanjang tahun dan jika dibutuhkan mengambil tindakan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, rencana dapat berupa dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan situasi. Komite juga dapat mengambil inisiatif pengambilan keputusan yang ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh sasaran perusahaan akan tercapai.

10. Rencana Strategis Untuk Area-Area Bisnis

Ketika para eksekutif sebuah perusahaan sepenuhnya memiliki komitmen pada perencanaan strategis, mereka melihat adanya kebutuhan bagi masing-masing area bisnis untuk mengembangkan rencana strategisnya sendiri. Rencana area bisnis akan merinci bagaimana area-area tersebut akan mendukung usaha ketika berusaha mencapai sasaran strategisnya.

Salah satu pendekatan pada perencanaan strategis area bisnis adalah untuk setiap area membuat rencananya sendiri secara terpisah dari area-area yang lain. Akan tetapi, pendekatan seperti ini tidak dapat memastikan bahwa area-area akan dapat bekerja sama dengan baik.

Selama beberapa tahun terakhir, unit IS mungkin telah mendedikasikan sebagai besar perhatian mereka pada perencanaan strategi daripada kebanyakan area bisnis yang lain. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas ini adalah perencanaan strategis untuk sumber daya informasi (strategic planning for information resource-SPIR)