HUBUNGAN KONSEP HUTANG DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN

HUBUNGAN KONSEP HUTANG DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN

 

PRODI                 :    S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

 

ABSTRAK

Setiap perusahaan umumnya memiliki kewajiban atau yang biasa disebut dengan utang yang harus diselesaikan atau dibayar oleh perusahaan . Jadi dalam bahasa yang sederhana kewajiban adalah utang yang harus dibayar atau diselesaikan oleh perusahaan dimasa yang akan datang dengan menggunakan kas, barang atau jasa. Sebagai contoh adalah kewajiban atau utang yang timbul akibat perusahaan meminjam uang ke bank, kewajiban atau utang yang timbul dari pembelian barang secara kredit, kewajiban atau utang yang timbul dari pembayaran gaji pegawai yang tertunda dan sebagainya. Dividen merupakan pembayaran dividen pertama yang dilakukan oleh perusahaan setelah IPO. Sedangkan kebijakan inisiasi dividen merupakan kebijakan yang terkait dengan keputusan tentang besarnya payout dan timing dari dividen pertama pasca IPO. Inisiasi dividen merupakan indikasi pertama yang bersifat publik tentang kesediaan manajer perusahaan untuk mendistribusikan kelebihan kas kepada para pemegang saham dibanding menginvestasikannya ke dalam proyek- proyek baru

 

Kata Kunci: Konsep hutang, Kebijakan Dividen, Stabilitas Pembagian Dividen

 

PENDAHULUAN

Karakteristik hutang berkaitan dengan sisi semantik dari hutang. Pemahaman terhadap karakteristik hutang memainkan peranan penting dalam mengidentifikasi apakah transaksi atau peristiwa tertentu betul-betul memenuhi kriteria hutang sehingga dapat dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan. Karakteristik tersebut berkaitan dengan identifikasi terhadap definisi hutang

Sejalan dengan pengertian aktiva, hutang didefinisikan berdasarkan makna ekonomi yang berkaitan dengan kejadian/peristiwa masa mendatang yaitu sesuatu yang dikaitkan dengan manfaat ekonomi. Menurut FASB (Financial Accounting Standard Board) dalam SFAC No.6, hutang didefinisikan sebagai berikut :

Hutang adalah pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang yang mungkin timbul karena kewajiban sekarang suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lain di masa mendatang sebagai akibat transaksi masa lalu.

Bagi para pemegang saham atau investor, dividen kas merupakan tingkat pengembalian investasi mereka berupa kepemilikkan saham yang diterbitkan perusahaan lain. Bagi pihak manajemen, dividen kas merupakan arus kas keluar yang mengurangi kas perusahaan. Oleh karenanya kesempatan untuk melakukan investasi dengan kas yang dibagikan sebagai dividen tersebut menjadi berkurang. Bagi kreditor, dividen kas dapat menjadi signal mengenai kecukupan kas perusahaan untuk membayar bunga atau bahkan melunasi pokok pinjaman. Kebijakan dividen kas yang cenderung membayarkan dividen dalam jumlah relatif besar akan mampu memotivasi pemerhati untuk membeli saham perusahaan. Perusahaan yang memiliki kemampuan membayar dividen diasumsikan masyarakat sebagai perusahaan yang menguntungkan.

 

LANDASAN TEORI

  1. 1.    Pengertian Hutang

Menurut Hanafi Mamduh ( 2004 :29) menyatakan bahwa

Hutang didefinisikan sebagai pengorbanan ekonomis yang mungkin timbul dimasa mendatang dari kewajiban organisasi sekarang untuk mentransfer asset atau meberikan jasa kepihak lain di masa mendatang, sebagai akibat transaksi atau kejadian di masa lalu

Sedangkan Munawir menyatakan (2004:18) bahwa:

Hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor”.

Untuk perhitungannya penulis menggunakan salah satu rumus untuk mengukur sampai berapa jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang (Total Debt To Total Capital Asset). Rasio Total Debt To Total Capital Assets dihitung dengan membagi total hutang dengan jumlah aktiva atau berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin hutang.

Total Debt To Total Capital Assets  =

Total Hutang

X

100%

Jumlah Aktiva

 

  1. 2.    Pengertian Kebijakan Dividen

Dividen adalah pembayaran bagian laba perusahaan kepada pemegang saham. Suatu perusahaan tidak harus membayar dividen kepada pemegang saham, namun demikian jika investor membeli saham dengan harapan akan mendapat dividen dan perusahaan tidak membayarnya maka mereka dapat menjual saham mereka. Jika terlalu banyak saham yang di jual maka nilai saham akan mengalami penurunan. Dividen dapat dibayar dengan uang atau dengan saham. Dividen saham adalah pembayaran dalam bentuk saham yang lebih banyak.

Kebijakan dividen merupakan salah satu fungsi utama seorang manajer keuangan dalam membuat keputusan keuangan perusahaan. Berikut ini akan diuraikan beberapa definisi kebijakan dividen menurut beberapa orang ahli yaitu sebagai berikut :

Menurut Fred J. Weston dan Thomas E. Copeland (1997 : 657) :

“Dividend policy determines the divisions of earning between payments to stockholders and reinvestment in the firm. Retained earning are one of the most significant sources of funds for financing cooperate growth, but dividens constitute the cash flows that accure to stockholders.”

Menurut Bambang Riyanto (2001 : 265) :

Kebijakan dividen adalah bersangkutan dengan penentuan pembagian pendapatan (earnings) antara penggunaan pendapatan untuk dibayarkan kepada para pemegang saham sebagai dividen atau untuk digunakan didalam perusahaan, yang berarti pendapatan tersebut harus ditahan didalam perusahaan.”

Berdasarkan agency theory, pihak manajemen adalah agen (agents) pemilik, sedangkan pemilik perusahaan merupakan principal. Jensen dan Meckling (1976) memperlihatkan bahwa pemilik dapat meyakinkan diri mereka bahwa agen akan membuat keputusan yang optimal bila terdapat insentif yang memadai dan mendapatkan pengawasan dari pemilik. Konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham akan mengakibatkan biaya keagenan (agency cost). Biaya keagenan dapat diminimalkan dengan suatu mekanisme pengawasan yang dapat mensejajarkan kepentingan yang terkait tersebut. Kebijakan dividen kas dapat menjadi salah satu bentuk mekanisme pengawasan pemegang saham terhadap pihak manajemen. Pemegang saham berusaha menjaga agar pihak manajemen tidak terlalu banyak memegang kas karena kas yang banyak akan menstimulus pihak manajemen untuk menikmati kas tersebut bagi kepentingan dirinya sendiri.

Pihak manajemen akan membatasi arus kas keluar berupa dividen kas yang berjumlah terlalu besar dengan alasan mempertahankan kelangsungan hidup, menambah investasi untuk pertumbuhan atau melunasi hutang (Suharli, 2004).

 

PEMBAHASAN

  1. 1.      Penggolongan Hutang

Penggolongan hutang, ada yang hanya membaginya dalam dua golongan, yaitu hutang jangka pendek (kurang dari satu tahun) dan hutang jangka panjang (lebih dari satu tahun). Tetapi banyak asumsi yang membagi hutang dalam tiga golongan yaitu :

1)      Hutang Jangka Pendek (Short–term debt)

Hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang perlunasannya atau pembayaran akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan. (Munawir.S, 2004:18)

Sebagian besar hutang jangka pendek terdiri dari kredit perdagangan barang / jasa, yaitu kredit yang diperlukan untuk dapat menyelenggarakan usahanya. Adapun jenis-jenis hutang jangka pendek diantaranya adalah :

  1. Rekening Koran

Kredit Rekening Koran adalah kredit yang diberikan oleh Bank kepada perusahaan dengan batas plafond tertentu dimana perusahaan mengambilnya tidak sekaligus melainkan sebagian demi sebagian sesuai dengan kebutuhannya, dan bunga yang dibayar hanya untuk jumlah yang telah diambil saja, meskipun sebenarnya perusahaan meminjamnya lebih dari jumlah tersebut.

  1. Kredit Dari Penjual

Kredit penjual merupakan kredit perniagaan (Trade-credit) dan kredit ini terjadi bila penjualan produk dilakukan dengan kredit. Pada umumnya perusahaan yang memberi kredit penjual adalah perusahaan industri, sedamgkan perusahaan yang menerima adalah perusahaan perdagangan.

  1. Kredit wesel

Kredit wesel ini terjadi apabila perusahaan mengeluarkan surat pengakuan hutang yang berisikan kesanggupan untuk membayaar sejumlah uang tertentu kepada pihak tertentu dan pada saat tertentu dan setelah ditandatangani surat tersebut dapat dijual atau diuangkan pada Bank.

2)      Hutang Jangka Menengah (Intermediate-term debt)

Hutang jangka menengah adalah hutang yang jangka waktu atau umumnya lebih dari satu tahun dan kurang dari sepuluh tahun”. (Bambang Riyanto, 2001:232)

Kebutuhan membelanjai dengan usaha dengan jenis kredit ini di rasakan karena adanya kebutuhan yang tidak dapat di penuhi dengan kredit jangka pendek di satu pihak dan sukar untuk dipenuhi dengan kredit jangka panjang di lain pihak.Untuk kebutuhan modal yang tidak begitu besar jumlahnya juga tidak ekonomis untuk dipenuhi dengan dana yang berasal dari pasar modal.

Bentuk-bentuk utama dari hutang jangka menengah yang utama adalah :

  1. Tearm Loan 

Tearm Loan adalah kredit usaha dengan umur lebih dari satu tahun dan kurang dari 10 tahun. Pada umumnya tearm loan di bayar kembali dengan angsuran tetap selama satu periode tertentu (amortization payment), misalkan pembayara angsuran dilakukan setiap bulan, setiap kuartal, atau setiap tahun.

  1. Leasing.

Leasing adalah suatu alat atau cara untuk mendapatkan services dari suatu aktiva tetap yang pada dasarnya adalah sama seperti halnya apabila kita menjual obligasi untuk mendapatkan services dan hak milik atas aktiva tersebut dan perbedaannya pada leasing tidak disertai dengan hak milik. Lebih khususnya, lease adalah persetujuan atas dasar kontrak dimana pemilik dari aktiva (lessor) menginginkan pihak lain (lessee) untuk menggunakan jasa dari aktiva tersebut selama satu periode tertentu. Hak milik atas aktiva tersebut tetap pada lessor .

3)      Hutang Jangka Panjang, (long term debt)

Hutang jangka panjang atau long-term debt adalah satu bentuk perjanjian antara peminjam dengan kreditur dimana kreditur bersedia memberikan pinjaman sejumlah tertentudan peminjam bersedia untuk membayar secara periodik yang mencakup bunha dan pokok pinjaman (Agus Sartono, 2001:324)

Adapun jenis dan bentuk-bentuk utama dari hutang jangka panjang (Long-term debt) antara lain  :

  1. Pinjaman Obligasi (Bond Payables).

Obligasi merupakan instrumen hutang jangka panjang yang digunakan oleh pemerintah atau perusahaan untuk mendapatkan dana jangka panjang.

Pinjaman Obligasi adalah pinjaman uang untuk jangka waktu yang panjang, untuk mana si debitur mengeluarkan surat pengakuan hutang yang mempunyai nominal tertentu (Bambang Riyanto, 2001:238)

  1. Pinjaman Hipotik (Mortgage)

Pinjaman hipotik merupakan pinjaman jangka panjang dimana pemberi uang (kreditur) diberi hak hipotik terhadap suatu batang tidak bergerak. Hipotik merupakan bentuk hutang jangka panjang dengan agunan aktiva tidak bergerak (Tanah bangunan) dalam perjanjian kreditnya disebutkan secara jelas aktiva apa yang di pergunakan sebagai agunan. (Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti, 2002:416)

 

  1. 2.      Pengukuran dan Pengakuan Hutang

Hutang diakui bila transaksi yang menimbulkan kewajiban telah terjadi APB  (APB Statement nomor. 4 paragraph 181) dan FASB (SFAC 5 paragraf 67) menyatakan bahwa hutang diukur berdasarkan jumlah uang pada suatu transaksi. Kewajiban baru dapat diakui bila memenuhi kriteria definisi, dapat diukur, relefan, dan dapat diandalkan. Suatu perbedaan dapat dilakukan antara kewajiban sekarang dan masa yang akan datang. Kewajiban biasanya timbul dan diakui hanya kalau aktiva telah diserahkan atau perusahaan telah membuat perjanjuan yang tidak dapat dibatalkan untuk membeli aktiva. Secara umum saat pengakuan dan pengukuran kewajiban cukup jelas, karena kewajiban timbul dari perjanjian yang  jumlah saat pembayarannya tercantum dalam perjanjian (kontrak).

Dengan demikian, besarnya nilai hutang tersebut harus didiskontokan dengan tingkat bunga tertentu dengan rumus :

                 PV = F (1+r)-1

PV            = Nilai sekarang dari hutang pada tanggal pembelian

F   = Aliran kas masa mendatang pada periode t dari tanggal penilaian

r    = Tingkat bunga

     Pendiskontoan terhadap elemen laporan keuangan menurut Weil (1990), hanya dapat dilakukan antara lain bila : Elemen tersebut menunjukkan kewajiban untuk membayar sejumlah tertentu yang dapat ditaksir dengan cukup pasti dan Perusahaan akan membayar jumlah tersebut dalam periode lebih dari satu tahun setelah tanggal neraca

 

  1. 3.    Prosedur standar pembayaran dividen tunai

Karena umumnya pembayaran dividen dilakukan dengan tunai, maka sebelum kita membicarakan tentang teori kebijakan dividen kita akan membicarakan terlebih dahulu bagaimana prosedur pembayaran dividen tunai. Agak berbeda dengan di amerika serikat yang menyatakan bahwa keputusan untuk membagi dividen berada di tangan board of directors di Indonesia keputusan untuk membagi dividen pada dasarnya berada ditangan Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS (UU no. 1 tahun 1995,pasal 62 ayat 1 dan 2). Apabila RUPS telah memutuskan untuk membagikan dividen, maka tanggal keputusan tersebut merupakan declaration date.

Dalam keputusan tersebut di sebutkan bahwa para pemegang saham yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal tertentu dinyatakan berhak untuk menerima dividen. Tanggal teersebut disebut sebagai date of record.

Lima hari kerja sebelum date of record tersebut di tentukan tanggal ex-dividend. Pada tanggal ini (atau sesudahnya) pembeli saham tidak berhak untuk memperoleh dividen yang akan di bagikan. Karena itu pada hari tersebut atau sesudahnya, di katakana saham diperdagangkan ex-div sedangkan sebelumnya dikatakan sebagai cum-div. dengan demikian maka apabila suatu saham di perdagangkan pada periode cum-div dengan harga Rp. 3.000 sedangkan RUPS telah memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp.200, maka mungkin sekali pada saat ex-div saham tersebut akan diperdagangkan dengan harga Rp.2800.

Akhirnya, pada RUPS tersebut harus disebutkan kapan dividen akan di bayarkan, dan bagaimana cara pembayaranya, tanggal pembayaran tersebut di sebut sebagai payment date.

Untuk memperjelas uraian di atas, berikut ini di berikan contoh tentang prosedur pembayaran dividen PT.Berlina. untuk memudahkan pemahaman, penyajian di berikan dalam bentuk gambar sebagaimana di tunjukan pada gambar berikut.

Pada gambar tersebut terlihat bahwa keputusan untuk membagikan dividen di lakukan pada awal januari 1995. Daham yang di beli pada tanggal 23 januari (atau sebelumnya) masih berhak memperoleh dividen. Tetapi apabila saham tersebut di beli pada tanggal 24 januari atau sesudahnya, saham tersebut tidak berhak memperoleh dividen. Para pemegang saham yang namanya tercantum pada daftar pemegang saham pada tanggal 31 januari 1995 berhak memperoleh dividen yang akan di bagikan pada 15 februari 1995.

 

 

 

Awal jan 95     24 jan 95                     31 jan 95                                 15 feb 95

Declaration      Ex-devedent               date Record date                    Payment date

Gambar. Prosedur pembayaran dividen

 

  1. 4.    Kontroversi dividen

Kebijakan dividen masih merupakan masalah yang mengundang perdebatan, karena terdapat lebih dari satu pendapat. berbagai pendapat tentang dividen bisa dikelompokkan menjadi 3,yaitu:

  1. Pendapat yang menginginkan dividen dibagikan sebesar-besarnya.
  2. Pendapat yang mengatakan bahwa kebijakan dividen tidak relevan
  3. Pendapat yang mengatakan bahwa perusahaan seharusnya justru membagikan dividen sekecil mungkin.

Berikut ini penjelasan singkat masing-masing pendapat tersebut.

  1. Dividen di bagi sebesar-besarnya

Argumentasi pendapat ini adalah bahwa harga saham di pengaruhi oleh dividen yang di bayarkan. Argumentasi tersebut mempunyai kesalahan dalam hal bahwa peningkatan pembayaran dividen hanya di mungkinkan apabila laba yang di peroleh oleh perusahaan juga meningkat. Perusahaan tidak bisa membagikan dividen yang makin besar apabila laba yang di peroleh tidak meningkat.  Memang benar kalau perusahaan mampu meningkatkan pembayaran dividen karena peningkatan laba. Memang benar kalau harga saham akan naik. Meskipun demikian kenaikan harga saham tersebut adalah disebabkan karena kenaikan laba dan bukan kenaikan pembayaran dividen.

Juga tidak benar kalau perusahaan harus membagikan semua laba sebagai dividen, hanya karena perusahaan harus membagikan dividen sebesar-besarnya. Laba dibenarkan untuk di tahan,kalau dana tersebut bisa di investasikan dan menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih besar dari biaya modalnya. ( penginvestasian tersebut berarti memberikan NPV yang positif.

  1. Dividen tidak relevan

Mereka yang menganut pendapat ini mengatakan bahwa perusahaan bisa saja membagikan dividen yang banyak ataupun sedikit, asalkan di mungkinkan  menutup kekurangan dana dari sumber ekstern. Jadi yang palin penting adalah apakah investasi yang tersedia diharapkan akan memberikan NPV yang positif, tidak perduli apakah dana yang dipergunakan untuk membiayai berasal dari dalam (menahan laba) ataukah dari luar perusahaan (menerbitkan saham baru). Dampak pilihan keputusan tersebut sama saja bagi kekayaan pemodal, atau keputusan dividen adalah tidak relevan (the irrelevant of dividend)

  1. Dividen dibagikan sekecil-kecilnya

Pendapat bahwa dividen tidak relevan mendasarkan diri atas pemikiran bahwa membagikan dividend an menggantinya dengan menerbitkan saham baru mempunyai dampak yang sama terhadap kekayaan pemegang saham (lama). Analisis tersebut sayangnya, demikian penganut pendapat bahwa dividen seharusnya di bagikan sekecil-kecilnya, mengabaikan adanya biaya emisi (floatation costs­). Apabila perusahaan menerbitkan saham baru, perusahaan akan menanggung berbagai biaya (yang di sebut dengan floatation costs). Seperti biaya notaris, akuntan, konsultan hukum, pendaftaran saham, dan sebagainya. Yang bisa berkisar antara 2-4%.

 

  1. 5.    Dana yang bisa di bagikan sebagai dividen

Dalam prakteknya pembagian dividen di kaitkan dengan laba yang di peroleh oleh perusahaan dan tersedia bagi pemegang saham. Laba ini di tunjukan dalam laporan  rugi laba sebagai baris terakhir dalam laporan (karena di sebut sebagai battom line), dan di sebut sebagai laba setelah pajak (earning after taxes).

Kalau kita kembali kepada teori keuangan, maka besarnya dana yang bisa di bagikan sebagai dividen (atau di investasikan kembali) bukanlah sama dengan laba setelah pajak. Dana yang di peroleh dari hasil operasi selama satu periode tersebut adalah sebesar laba setelah pajak di tambah dengan penyusutan. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa kita bisa membagikan sejumlah ini sebagai dividen. Karena kalau seluruh dana tersebut di bagikan sebagai dividen, maka perusahaan tidak akan bisa melakukan penggantian aktiva tetap di masa yang akan dating, kalau ini terjadi maka kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba akan berkuang.

Dalam teori keuangan, jumlah dana yang bisa di bagikan sebagai dividen bisa dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

D  =          E  +  Penyusutan – investasi pada A.T. – Penambahan M.K.

 

Keterangan :

D         = Dividen

E          = Laba Setelah Pajak

A.T      = Aktiva Tetap

M.K     = Modal Kerja

Persmaan tersebut menunjukkan bahwa dana yang bisa di peroleh dari operasi perusahaan (yaitu E + Penyusutan) di atas keperluan investasi untuk menghasilkan laba di masa yang akan dating (yaitu investasi pada AT dan MK) hanya saja untuk menyederhanakan analisis sering di asumsikan bahwa investasi pada aktiva tetap akan di ambilkan dari dana penyusutan, dan modal kerja di anggap tidak berubah (sehingga tidak perlu menambah modal kerja). Apabila asumsi ini dipergunakan, maka bisa dimengerti kalau besarnya D akan di tentukan oleh E. maksimum D yang bisa di bagikan adalah sama dengan E.

Karena itulah bisa di mengerti mengapa dalam prakteknya di gunakan laba bersih setelah pajak sebagai ukuran jumlah maksimum dana yang di bagikan sebagai dividen yang di bagikan misalnya 40% dari E. maka ini berarti bahwa yang 60% di pergunakan untuk menambah dana dari penyusutan untuk investasi pada aktiva tetap dan penambahan modal kerja.

 

  1. 6.    Stabilitas dividen dan residual decision of divided

Dalam prakteknya  nampaknya perusahaan tidak menerapkan keputusan dividen sebagai residual decision,hal ini terlihat adanya kecenderungan bahwa perusahaan enggan  menurunkan pembayaran dividen meskipun barangkali mengalami penurunan perolehan laba. Dengan kata lain, keputusan dividen nampaknya menjadi keputusan aktif, dan bukan pasif.

Penyebabnya adalah bahwa dividen nampaknya mempunyai isi informasi (informational cintent of dividend). Nampaknya peningkatan atau penurunan pembayaran dividen sering di tafsirkan sebagai keyakinan manajemen akan prospek perusahaan. Apabila perusahaan meningkatkan pembayaran membaiknya kinerja perusahaan di masa yang akan datang. Demikian pula apabila terjadi sebaliknya, dengan demikian manajemen akan enggan untuk mengurangi pembagian dividen, kalau hal ini di tafsirkan memburuknya kondisi perusahaan di masa yang akan dating  (sehingga akan menurunkan harga saham).

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa yang palin penting adalah apakah pembagian dividen tersebut di tangkap sebagai signal oleh para pemodal tentang prospek dan risiko perusahaan di masa yang akan datang. Jadi tidak benar bahwa pemodal menyukai dividen karena penerimaan dividen merupakan penghasilan yang pasti dan kenaikan harga saham (capital gains) merupakan sesuatu yang tidak pasti. Argumentasi yang di sebut sebagai bird in hand argument tersebut tidaklah tepat.argumen tersebut mempunyai kesalahan sebagai berikut, apabila penginvestasian kembali tersebut,

a)      Di harapkan memberikan tingkat keuntungan yang lebih besar dari biaya modalnya (dengan kata lain di harapkan memberikan NPV positif)

b)      Semua pemodal mempunyai pengharapan yang sama

c)      Pasar modal efisien.

 

  1. 7.    Menentukan kebijakan dividen

Dalam menentukan kebijakan dividen perlu memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :

a)      Tidak benar bahwa perusahaan seharusnya membagikan dividen sebesar-besarnya. Apabila dana yang diperoleh dari operasi perusahaan bisa di pergunakan dengan menguntungkan, dividen menguntungkan, dividen tidak perlu di bagikan terlalu besar (bahkan secara sistematis tidak perlu membagi dividen).

b)      Karena ada keengganan untuk menurunkan pembayaran dividen perlembar saham, ada baiknya kalau perusahaan menentukan dividen dalam jumlah (dan rasio payout) yang tidak terlalu besar. Dengan demikian memudahkan perusahaan untuk meningkatkan pembayaran dividen kalau laba perusahaan meningkat, dan tidak perlu segera menurunkan pembayaran dividen kalau laba menurun.

c)      Apabila memang perusahaan menghadapi kesempatan investasi yang menguntungkan, lebih baik perusahaan mengurangi pembayaran dividen daripada menerbitkan saham baru. Penurunan pembayaran dividen mungkin akan di ikuti dengan penurunan harga saham , tetapi apabila pasar modal efisien harga akan menyesuaikan kembali dengan informasi yang sbenarnya.(yaitu adanya investasi yang menguntungkan)

d)     Karena pemodal juga membayar pajak penghasilan (personal tax), maka bagi pemodal yang sudah berada dalamm tax backet yang tinggi di Indonesia ( di Indonesia tax bracket tertinggi adalah  30%). Mungkin akan lebih menyukai untuk tidak menerima dividen (karena harus segera membayar pajak) dan menikmati capital gains. Kalau sebagian besar pemegang saham merupakan pemodal yang mempunyai tax bracket tinggi, pembagian dividen akan cenderung tidak terlalu besar.

e)      Apabila terdapat bias in favour of capital gains. Maka pemodal akan lebih menyukai untuk menerima dividen dalam jumlah yang lebih kecil.

 

  1. 8.    Pengaruh Debt To Equity ratio terhadap Dividen Payout Ratio

Semakin tinggi Debt to Equity Ratio semakin berkurang kemampuan perusahaan membayar dividen sebaliknya semakin turun Debt to Equity Ratio semakin tinngi kemampuan perusahaan membayar dividen.Komitmen perusahaan disektor manufaktur untuk melakukan pembayaran dividen secara teratur menyebabkan kemampuan pembayaran dividen tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya hutang perusahaan bahkan kenaikan hutang dapat menigkatkan kemampuan perusahaan membayar dividen selama penggunaan hutang harus selalu diiringi dengan peningkatan laba perusahaan. Hal ini sesuai dengan teori keuangan yang menyatakan jangan lakukan hutang baru jika tidak menghasilkan tambahan laba.Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Sartono (2001: 66)

 

SIMPULAN

Hutang didefinisikan sebagai pengorbanan ekonomis yang mungkin timbul dimasa mendatang dari kewajiban organisasi sekarang untuk mentransfer asset atau meberikan jasa kepihak lain di masa mendatang, sebagai akibat transaksi atau kejadian di masa lalu

Hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang perlunasannya atau pembayaran akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.

Hutang jangka menengah adalah hutang yang jangka waktu atau umumnya lebih dari satu tahun dan kurang dari sepuluh tahun

Hutang jangka panjang atau long-term debt adalah satu bentuk perjanjian antara peminjam dengan kreditur dimana kreditur bersedia memberikan pinjaman sejumlah tertentudan peminjam bersedia untuk membayar secara periodik yang mencakup bunha dan pokok pinjaman

Dividen adalah pembayaran bagian laba perusahaan kepada pemegang saham. Suatu perusahaan tidak harus membayar dividen kepada pemegang saham, namun demikian jika investor membeli saham dengan harapan akan mendapat dividen dan perusahaan tidak membayarnya maka mereka dapat menjual saham mereka. Jika terlalu banyak saham yang di jual maka nilai saham akan mengalami penurunan. Dividen dapat dibayar dengan uang atau dengan saham. Dividen saham adalah pembayaran dalam bentuk saham yang lebih banyak.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hanafi, Mamduh M. 2004, Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE

 

 Munawir, S. 2004. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty

 

1997. manajemen keuangan jilid 1. Edisi binarupa aksara. Jakarta

 

 Riyanto, Bambang. 1997. Dasar – Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: BPFE

 

Jensen, M. and Meckling, W., 1976,  ìTheory of the Firm: Managerial Behavior  Agency Cost, and Ownership Structureî, Journal of Finance Economics 3,  pp. 305-360.

 

 Sartono, R. Agus. 2001. Manajemen Keuangan (Teori dan Aplikasi). Yogyakarta: BPFE

 

Riahi – Belkoui, Ahmed. Teori Akuntansi. Jilid ke-1. Jakarta : Penerbit Salemba Empat, 2000.

 

Warren, Fees, Reeve, Accounting, USA: South-Western-College Publishing.

 

Sudarsi, Sri 2002. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividen Payout Ratio pada Industri Perbankan yang Listed di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Jurnal bisnis dan ekonomi.

 

Black, F., dan Scholes, M. 1974. “The Effects on Dividend Yield and Dividend Policy on Common

 

Stock Prices and Returns”. Journal of Financial Economics; Gordon. M. J. 1962. “The Savings. Investment and Valuation of a Corporation”. Review of Economics and Statistics. (February);

 

Howton, S.D., Howton, S.W., dan Perfect, S.B. 1998. “The Market Reaction to Straight Debt Issues:

 

The Effects of Free Cash Flow”. The Journal of Financial Research. Vol. XXI. No.2. PP. 219- 228;

 

Stice, E.K., Stice, J.D., dan Skousen, K.F. 2005. Intermediate Accounting, 15th Edition, South- Western Publishing Co. Cincinati. Ohio;

 

Suharli, M. 2004. “Studi Empiris Terhadap Faktor Penentu Kebijakan Jumlah Dividen”. Tesis Magister Akuntansi (Tidak Dipublikasikan). Jakarta;

Iklan

STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

STRUKTUR  TEORI  AKUNTANSI

S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI  DAN BISNIS

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

ABSTRACK

Struktur  teori akuntansi adalah elemen-elemen yang saling terkait dan menjadi pedoman bagi pengembangan teori dan perumusan standar, adapun elemen-elemen yang terkait antara lain (a)rumusan tentang tujuan laporan keuangan(b)postulat akuntansi(c)konsep teoritis akuntansi (d)prinsip dasar akuntansi(e)standar atau teknik akuntansi.akuntansi lahir dengan maksud memberikan jasa kepada penggunannya berupa informasi keuangan yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan.lahirnya akuntansi maka tidak lepas dari pembentukan suatu standar akuntansi. standar merupakan konsensus tentang cara pencatatan sumber-sumber ekonomi, kewajiban ,pendapatan,biaya dan pelaporan dalam bentuk laporan keuangan.standar akuntansui merupakan  masalah penting dalam dunia profesi akuntansi termasuk bagi para pemakai laporan keuangan.oleh karena itu mekanismenya pebentukan standar harus dapat diatur sedemikian rupa.

Keyword: Struktur Pengembangan Teori Dan Perumusan Standar Akuntansi

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

            Untuk pengembangan sistem akuntansi tentunya perlu pengembangan dari basis teorinya, sehingga sistem akuntansi tersebut bisa lebih bermanfaat bagi pemakainya, lebih mudah mengembangkannya dan lebih mudah lagi dalam memprediksi apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang yang tentunya berkaitan dengan praktik akuntansi itu sendiri. Teori akuntansi mengandung dua kata, yaitu teori dan akuntansi. Menurut Webster’s Third New International Dictionary mendefinisikan Teori sebagai suatu susunan yang saling berkaitan tentang hipotesis, konsep dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka acuan untuk suatu bidang. Teori  mencakup pertimbangan akan tujuan pelaporan eksternal, didasarkan pada perspektif tertentu peran akuntansi, Memprediksi teori Akuntansi Positif , Memprediksi bahwa kekuatan relatif dari kelompok pemangku kepentingan tertentu, pemberian informasi akuntansi kepada orang-orang diluar organisasi, Memprediksi informasi akuntansi yang sah dan bahwa informasi akuntansi dapat digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan, mempertahankan Teori Legitimasi. Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksi dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Teori didefinisikan sebagai konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena, dengan menjelaskan hubungan antar variabel yang bertujuan untuk menjelaskan serta memprediksi suatu fenomena.

 

LANDASAN TEORI

  1. Pengertian Teori Akuntansi

          Menurut  (Henderiksen (1970).  Teori adalah Sebuah seperangkat prinsip hipotetis, konseptual dan pragmatis membentuk kerangka acuan umum untuk suatu bidang penelitian. Seadangkan menurut FASB Teori adalah  sistem yang koheren  memiliki tujuan yang saling terkait dan fundamental yang dapat menyebabkan standar yang konsisten.

          Menurut C. Rollin Niswonger, Carl S. Warren, James M. Reeve, Philip E. Fess akuntansi didefinisikan sebagai sistem akuntansi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan (Niswonger, 1999:6). Disisi lain Menurut Sugiarto dan Suwardjono (1999:4) akuntansi  didefinisikan dari dua segi :(1) dari segi ilmu akuntansi (2) dari segi proses atau kegiatan akuntansi.

 

  1. Struktur Pengembangan Teori Akuntansi

         Dalam pengembangan teori akuntansi terdapat pertimbangan kemampuan untuk menjelaskan atau meramalkan, kesanggupan teori untuk mengukur risiko, atau probabilitas prediksi untuk berfungsi sebagai pernyataan yang tepat atas kejadian dimasa depan. Dalam perkembangannya teori akuntansi dapat dikelompokan menjadi tiga tingkatan yakni sebagai berikut:

  1. Teori Sintaksis Teori ini berhubungan dengan struktur proses pengumpulan data dan pelaporan keuangan. Teori sintaksis mencoba menerapkan praktek akuntansi yang sedang berjalan dan meramalkan bagaimana para akuntan harus bereaksi terhadap situasi tertentu atau bagaimana mereka akan melaporkan kejadian-kejadiantertentu.
  2. Teori Interpretasional (semantis) Teori ini berkonsentrasi pada hubungan antara gejala (obyek ataukejadian) dan istilah atau simbol yang menunjukkannya. Teori-teori yang berhubungan dengan interpretasi (semantik) diperlukanuntuk memberikan pengertian dalil-dalil akuntansi yang bertujuan meyakinkanbahwa penafsiran konsep oleh para akuntan sama dengan penafsiran para pemakailaporan akuntansi.  
  3.  Teori Perilaku (pragmatik) Teori ini menekankan pada pengaruh laporan serta ikhtisar akuntansi terhadap perilaku atau keputusan. Penekanan dalam perkembangan teori akuntansi adalah penerimaan orientasi komunikasi dan pengambilan keputusan. Jadi, teori perilaku mengukur dan menilai pengaruh-pengaruh ekonomik, psikologis, dan sosiologis dari prosedur akuntansi alternatif dan media pelaporannya.

 

 

 

 

PEMBAHASAN

  1. Struktur teori akuntansi
    1. Rumusan Tentang Tujuan Laporan Keuangan.

               Tujuan laporan keuangan yang umum adalah untuk memberikan informasi keuangan kepada para pemakainya untuk dipakai dalam proses pengambilan keputusan. Standar Akuntansi Keuangan merumuskan tujuan laporan keuangan sebagai berikut :

               Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.”

  1. Rumusan Tentang Postulat

              yang Dirumuskan dari Tujuan Laporan Keuangan Postulat akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenaraannya sendiri atau disebut aksioma yang sudah diterima karena kesesuaiannya, yang menggambarkan aspek ekonomi, politik, sosiologi, dan hukum dari suatu lingkungan di mana akuntansi tersebut beroperasi.

  1. Konsep Teoritis Akuntansi

              Konsep Teoritis Akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau disebut juga aksioma yang juga sudah dietrima umum karena kesesuainnya dengan tujuan laporan keuangan yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi yang berperan dalam ekonomi bebas yang ditandai oleh adanya pengakuan pada pemilikan pribadi.

  1. Rumusan Prinsip Akuntansi Utama yang Didasarkan pada Postulat dan Konsep Teoritis .

              Prinsip (dasar) akuntansi adalah prinsip atau sifat-sifat yang mendasari akuntansi dan seluruh outputnya, termasuk laporan keuangan yang dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postulat-postulat akuntansi dan konsep teoritis akuntansi yang menjadi dasar dalam pengembangan teknik atau prosedur akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan. Standar Akuntansi Keuangan Indonesia memberikan dua asumsi dasar, yaitu :

  • Dasar Akrual

Artinya bahwa dalam menyusun laporan keuangan pengakuan transaksi didasarkan pada kejadian atau peristiwa bukan didasarkan pada transaksi kas.

  • Kelangsungan Usaha

Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi bahwa entity yang dimaksud akan terus melanjutkan usahanya, dalam asumsi dasarnya tidak ada maksud untuk melakukan likuidasi.

  1. Perumusan Standar akuntansi

          Standar akuntansi mencakup konvensi ,peraturan dan prosedur yang telah disusun yang disahkan oleh sebuah lembaga resmi(badan pembentuk standar). Standar merupakan konsensu tentang cara pencatatan sumber-sumber ekonomi, kewajiban ,pendapatan,biaya,dan pelaporan dalam bentuk laporan keuangan.dalam standar dijelaskan transaksi apa yang harus dicatat,bagaimana pencatatannya dan bagaimana pengengkapannyan dalam laporan keuangan yang akan disajikan.suatu satandar akan secara terus-menerus berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan jaman,dunia usaha. Berikut ini merupakan rumusan tujuan laporan keungan yang dijabarkanolehAAA, APB, AICPA dan FASB

 

  1. A.  ASOBAT

       Amrican Acounting  association (AAA) adalah sebuah orgsnisasi akuntan pendidik yang berfungsi memfasilitasi peningkatan dalam pendidikan akuntansi dan mempelejari serta mengomentari masalah mengenai standar akuntansi pada tahun 1996 AAA menerbitkan A satement of  Basic Accounting Theory (ASOBAT) yang berisi tentang rurmusan tujuan akuntansi. Yaitu:

  1. Membuat keputusan mengenai penggunaan sumber daya yang terbatas dan menentukan sasaran serta tujuan dari pengguanaan sumber daya.
  2. Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya manusia dan faktoer produksi secara efektif.
  3. Memelihara dan melaporkan pengamanan atas  sumber daya (aktiva)
  4. Memfasilitasi funsi dan pengendalian sosial.

 

 

 

 

 

  1. B.  APB statement No. 4

          Accounting  Prinsipal Board(APB) dibentuk oleh AICPA pada tahun 159. Tugas utama APB adalah mengejukan rekomendasi secara tertulis mengenai prinsip akuntansi. Pada tahun 1970,APB menerbitkan statement No 4 yang berjudul  “Basic Concepts And Accounting Principles Underlying  Financial Statements Of  Bussnies  Enterprises”   laporan ini berisi tentang  tujuan khusus dan tujuan umum laporan keuangan.

  • Tujuan khusus laporan keuangan menurut APB statement No.4 adalah menyajikan posisi keuangan,hasil usaha dan perubahan posisi keuagan, hasil uasaha, dan peubahan posisi keuangan  secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum(GAASP)
  • Tujuan umum laporan keuangan  menurut APB statement No 4 adalah:
  1. Memberikan informasi yang terpercaya tentang  sumber daya ekonomi(aktiva) dan kewajiban perusahaan denga maksud:
    1. Untuk menilai keuatan dan kelemahan perusahaan
    2. Menununjuakan posisi keuangan dan investasi perusahaan
    3. Untuk menilai kemampuan perusahaaan dalam melunasi kewajiban.
    4. Menujukan kemampuan sumber daya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan.
    5. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba dengan maksud:
      1. Memberikan gambaran tentang jumlah dividen yang diharapkan pemegang sahm
      2. Menunjukan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada kreditor ,supplier,pegawai, pemerintah dan kemampuan dalam mengumpulakan dana untuk kepentingan ekspansi.
      3. Memberikan informasi kepada manajemen untuk digunakan dalam pelaksanaan fungsi perencanaan  dan pengendalian.
      4. Menunjuakan tingkat kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba jangka panjang.
      5. Memunkunkan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
      6. Meberikan informasi lainnya tentang perubahan aktiva dan kewajiban.
      7. Mengungkapkan informasi relevan yang dibutukan para pemakai laporan
      8. C.  Truebblood Committee Report

Tahun 1973 merumuskan tujuan laporan keuangan yang dimuata dalam sebuah laporan yang berjudul objectives of  financial  statement yang didalamnya berisi tentang hal-hal berikut ini:

  1. Tujuan dasar laporan keuangan adalah membikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi.
  2. Melayani pemakai umum yang  memiliki wewenang, kemampuan atau sumber daya yang terbatas untuk memperoleh informasi dan pihak-pihak yang mengandalkan laporan keuangan sebagai sumber informasi yang mendasar menganai aktivitas ekonomi perusahaan.
  3. Memeberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor untuk memprediksi,membendingkan,dan mengevaluasi potensi arus kas berdasarkan jumlah,waktu , dan ketidak pastian.
  4. Memberikan informasi kepada pemakai untuk memprediksi, membandingkan dan megevaluasi kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba.
  5. Memberiakan informasi yang berguna untuk menilai kemampuan manajeman dalam memanfaatkan sumber daya secara efektif  dan mencapai tujuan utama perusahaan.
  6. Memberikan informasi  yang faktual dan dapat di interprestasikan mengenai transasksi dan peristiwa lainnya yang diharapakan dapat memprediksi, mengvaluasi, membandingkan, kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba.
  7. Memberiakn laporan tentang  posisi keuangan perusahaan yang diharapkan dapat berguna untuk meprediksi,membandingkan dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba.
  8. Memberikan laporan tentang  laba periode yang diharapkan dapat berguna untuk memprediksi ,membandingkan dan menevaluasi perusahaan dalam mendapatkan laba.
  9. Memberikan informasi yang berguna untuk proses peramalan.

 

 

 

 

 

  1. D.  SFAC No 1 Dan No 4

Pada tahun 1976 FASB mengembangkan kerangka kerja konseptual yang mejadi dasar bagi penetapan standar.standar ini dipublikasikan sebagai statement of financial  accounting standarda(SFAS) sealai itu FASB juga menrbitkan standar yang bejudul  statement of financial accounting consepts(SAFC) yang meberiakn kerangka kerja konseptual yang memungkinkan untuk dikembangkan standar akuntansi khusus.

Pada tahun 1978 FASB menrbitkan  SAFC No 1 yang berjudul objektives of financial reporting by business enterprises.laporan ini memuat tentang rumusan tujuan laporan keuangan yang berupa:

  1. Memeberikan informasi bagi investor,kreditor, dan pemakai lainnya dalam membuata keputusan secara rasional mengnai investasi kredit dan lainnya.
  2. Memberikan informasi untuk membantu investor atau calon investor dan kreditor serta pemakai dalam menentukan jumlah,waktu dan prospek,penerima kas dari dividen atau bunga dan juga penerimaan dari penjualan,piutang atau saham dari pinjaman jatuh tempo.
  3. Memberikan informasi tentang sumber daya(aktiva)perusahaaan,klaim atas aktiva , dan pengaruh transaksi,peristiwa,dan keadaan terhadap aktiva dan kewajiban.
  4. Memberikan informasi tentang kinrja keuangan perusahaan selama satu periode.

 

          Pada tahun 1980 SFAC No 4 yang berjudul objektives of financial reporting by Non-Business organization laporan ini memuat tentang rumusan tujuan laporan keuangan untuk organisasi yang bukan pencari laba (Non-profit organization) yaitu:

  1. Sebagai dasar dalam pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber daya (aktiva) perusahaan.
  2. Untuk menilai kemampuan organisasi dalam memberiakan pelayanan kepada publik.
  3. Untuk menilai bagaimana manajemen melakukan aktivitas pembiayaan dan investasi.
  4. Memberikan informasi tentang  sumber daya (aktiva), kewajiban  dan kekayaan bersih perusahaan serta perubahannya.
  5. Memberikan informasi tentang kinerja organisasi
  6. Memberikan informasi tentang tentang  kemampuan organisasi dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
  7. Memuat penjelasan dan pefsiran manajemen.

 

KESIMPULAN

          Berdasarkan uraian materi  diatas maka  dapat ditarik  kesimpulan sebagai berikut :

          Aturan dan teknik akuntansi yang ada didasarkan pada pondasi teori akuntansi. Pondasi ini dibentuk dari elemen-elemen hirarki yang berfungsi sebagai kerangka acuan atau struktur teoritis. Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, rerangka acuan atau struktur teori yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan teknik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut:

  1. Pernyataan tujuan laporan keuangan
  2. Pernyataan postulat dan konsep teroritis akuntansi yang terkait dengan asumsi- asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis diturunkan dari pernyataan tujuan
  3. Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan konsep teroritis
  4. Batang tubuh teknik-teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi Pemahaman terhadap elemen-elemen ini dan hubungan teori akuntansi menjamin pemahaman terhadap alasan balik praktik aktual dan masa mendatang.

 

          Laporan keuangan yang disajikan dalam laporan akuntansi formal semata-mata merupakan refleksi penerapan struktur teori akuntansi. Perbaikan isi dan format laporan keuangan berkaitan dengan perbaikan struktur teoritis akuntansi. Agenda terpentint dari badan-badan akuntansi seharusnya adalah penyusunan elemen-elemen teori akuntansi yaitu tujuan akuntansi, postulat lingkungan, konsep teoritis prinsip akuntansi

          Menurut Hendriksen (1982) kegunaan teori akuntansi sebagai berikut :

  1. Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktik akuntansi.
  2. Memberikan pedoman terhadap praktik dan prosedur akuntansi yang baru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Jurnal Nasional “Pilihan-Pilihan Akuntansi Dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif” Oleh Tatang Ary Gumanti.

 

Jurnal Nasional “Struktur Meta Teori Akuntansi Keuangan” Oleh I Made Narsa Dosen FE Universitas Airlangga Surabaya.

 

Jurnal Nasional “Pendekatan Dan Kritik Teori Akuntansi Positif” Oleh Indira Januarti (Staf Pengajar FE UNDIP)

 

Erickson , M.,and Wang S.W. Journal of accounting and economics (27 april1999).

Perspective. Journal of The Accounting Review, Vol. 65(No. 1), pp. 131-156.

 

Accounting Principles Board (APB) 1970. Basic Concepts and Accounting Principles

Underlying Financial Statements of Business Enterprises, APB Statement No 4. New York: AICPA.

 

Sunder, Shyam. 1988, “Political Economy of Accounting Standards”. Journal of Accounting Literature, Vol. 7. pp. 31-41.

 

Radebaugh, Lee H. Fall 1975 “Environmental Factors influencing the Development of Accounting Objectives, Standards, and Practices in Peru”, The International Journal of Accouting Education and Research.

Khutbah Jumat Inilah Jerat-Jerat Maut Sang Penyesat

Inilah Jerat-Jerat Maut Sang Penyesat

 

 

Hadirin jama’ah yang berbahagia

Syukur pada Allah yaitu perihal yang perlu kita kerjakan, dikarenakan cuma dengan syukur, Allah dapat menambah enaknya. Demikianlah juga syahadat persaksian kita pada Allah serta rasulnya yaitu perkara yang perlu senantiasa kita cermat supaya makin mendekati pada persaksian yang kita ucapkan.

Adapun sesudah itu jama’ah yang mulia, dari area ini saya serukan pada diri saya serta jama’ah sekalian untuk senantiasa memelihara serta menambah taqwallah, dikarenakan takwa yaitu benteng dari semua murka serta adzab Allah.

Jama’ah Jum’at yang berbahagia

Kehidupan kita ini pada hakekatnya adalah kehidupan yang penuh dengan pergolakan-pergolakan yang maha dahsyat karena melibatkan seluruh isi jagad. Pergolakan panjang lagi melelahkan karena takkan berakhir hingga akhir zaman. Pergolakan yang bengis dan sadis karena telah memakan trilyunan korban tanpa rasa belas kasih. Itulah pergolakan iblis dan para serdadunya dengan bani Adam, umat manusia. Bukankah semenjak iblis membangkang terhadap perintah Allah untuk bersujud kepada Adam karena hasad ia lalu memproklamirkan diri untuk menyeret dan menjerat anak-anak Adam ke jurang Jahannam? Sebagaimana yang telah Allah firmankan:

Iblis berkata: “Wahai Rabbku, oleh sebab engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semua.” (Al-Hijr: 39).

Juga firmanNya:

Iblis berkata: “Demi kekuasanMu aku akan sesatkan mereka semua, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.” (Shad: 82-83)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

 
Memang iblis teramat lihai dan cermat melihat celah untuk menggoda manusia. Terlebih ada pintu menganga untuk ikut berperan serta yaitu kecenderungan nafsu untuk berbuat jahat. Bukankah manusia punya syahwat kepada wanita, anak, harta benda dan perkara keduniawian lain?. Dan bukankah nafsu cenderung untuk berbuat menyimpang dari peraturannya?

Sebagaimana firmanNya:

“Dijadikan indah dalam (pandangan) manusia cinta kepada apa-apa yang diingini. yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, sawah dan ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (Surga).” (Ali Imran: 14).

Juga firmanNya:

“Dan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan karena sesungguhnya nafsu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (Yusuf: 53).

Celah syahwat itulah yang dibangkitkan iblis dan para serdadunya. Memang tidak terlarang suami mencintai Istrinya, tapi iblis membuat manusia buta dalam bercinta. Memang tidak terlarang manusia cinta pada anaknya tetapi iblis buatnya lalai dari penciptanya.

Akhirnya manusia pun tergila-gila kepada wanita, harta memperbudaknya dan putra (anak) melalaikannya. Kalau sudah demikian mereka jadi tawanan iblis atau bahkan jadi serdadunya kecuali mereka yang dirahmati Rabbnya. Maka mereka akan tersadar dan kembali ke rel semula. Rel kebenaran.

Hadirin jama’ah Jum’at yang mulia.

Bukankah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah mengingatkan kita dari fitnah wanita, dunia dan syahwat.

وَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ.

“Takutlah kalian terhadap dunia dan takutlah kalian terhadap wanita karena sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim).

Telah berjatuhan korban anak manusia karena fitnah wanita. Setan pun amat cerdik dan pandai memperalat wanita, sebagai jerat lelaki ke jurang kemaksiatan. Digerakkanlah para wanita supaya keluar rumah, dikerahkan supaya berpenampilan indah, mengobral aurat dan wajah guna memanah hati lelaki yang lemah. Hasilnya pun luar biasa. Banyak lelaki para pemuda dan orang tua terjebak ke lembah nista.

Dunia pun digelar, diramu dan dipermak indah. Nampak bagai taman hijau penuh kesejukan. Dan mulailah hati manusia disihir dengan kilauan dunia. Hasilnya pun tak disangka-sangka. Manusia berbondong-bondong bertanafus (lomba-lomba) untuk meraih dan meraup dunia. Jadilah manusia menampik agama dan menumpuk dunia. Kecuali yang dirahmati Rabbnya tetap selamat dari gebyar dunia dan wanita.

Coba perhatikan bagaimana manusia sekarang acuh-tak acuh terhadap agamanya tetapi begitu ambisi terhadap dunianya. gelar-gelar kesarjanaan pun ditumpuk untuk meraih sukses dunia. Dan mereka yang tekun terhadap agamanya dituduh kolot dan anti dunia.

Begitu pula bursa seks digelar di hampir tiap kota bahkan merambah ke desa-desa sekedar memuaskan lelaki hidung belang dan guna merusak para pemuda .

Itulah di antara tebaran syahwat setan di tengah manusia. Tanpa pandang bulu. Kalau sudah terjerat syahwat bakal ketagihan atau tergila-gila memenuhinya. Fa na’udzu billah, Wallahul musta’an.

Syubhat, senjata kedua untuk mengacau akal dan ilmu manusia. Manusia dibuat samar terhadap kebenaran agamanya. Papan paling suburnya untuk menabur benih syubhat ini adalah para juhala (orang yang kurang ilmu, bodoh tentang agamanya).

Jama’ah Jum’at yang berbahagia

Sebagai contoh pertama jama’ah sekalian tentunya ingat syubhat yang disuntikkan ke bapak kita Adam dan ibunda Hawa. Apa kata iblis;

Dan syaitan berkata: “Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam Surga)”.

Iblis menampakkan diri sebagai juru nasehat bagi keduanya. Kata iblis: Allah tidak melarang mendekati pohon ini kecuali supaya tidak jadi malaikat dan tidak kekal di Surga ini.

Jama’ah rahimakumullah

Bukankah ini karena lihainya iblis dalam menggoda. Hanya saja Adam dan Hawa masih termasuk jenis hamba yang dirahmati Allah, karena segera taubat dari ketergelincirannya dan tidak menjadi tawanan setan apalagi bala tentara iblis.

Contoh kedua, setan bisikan dalam pikiran para pecandu bid’ah untuk menambah-nambahi dalam agama ini. Katanya menambah yang baik. Akhirnya dengan pikiran hembusan setan inilah bid’ah semakin berkembang dan bertambah pesat. Padahal mestinya mereka ingat ayat Allah:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmatKu dan telah Kuridhai Islam sebagai agama kalian.” (Al-Maidah:3)

Dan sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ. (رواه مسلم).

“Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan bukan dari perkara (agama) kami, maka tertolak.” (Riwayat Muslim).

Maka jelas bahwa Islam ini tidak memerlukan lagi tambahan-tambahan dalam ajarannya. Karena dengan tambahan itu hanya akan menyeret ke Jahanam.

Misal ketiga syubhat yang dilemparkan setan di kalangan syi’ah. Katanya mereka mencintai ahlul bait. Memang setiap kita harus mencintai ahlul bait. Bahkan membenci ahlul bait merupakan cabang amalan kufur. Tetapi syubhat ahlul bait di kalangan syi’ah ini telah menjerumuskan ke dalam sikap pengkultusan kepada ahlul bait, bahkan sampai menuhankan. Tetapi di sisi lain terjadi pelecehan dan pelaknatan, bahkan pengkafiran terhadap sebagian sahabat agung yang lain?!

Misal keempat, syubhat di kalagan khawarij dengan dalih berhukum dengan Al-Qur’an. Tetapi mereka malah tergelincir kepada sikap pengkafiran sebagian besar sahabat dan pelaku dosa besar.

Dan masih banyak lagi berbagai syubhat yang ditebar iblis dan serdadunya, hingga manusia terjebak dan terjerat ranjau maut yang dipasangnya.

Hadirin ma’asyiral muslimin rahimakumullah wa a’azzakumullah
Itulah sekelumit uraian trik-trik maut yang digelar iblis dan setan sang penjerat. Semoga Allah selamatkan kita dari jerat-jerat iblis laknatullah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ من كل ذنب. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ فَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَحَذَّرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. صَلاَةُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Jama’ah rahikumullah
Pada khutbah yang kedua ini sekedar kami ingatkan dengan firman Allah dalam surat Ibrahim 22:

Dan berkatalah syaitan tatkala (hisab) diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu janganlah kamu mencerca seruanku tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membe-narkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah)sejak dahulu.” (Ibrahim: 22).

Iblis hanya sekedar menggelar program, mengajak, merayu, mengobral janji yang tak ditepati. Dan tak punya kemampuan apapun selama manusia bergantung kepada Allah. yakni ketat memegang teguh kitabullah dan sunnah Rassulnya.

Akhirnya mudah-mudahan Allah menyelamatkan kita seluruhnya dari kejinya fitnah syahwat dan syubhat, dan marilah kita tutup khutbah ini dengan memanjatkan doa kepada Allah bagi kita dan kaum muslimin seluruhnya.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ بِكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Bacaan Khutbah pertama :

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Khutbah Jumat Bersih dalam ibadah

Bersih dalam ibadah

Bacaan Khutbah Pertama :

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ

 وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

rahimakumullah, semoga Allah senantiasa merahmati kita

Jamaah Jum`at sekalian.
 
Dari seluruh kesenangan yang dianugerahkan Allah pada kita itu, ada kemudian kesenangan yang sangat agung, yakni hidayah iman serta islam, karena tanpa keduanya, seluruh rizki serta kesenangan selanjutnya hanya bencana. iman serta islam itu menuntut umat manusia untuk selalu bersih, melindungi kebersihan apalagi mendidik ikhlas serta thaharah, dan ihsan. ikhlas bermakna melindungi kemurnian, kebersihan iman. yakni kemauan serta ibadah dan muamalah selalu sesuai dengan syari’at allah serta cuma dikarenakan Allah. 

 

“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agama dengan lurus”. (Al-Bayyinah: 5)

Yaitu jauh dari syirik dan jauh dari kesesatan, bersih dengan sebersih-bersihnya, seperti difirmankan oleh Allah :

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya. (QS Al- Kahfi 18: 110).

Hadhirin jamaah jum’at A’azzakumullah!

Bersih dalam beribadah adalah niat ikhlas, tanpa syirik, riya’, ujub dan sebagainya.

 

قَالَ شَدَّاد: فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اْللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَِسَلَّمَّ يَقُوْلُ: مَنْ صَلَّى يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ وَمَنْ صَامَ يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ وَمَنْ تَصَدَّقَ يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ .. قَالَ الله أَنَا خَيْرُ قَسِيْمٍ لِمَنْ أَشْرَكَ بِيْ مَنْ أَشْرَكَ بِيْ شَيْئًا فَإِنَّ (حَشْدَهُ) عَمَلَهُ قَلِيْلَهُ وَكَثِيْرَهُ لِشَرِيْكِهِ الَّذِيْ أَشْرَكَ بِهِ وَأَنَا عَنْهُ غَنِيٌّ (أحمد في المسند 4/125).

Syaddad Radhiallaahu anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang shalat dengan berpa-mer (riya’) maka sungguh dia telah syirik (menyekutukan Allah). Siapa puasa dengan riya’ maka dia telah syirik dan siapa yang bershadaqah dengan berpamer maka dia telah syirik, ……

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Akulah sebaik-baik pem-bagi bagi siapa yang menyekutukan Aku, siapa yang menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun maka seluruh amalnya sedikitnya atau banyaknya adalah untuk sekutunya yang dia telah berbuat syirik dengannya, sedangkan Aku Maha Kaya (tidak butuh) dari amal itu. (HR. Ahmad dalam Musnad IV=125).

Jamaah jum’at rahima kumullah!

Bersih dalam beribadah berarti melaksanakan sesuai dengan contoh dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam cocok dengan syari’at Allah, bersih dari bid`ah, tradisi yang menyalahi syariah, tidak membuat tatacara beribadah yang tiada diberi contoh oleh Rasulullah, karena tiada lurus amalan yang dibuat-buat sendiri ini. Rasulullah mengancam :

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Setiap bid`ah adalah tersesat”. (HR. Abu Daud).

وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

”Dan setiap kesesatan berada di neraka”

Ibadah itu harus sesuai dengan syari’at, tentang syarat dan rukunnya, dengan niat ikhlas hanya karena Allah, itulah syarat diterimanya amal ibadah. (Tafsir Ibnu Katsir V=110). Itu berarti bersih Iman yang menghasilkan akhlaq dan muamalah yang bersih. Akhlaq yang dicontohkan Rasulullah n, akhlaq yang agung lagi mengagumkan. Dipuji oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala sepanjang masa yang di hadapan segenap makhluq yang tunduk padaNya. Kalam Allah dalam Al-Qur`an itulah akhlaq Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Demikian diriwayatkan oleh ummul mukminin ‘Aisyah Radhiallaahu anha :

أَتَقْرَأُ الْقُرْآنَ ؟ … كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآَنُ (مسلم 746، أحمد : 16)

“Tidakkah anda membaca Al-Qur’an? Akhlaq beliau adalah Al-Qur’an”

Jamaah jumiah A’azza kumullah!

Dengan Al-Qur’an kalam Allah itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memimpin, mencontohkan, membimbing, memperagakan, membuktikan dan mendidik secara langsung sepanjang hidupnya dengan akhlaq yang paling bersih, paling tulus kehadirat Allah dan paling indah mengagumkan dan menjadi pedoman yang kokoh bagi kehidupan umat sepanjang zaman.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”. (Al-Ahzab: 21).

Keteladanan sebagai pemimpin, sebagai warga, sebagai anggota ummat sebagai apapun, di dalam beragama, beraqidah, beribadah, berakhlaq maupun bermuamalah, keteladanan beliau yang indah dan bersih itu, tercermin dalam:

  • Hati yang ikhlas, mencakup sifat-sifat marhamah penyayang, penyantun, ramah, sabar, qana’ah, tawadhu’, adil, pemberani dan sifat-sifat mulia seluruhnya dan jauh dari sifat-sifat buruk seperti: riya’, kejam, kasar, kikir, ambisi, rakus, sombong, aniaya, curang, penakut, munafiq (bermuka dua) dll. (Fana’udzu billah min dzalik).
  • Perkataan yang bersih dan indah adalah jujur, benar, singkat, jelas, halus, manis dan menggembirakan, santun serta sesuai dengan teman bicaranya. Rasulullah n teladan yang jauh dari sifat dusta, berbohong, perkataan membual, bertele-tele, kasar, pahit, mengancam, jorok, menusuk hati, kelakar dan lain-lain yang bukan merupakan perkataan orang-orang mulia.

    Dari banyak wasiat beliau dapat kita cermati satu, dua, dan mari kita wasiatkan untuk generasi kita.

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ

“Wajib atas kalian bersifat jujur sebab kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan kepada Surga”. (HR.Imam Bukhari dan Muslim).

 

Sebaliknya; seperti berbohong, menipu, bicara kasar dll, jelas beliau larang.

إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُوْرِ وإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ.

“Jauhilah berkata bohong sebab sesungguhnya kebohongan itu menunjukan kepada kekejian. Dan sesungguhnya kekejian itu menunjukkan ke neraka”. (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

  • Perbuatan yang diteladankan adalah yang baik, yang benar sesuai dengan hukum dan jiwa yang bersih itu. Itulah At-Taqwa dan itulah Al-Birru.

Karena dasar keimanan itu maka setiap perbuatannya ia lakukan sebaik-baiknya, dengan disiplin dan hati-hati.

إِتَّقُواْ الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ. (رواه مسلم)

“Jauhilah kedhaliman sebab sesungguhnya kedhaliman itu adalah, kegelapan di hari kiamat”. (HR. Muslim No:6523)

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula (QS. Al-Zalzalah 99: 7 – 8).

Dengan berpedoman dengan ayat ini maka alangkah teliti, indah dan bersih amal mereka.

  • Muamalah yang dicontohkan oleh Rasulullah sampai akhir hayat adalah amanah yang adil, indah, bersih dan bermanfaat. Itulah Khalifah di bumi sebagai amanah yang ditegakkan dengan jujur oleh hamba yang tulus dan penuh tanggung jawab. Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

كُلُّ كُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ (رواه البخاري).

“Setiap anda adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya”. (HR. Al-Bukhari : 893, 5188)

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنِّا.

“Siapa yang menipu maka bukan termasuk golongan kita” . (HR. At-Tirmidzi dari Abu hurairah, Shahih)

Menjaga dan memanfaatkan nikmat dan karunia dengan sebaik-baiknya, sebagai hamba dan pemikul hukum Allah itu tiada berkenan berbuat kerusakan, kecurangan, pencemaran apalagi penghancuran. Mereka bertanggung jawab dengan ketaqwaan, Iman dan penuh harap pahala kepada Allah dengan segenap amal dan program-program amal shalih.

“Bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”. (At-Tiin 95: 6)

Dengan siapapun, kepada apapun, orang beriman selalu menebarkan rahmat, kebaikan dan manfaat, dengan bersih, murni dan indah. Mereka selalu siap menolong agama Allah:

“(yaitu orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka’ dimuka bumi; niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat menyuruh berbuat yang mahruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allahlah kembali segala urusan (Qs:22, Al-Hajj: 41)”. Mereka selalu menjauhkan diri dari perbuatan merusak, merugikan atau bencana, sebab itu larangan keras. Allah berfirman :

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya, yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang beriman”. (QS. Al-A’raaf 7: 85).

Jamaah rahimakumullah!

Iman pada Mizan di hari akhir dan malaikat yang mencatat amal kita, serta tanggung jawab mengemban amanah kekholifahan adalah juga menuntun orang beriman untuk menjaga kebersihan, kelestarian dan manfaat lingkungan dan alam sekitarnya, demi kemakmuran bukan kerusakan atau pengrusakan (lihat Tafsir Ibnu Katsir I hal : 218).

 

Mereka aktif melaksanakan kebersihan lingkungan, reboisasi, penghijauan dan peningkatan produktifitas alam dengan eksplorasi yang wajar dan bertanggung jawab.

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya”. (Huud: 61).

Sampai benda penghalang di lintasan orang lewat saja dibuang, disingkirkan oleh Iman yang haus amal shaleh itu. Demi kebersihan Iman dan amalnya, demi amanah Imarah, memakmurkan, kemakmuran (Ibnu Katsir I:218 IV 331)

اَلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَدْناَهَا إَمَاطَةُ الأذَى عَنِ الطَرِيْقِ (رواه مسلم).

“Iman itu bercabang tujuh puluh lebih, yang paling tinggi adalah kalimat “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah” dan yang paling rendah adalah menyingkirkan kotoran dari jalan.” (HR. Muslim I/63)

Jamaah jum’at A’azza kumullah

Akhirnya semoga Allah menguatkan pohon Iman kita dengan membuahkan amal-amal shalih yang penuh manfaat sehingga terwujud lingkungan yang bersih, kali sungai yang bersih, pantai-lautan yang bersih, hutan, sawah, ladang semua yang hijau tanpa tercemari, udara yang sehat dan segar sebagai buah pohon rahmat Iman dan Islam kita, Amin ya Rabbal Alamin.

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا فَاسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

 

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}

ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.

 

TEORI AKUNTANSI dan PERUMUSANNYA

Artikel

TEORI  AKUNTANSI dan PERUMUSANNYA

 

FAKULTAS EKONOMI  DAN BISNIS

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

 

ABSTRACK

                Teori akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin muncul. Teori akuntansimerupakan penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip luas yang memberikan kerangka acuan umum yang dapat digunakan untuk menilai praktek akuntansi memberi arah pengembangan prosedur dan praktek baru.Tujuan teori akuntansi adalah untuk memberikan seperangkat prinsip logis yang saling berkaitan, yang membentuk kerangka acuan umum bagi penilaian dan pengembangan praktek akuntansi yang sehat.

 

Kata Kunci : Metode / Pendekatan dalam Perumusan Teori dan Perumusan Teori Akuntansi di Indonesia.

 

PENDAHULUAN

            Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping. Pada periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukanlagi sekedar masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi sebagai: 1) alat hitung menghitung; 2) sumber informasi dalam pengambilan keputusan; 3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan sejalan dengan (atau sebagai bentuk pengamalan) ajaran agama. Bila dihubungkan dengan kelompok usaha kecil dan menengah tampaknya pemahaman terhadap akuntansi masih berada pada tataran pertama dan kedua yaitu sebagai alat hitung-menghitung dan sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan.Informasi akuntansi merupakan alat yang digunakan oleh pengguna informasi untuk pengambilan keputusan terutama oleh pelaku bisnis. Dimana informasi akuntansi diharapkan dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang bisa mengukur dan mengkomunikasikan informasi keuangan tentang kegiatan ekonomi.Informasi akuntansi sangat diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan dalam merumuskan berbagai keputusan dalam memecahkan segala permasalahan yang dihadapi perusahaan. Informasi akuntansi yang dihasilkan dari suatu laporan keuangan berguna dalam rangka menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang akan datang.

            Dengan menyusun proyeksi tersebut secara tidak langsung akan mengurangi ketidakpastian, antara lain mengenai kebutuhan akan kas.Informasi akuntansi berhubungan dengan data akuntansi atas transaksi – transaksi keuangan dari suatu unit usaha, baik usaha jasa, dagang maupun manufaktur. Supaya informasi akuntansi dapat dimanfaatkan oleh manajer atau pemilik usaha, maka informasi tersebut disusun dalam bentuk-bentuk yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.Arus informasi akuntansi keuangan dari perusahaan kecil sangat bermanfaat untuk mengetahui bagaimana perkembangan usaha perusahaan,bagimana struktur modalnya, berapa keuntungan yang diperoleh perusahaan padasuatu periode tertentu. Holmes dan Nicholls (1989) mengungkapkan bahwa informasi akuntansi yang banyak disiapkan dan digunakan perusahaan kecil dan menengah adalah informasi yang diharuskan menurut undang-undang atau peraturan (statutory).Selain itu, informasi akuntansi yang seharusnya dibutuhkan oleh manajemen perusahaan kecil dan menengah dalam pengggunaan informasi akuntansi sangat terbatas sekali. Banyak kelemahan dalam praktik akuntansi pada perusahaan kecil. Kelemahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pendidikan dan overload standar akuntansi yang dijadikan pedoman dalam penyusunan pelaporan keuangan.

            Dari uraian tersebut jelas bahwa industri menengah banyak mengalami kesulitan dalam memahami informasi akuntansi dengan baik. Padahal dengan semakin ketatnya persaingan bisnis dalam era globalisasi ekonomi, hanya perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif yang akan mampu memenangkan persaingan. Keunggulan tersebut diantaranya adalah kemampuan dalam mengelola berbagai informasi, sumber daya manusia, alokasi dana,penerapan teknologi, sistem pemasaran dan pelayanan. Sehingga manajemen perusahaan yang profesional merupakan tuntutan yang harus segera dipenuhi untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan perusahaan secara baik. Melihat begitu banyak peranan dan manfaat informasi akuntansi dalam menciptakan arus informasi keuangan guna menunjang kelangsungan hidup (going concern) industri menengah.

 

Landasan Teori

 

  • Pengertian Teori

            Teori adalah susunan konsep, definisi, dan dalam yang menyajikan pandangan yang sistematisfenomena dengan menunjukkan hubungan antara variable yang satu dengan yang lain dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.

 

            Webster Third New International Dictionary mendefinisikan teori sebagai suatu susunan yang saling berkaitan dengan hipotesis, konsep, dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka acuan untuk bidang yang dipertanyakan.

McDonald memberikan tiga elemen teori, yaitu:

  1. Membuat kode sebagai symbol fenomena
  2. Mengkombinasikannya sesuai dengan peraturan
  3. Menterjemahkannya ke dalam fenomena

 

            Kenneth S. Most (1982) mendefinisikan teori sebagai “ suatu pernyataan sistematik mengenai peraturan atau prinsip yang mendasari atau memandu suatu set fenomena.” Teori dapat juga dianggap sebagai kerangka atau susunan ide, penjelasan fenomena, dan prediksi perilaku yang akan datang. Teori adalah penjelasan yang sistematik dan scientific. Kenneth menambahkan bahwa teori memiliki tiga dimensi sebagai berikut :

  1. Reductionism yang berarti bahwa teori itu dimulai dari asumsi-asumsi dimana teori itu tidak langsung merujuk ke objek yang diobservasi dan bukan pula pernyataan yang dapat diuji kebenarannya, tetapi dia merupakan bahan rujukan untuk mengamati fenomena. Ia adalah sejenis alat yang lebih cepat dapat dirujuk ke fenomena yang diamati.
  2. Instrumentalism yang berarti bahwa teori adalah sebuah instrument atau alat menghitung yang akan digunakan untuk menilai pernyataan tentang suatu observasi. Di sini peranan teori adalah menjelaskan dan meramalkan.
  3. Realism yang berarti bahwa teori adalah sekumpulan proposisi atau dalil yang merupakan pernyataan suatu kebenaran atau ketidakbenaran tentang dunia nyata, fenomena atau objek.

 

  • Pengertian Teori Akuntansi

            Teori akuntansi adalah adalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Vernon kam (1986) menganggap bahwa teori akuntansi adalah suatu sistem yang komprehensif dimana termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Dia membagi unsur teori dalam beberapa elemen: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau standar, dan prosedur atau metode-metode.

            Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori kuntansi sebagai berikut.

  1. Menjadikan pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam menyusun standarnya.
  2. Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi.
  3. Menentukan batas dalm hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan keuangan.
  4. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan.
  5. Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan.

 

            Sedangkan Hendriksen (1982) mengemukakan kegunaan teori akuntansi sebagai berikut.

  1. Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktik akuntansi.
  2. Memberikan pedoman terhadap praktik dan prosedur akuntansi yang baru.

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

Teori Akuntansi

            Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori akuntansi sebagai berikut:

  1. Menjadi pegangan bagi lembaga penyusun standar akuntansi menyusun standarnya.
  2. Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi.
  3. Menentukan batas dalam hal melakukan “judgement” dalam penyusunan laporan keuangan.
  4. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan.
  5. Meningkatkan kualitas dapat diperbandingkan.

 

            Vernon Kam (1986) menganggap bahwa teori akuntansi adalah suatu system yang komprehensif, dimana termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Dia membagi unsur teori dalam beberapa elemen, yaitu postulat atau asumsi dasar, definisi, tujuan akuntansi, prinsip atau standar, dan prosedur atau metode-metode.

 

            Dari penjelasan maka teori akuntansi dapat kita rumuskan sebagai berikut :
Teori akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin muncul.

 

            Hendriksen menilai teori akuntansi sebagai satu susunan prinsip umum akan dapat:

  1. Memberikan kerangka acuan yang umum dari mana praktek akuntansi dinilai.
  2. Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan mampu mengikuti perkembangan ekonomi ,sosial,teknologi dan ilmu pengetahuan yang demikian cepat.

 

            Oleh karena itu tepatlah kesimpulan ahmed belkaoui yang menyatakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang lengkap apada setiap kurun waktu. Oleh karena itu teori akuntansi harus juga mencakup semua literatur akuntansi yang memberikan pendekatan yang berbeda-beda satu sama lain.

            American Accounting Association’s Committe On Concepts and Standard For External Reports yang menyebutkan bahwa :

  1. Tidak ada teori akuntansi keuangan yang lengkap yang mencakup dan memenuhi keinginan semua keadaan dan waktu dengan efektif oleh karenanya.
  2. Di dalam literatur akuntansi keuangan yang ada bukan teori akuntansi tetapi kumpulan teori yang dapat dirumuskan mengatasi perbedaan-perbedaan persyaratan yang diinginkan para pemakai laporan keuangan.

            Untuk perumuan teori akuntansi memang tidak dapat hanya mengandalkan teori akuntansi ansich,harus menggunakan literatur akuntansi dan disiplin ilmu lain yang relevan. Namun teori akuntansi merupaka instrumen yang sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk disajikan pada para pemakainya.

 

Periodisasi Teori Akuntansi

            Godfrey dkk (1992) membuat periodisasi teori akuntansi sebagai berikut:

  1. Pre-theory period (1492-1800)

            Peragalo mengemukakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang dirumuskan sejak Pacioli sampai pada awal abad ke-19. kalaupun ada saran-saran atau pertanyaan-pertanyaan belum dapat digolongkan sebagai teori atau pernyataan yang sistematis.

 

  1. General scientific period (1800-1955)

            Dalam periode ini sudah ada pengimbangan teori yang penekanannya baru berupa penjelasan terhadap praktek akuntansi. Di sini sudah ada kerangka kerja untuk menjelaskan dan mengembangkan praktek akuntansi. Akuntansi dikembangkan berdasarkan metode empiris yang mengutamakan pengamatan atas kenyataan sehari-hari atau realitas bukan didasarkan pada logika. Laporan AAA ”A Tentative Statement of Accounting Principles Affecting Corporate Reports pada tahun 1938 serta laporan AICPA tentang A Statement of Accounting Principle (Sanders, Hatfield dan Moore) merupakan dua contoh perumusan teori akuntansi berdasarkan metode empiris atau disebut era general scientific ini.

 

  1. Normative period (1956-1970)

            Dalam periode ini perumus teori akuntansi mencoba merumuskan “norma-norma” atau “praktek akuntansi yang baik”. Kalau dalam periode sebelumnya menekankan kepada ”APA” yang terjadi dalamperiode ini ”Bagaimana seharusnya” dilakukan, ”What should be”. Pada periode ini muncul kritik terhadap konsep ”historical cost” dan pendukung adanya ”conceptual framework”. Beberapa terbitan laporan pada era ini adalah: An Inquiry into the Nature of Accounting oleh Goldberg yang diterbitkan pada tahun 1965, AAA menerbitkan A Statement of Basic Accounting Theory.

 

  1. Specific Scientific Period (1970-sekarang)

            Periode ini disebut juga “positive era”. Di sini teori akuntansi tidak cukup hanya dengan sifat normatif tetapi harus bisa diuji kebenarannya. Norma dinilai subyektif jadi harus diuji secara positif. Pendekatan normatif dikritik karena:

ü  Teori normatif tidak melibatkan pengujian hipotesa.

ü  Teori normatif didasarkan pada pertimbangan subyektif.

 

            Karena teori normatif dianggap merupakan pendapat pribadi yang subyektif maka tidak bisa diterima begitu saja harus dapat diuji secara empiris agar memiliki dasar teori yang kuat. Pada periode ini data empiris sudah banyak tersedia kemudian teknik-teknik statistik dan teknik yang menggunakan disiplin lain untuk melakukan pengujian sudah demikian banyak sehingga memudahkan melakukan pengujian. Tujuan dari pendekatan teori akuntansi positif adalah untuk menerangkan dan meramalkan praktek akuntansi. Salah satu contoh dalam penggunaan teori positif ini adalah hipotesa ”bonus plan”. Hipotesa ini menunjukkan bahwa manajemen yang remunerasinya didasarkan pada bonus maka mereka akan berusaha memaksimasi pendapatannya melalui pendekatan akuntansi yang dapat menaikkan laba sehingga bonusnya tinggi. Dalam penyusunan laporan keuangan manajemen tentu akan memilih standar akuntansi yang dapat menaikkan laba atau bonus mereka. Teori ini akan dapat menjelaskan atau memprediksi prilaku manajemen dalam mana bonus plan diberlakukan.

            Watts dan Zimmerman pendukung konsep ini dalam bukunya Positive Accounting Theory menyatakan bahwa keuntungan pendekatan ini adalah bahwa regulator bisa meramalkan konsekuensi ekonomis dari berbagai kebijakan atau praktek akuntansi.

            Menurut Godfrey dkk pada akhir-akhir ini ada kecenderungan munculnya perbedaan antara Riset Academics dan Riset Profesional yang sebelumnya dinilai seragam. Riset Academics tetap dalam pendekatan positif yang umumnya menekankan pada peran dan pengaruh informasi akuntansi sedangkan Profesional agak condong pada pendekatan normatif yang umumnya menekankan upaya untuk menyeragamkan praktek akuntansi agar lebih bermanfaat bagi praktisi.

 

 

Metode Perumusan Teori

            Merumuskan teori akuntansi atau dengan kata lain melakukan penelitian akuntansi harus memiliki metode. Belkaoui dan Godfrey mengemukakan dalam literature dikena beberapa metode berikut ini.

 

1. Metode Deskriptif (Pragmatic)

            Dalam metode ini akuntansi dianggap sebagai seni yang tidak dapat dirumuskan, maka metode perumusan teori akuntansi harus bersifat menjelaskan atau descriptive dan menganalisis praktik yang ada dan diterima sekarang.

 

2. Psychological Pragmatic

            Di sini diamati reaksi dari pemakai laporan keuangan terhadap output akuntansi laporan keuangan yang disusun dari berbagai aturan, standar, prinsip atau pedoman. Bidang ini dapat juga disebut behavioral accounting.

3. Metode Normatif (1950-1960)

            Disini akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus diikuti tidak peduli apakah berlaku atau dipraktikan sekarang atau tidak.

 

4. Metode Positive (1970)

            Suatu metode yang diawali dari suatu metode ilmiah yang sedang berlaku atau diterima umum. Berdasarkan teori ini, dirumuskan problem penelitian untk mengamati perilaku atau fenmena nyata yang tidak ada dalam teori.

 

Pendekatan Dalam Perumusan Teori

            Menurut Godfrey, dalam mengaitkan antara teori dengan kenyataan , dikenal tiga jenis hubungan, yaitu

  • Syntactic

Teori dirumuskan dengan garis logis. Hubungan itu dirumuskan dalam bentuk aturan seperti aturan bahasa, aturan matematik, dan lain sebagainya.

 

  • Semantic

Teori menghubungkan konsep dasar dari suatu teori ke objek nyata.hubungan ini dituangkan dalam bentuk aturan yang sesuai atau definisi operasional. Semantic menyangkut hubungan kata, tanda, atau symbol dari kenyataan sehingga teori itu lebih mudah dipahami, realistic, dan berarti.

 

  • Pragmatic

Tidak semua teori memiliki aspek pragmatis. Disini pragmatis itu berkaitan dengan pengaruh kata-kata, symbol terhadap manusia. Akuntansi dianggap memiliki kemampuan mempengaruhi perilaku manusia.

            Teori harus mampu merumuskan kebenaran. Oleh karena itu teori harus selalu diuji. Ada 3 kriteria atau pihak atau sumber yang memiliki wewenang dalam mennetukan kebenaran atas suatu teori, yaitu:

  • Dogmatic

Kebenaran dikatakan benar karena disampaikan oleh ahli yang memenang memiliki wewenang untuk menyampaikan kebenaran dan ini tidak perlu diuji lagi. Keyakinan pada kebenaran ini hanya berdasar pada kepercayaan, keyakinan, atau iman seseorang. Misalnya keyakinan beragama, charisma seseorang, jabatan, dan lain sebagainya.

  • Self evidence

Kebenaran disampaikan dari suatu teori yang dibuktikan oleh pengetahuan umum, pengamatan, atau pengalaman.

  • Scientific

Kebenaran disampaikan dari suatu teori yg dibuktikan lewat metode ilmiah. Teori dirumuskan, diuji, dan seterusnya berulang secara terus-menerus.

v Perumusan Teori Akuntansi

            Dalam literature dikenal beberapa pendekatan dalam menrumuskan teori akuntansi. Masing-masing penulis memberikan metode yang diikutinya. Beberapa pendekatan dalam perumusan teori akuntansi menurut Belkaoui adalah sebagai berikut :

  • Pendekatan informal terbagi atas :
  1. Pragmatis, praktis, dan non teoritis

         Dalam metode ini perumusan teori akuntansi didasarkan atas keadaan dan praktik di lapangan. Yang menjadi pertimbangan adalah hal-hal apa yang berguna untuk menyelesaikan persoalan secara praktis.

 

 

  1. Pendekatan otoriter

         Dalam metode ini yang merumuskan teori akuntansi adalah organisasi profesi yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengatur praktek akuntansi.

 

  • Pendekatan Teoritis terbagi atas :
  1. Deduktif

         Perumusan dimulai dari perumusan dalil dasar akuntansi (postulat dan prinsip akuntansi) dan selanjutnya diambil kesimpulan logis tentang teori akuntansi mengenai hal yang dipersoalkan. Pendekatan ini dilakukan dalam penyusunan struktur akuntansi dimana dirumuskan dulu tujuan laporan keuangan, rumuskan postulat, kemudian prinsip, dan akhirnya lebih khusus menyusun teknik atau standar akuntansi.

 

  1.  Induktif

         Penyusunan teori akuntansi didasarkan pada beberapa observasi dan pengukuran khusus dan akhirnya dari berbagai sampel dirumuskan fenomena yang seragam atau berulang (informasi akuntansi) dan diambil kesimpulan umum (postulat dan prinsip akuntansi). Tahapan yang dilalui adalah:

  • Mengumpulkan semua observasi
  • Menganalisis golongan observasi
  • Penarikan kesimpulan umum
  • Pengujian kesimpulan umum
  • Etik

            Dalam pendekatan perumusan akunansi ini digunakan konsep kewajaran, keadilan, pemilikan dan kebenaran. Menurut D.R. Scottkriteria yang harus digunakan dalam perumusan teori akuntansi adalah keadilan dengan memperlakukan pihak yang berkaitan secara adil.

 

 

  • Sosiologis

            Yang menjadi perhatian utama dalam perumusan teori akuntansi adalah dampak social dari teknik akuntansi. Jadi yang menjadi perhatian bukan pemakai langsung, tetapi juga masyarakat secra keseluruhan.

  • Makro Ekonomi

            Pendekatan ekonomi dalam perumusan teori akuntansi menekankan pada control perilaku indikator makro ekonomi yang menghasilkan perumusan teori akuntansi. Dengan demikian, pemilihan teknik akuntansi didasarkan pada dampaknya pada ekonomi nasional. Dapat disimpulkan bahawa teknik dan kebijakan akuntansi harus dapat menggambarkan realitas ekonomi dan pilihan terhadap teknik akuntansi harus tergantung pada konsekuensi ekonomi.

            Dari literature lain kita mengenal pendekatan komunikatif dalam perumusan teori akuntansi. Pendekatan ini dikembangkan oleh Bedfourd dan Baldouni yang menganggap akuntansi adalah sebagai suatu system yang terpadu dalam proses komunikasi. Disini dirumuskan informasi apa yang perlu dan disajikan oleh perusahaan kepada para pembaca agar mereka dapat menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan.

            Banyak lagi pendekatan yang perlu dikemukakan disini antara lain behavioural approach, yang menekankan pada aspek perilaku yang ditimbulkan oleh informasi akuntansi, pragmatic, nontheoritical approach, theory of account approach yang melihat akuntansi dari aspek hubungan antara perkiraan yang dibangun dari dasar teori double entry.

v Perumusan Teori Akuntansi di Indonesia

            Sampai saat ini Indonesia masih belum berupaya secara intensif untuk merumuskan teori atau standar akuntansinya sendiri. Kita masih tetap menggunakan teori atau standar akuntansi Amerika atau yang terakhir dari IASC (International Accounting Standard Committee) sebagai dasar pengembangan akuntansi di tanah air. Standar akuntansi keuangan maupun pernyataan standar pemeriksaaan masih mengadopsi atau menterjemahkan standar serat pedoman dari Amerika atau IASC dengan berbagai modifikasi minor. Upaya yang baru dilakukan oleh profesi akuntansi adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia namun belum menyentuh dasar teori akuntansinya.

 

            Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS). Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard), namun pada beberapa pasal sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. Adopsi yang dilakukan Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh, baru sebagian (harmonisasi).

 

            Era globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat diberlakukan secara internasional di setiap negara, atau diperlukan adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional, dengan tujuan agar dapat menghasilkan informasi keuangan yang dapat diperbandingkan, mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif dan hubungan baik dengan pelanggan, supplier, investor, dan kreditor.

 

            Namun proses harmonisasi ini memiliki hambatan antaralain nasionalisme dan budaya tiap-tiap negara, perbedaan sistem pemerintahan pada tiaptiap negara, perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara, serta tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi.

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :

           Teori akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin muncul. Dalam merumuskan teori akuntansi, ada beberapa metode yang dapat dipergunakan yaitu metode deskriptif (pragmatic), psichological pragmatic, metode normatif dan metode positive.

 

           Dalam Merumuskan Teori Akuntansi, di Indonesia menggunakan Standar Akuntansi. Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS). Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard), namun pada beberapa pasal sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. Adopsi yang dilakukan Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh, baru sebagian (harmonisasi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Elisabet Dian Premanasari

http://kornetcincang.blogspot.com/2009/02/pendekatan-tradisional-dalam-perumusan.html

 

18 Februari 2009

http://kornetcincang.blogspot.com/2009/02/pendekatan-tradisional-dalam-perumusan.html

 

harahap, sofyan syafri. 2007. “Teori Akuntansi edisi revisi”. Jakarta: Grafindo

 

Komang  Pastiada

http://pastiadakomang.blogspot.com/2010/04/teori-akuntansi-dan-perumusannya.html

 

Arius Akbar

http://arius-akbar.blogspot.com/2011/12/teori-akuntansi-dan-perumusannya.html

 

Rizki Mahira

http://riskymahira.blogspot.com/2013/05/pendekatan-regulasi-dalam-perumusan.html

PELAPORAN KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI

PELAPORAN KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI

  1. Pengertian dan Sumber Standar Akuntansi.

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi : • Neraca • Laporan laba rugi • Laporan perubahan ekuitas • Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

Di Indonesia berlaku Pnnsip Akuntansi Indonesia kemudiandiganti menjadi Standar Akuntansi Keuangan (SAK)Indonesia kemudian menjadi Pernyataan Standar AkuntansiKeuangan (PSAK). Sedang di USA berlaku Generel AcceptedAccounting Principle (GAAP), kemudian Accounting PrincipleBoard Statement (APBS), dan terakhir menjadi FASBStatement.SAK merupakan pedoman bagi siapa saja dalam menyusunlaporan keuangan yang akan diterima oleh umum

Perbedaan Pelaporan dan Laporan Keuangan

          Perbedaan Pelaporan dan Laporan Keuangan Haruslah dibedakan antara pengertian Pelaporan keuangan dan laporan keuangan. Pelaporan Keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan peyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor). Peraturan yang berlaku termasuk PABU (Prinsip Akuntansi Berterima Umum atau Generally Accepted Accounting Principles/GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi. Bahkan seharusnya harus dibedakan pula antara statemen (bahasa Inggris: statement) dan laporan (bahasa Inggris: report).

Pemakai Laporan Keuangan

  • Masyarakat

          Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi. Bahkan seharusnya harus dibedakan pula antara statemen dan laporan Pemakai Laporan Keuangan • Investor • Karyawan • Pemberi Pinjaman • Pemasok dan Kreditor usaha lainnya • Pelanggan • Pemerintah • Masyarakat

 Tujuan Laporan Keuangan Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

          Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

          Laporan keuangan sangat diperlukan dalam akuntansi baik itu akuntansi keuangan, biaya, maupun manajemen. Karena laporan keuangan memiliki fungsi yang sangat vital dalam sebuah perusahaan baik itu yang berasal dari pihak eksternal seperti (investor, kreditur, pemerintah,pelanggan) yang bertujuan untuk membaca kondisi keuangan dari suatu perusahaan, dan juga dari pihak internal seperti ( kalangan manajer) untuk demi menjaga kestabilan keuangan perusahaan tersebut maka laporan keuangan ini sangat dibutuhkan oleh segala macam bentuk perusahaan, instansi maupun manufaktur. Laporan Keuangan ialah sarana pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak diluar perusahaan.

          Ada beberapa informasi keuangan yang hanya dapat atau lebih baik disajikan dalam Pelaporan Keuangan ( Financial Reporting). Misalnya, laporan yang dikeluarkan kepada badan-badan pemerintah. Pelaporan keuangan memiliki beberapa tujuan, antara lain:
Untuk menyediakan informasi yang berguna bagi keputusan investasi dan kredit,?
Informasi yang berguna dalam menilai arus kas masa depan, dan?
Informasi mengenai sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut, dan perubahannya.?

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

          Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :

 • Dapat Dipahami : informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahmi peserta dan bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas para pengguna.

• Relevan : laporan keuangan dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna.

 • Keandalan : informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material.

 • Dapat diperbandingkan informasi yang disajikan akan lebih berguna bila dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.

          Standar Akuntansi Keuangan merupakan kerangka acuan dalam prosedur yang berkaitan dengan penyajian laporan keuangan. Keberadaanya dibutuhkan untuk membentuk kesamaan prosedur dalam menjelaskan bagaimana laporan keuangan disusun dan disajikan, oleh karenanya ia sangat berarti dalam hal kesatuan bahasa dalam menganalisa laporan – laporan keuangan bagi perusahaan, dana pensiun dan unit ekonomi lainya. Di Indonesia standar akuntansi keuangan tersebut dikenal dengan istilah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan hasil perumusan Komite Prinsipil Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 menggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984.

            Standar Akuntansi Keuangan ini sendiri terdiri dari sebuah pernyataan kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan serta seperangkat standar akuntansi keuangan dengan 35 pernyataan. SAK ini mulai berlaku efektif tanggal 1 januari 1995. Sebagai pedoman penyusunan dan penyajian laporan keuangan ia menjadi peraturan yang mengikat, sehingga pengertian yang bias terhadap suatu pos laporan keuangan dapat dihindari.

          Dalam konsep statement no 1, FASB menggunakan istilah pelaporan keuangan. Dalam kerangka penyusunan dan penyajian laporan keuangan IAI dipakai istilah laporan keuangan, pelaporan keuangan meliputi laporan keuangan dan cara-cara lain untuk melaporkan informasi, laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal an laporan arus kas, maka dalam laporan keuangan termasuk juga prospectus, peramalan oleh manajemen dan berbagai pengungkapan informasi lainnya.

SISTEM AKUNTANSI DI BERBAGAI NEGARA

Konvergensi standar akuntansi pada dasarnya adalah penyamaan bahasa bisnis. Setiap negara memiliki lembaga pengatur standar pelaporan keuangan. Indonesia memiliki Ikatan Akuntan Indonesia yang mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan sebagai satu-satunya standar yang diterima sebagai ‘bahasa bisnis’ perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Amerika Serikat memiliki Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) yang dirilis oleh Financial Accounting Standard Board (FASB).

Uni Eropa memiliki International Accounting Standard (IAS) yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Board (IASB).

Dan seterusnya, setiap negara menggunakan standar pelaporan-standar pelaporan yang sangat mungkin divergen antara satu dengan yang lain. Tidak ada jaminan bahwa laporan-laporan keuangan yang disajikan di antara negara-negara yang berbeda tersebut dapat dibaca dengan bahasa yang sama. Perbedaan standar ini pada ujungnya juga akan menghambat para pelaku bisnis internasional dalam mengambilkeputusanbisnisnya.

          Sejauh ini yang menjadi standar acuan adalah International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). IASB adalah badan pengatur standar dari International Accounting Standards Committee Foundation, sebuah lembaga independen nirlaba internasional yang bergerak di bidang pelaporan keuangan yangberkedudukandiInggris.

          Saat ini, lebih dari 100 negara telah mengharuskan atau membolehkan penerapan IFRS, dan diperkirakan akan semakin banyak negara di dunia menggunakan IFRS. Bahkan, 10 negara yang pasar modalnya sudah mendunia telah melakukan konvergensi ke IFRS yaitu Jepang, Inggris, Prancis, Kanada, Jerman, Hongkong, Spanyol, Switzerland, Australia, termasuk negara adidaya Amerika Serikat sudah menyatakan akan melakukan konvergensi ke IFRS.

 

Perkembangan Akuntansi di Amerika Serikat

Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standards Boardi – FSAB), namun sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.

Hingga tahun 2002 Institut Amerika untuk Akuntan Publik bersertifikat, badan sektor swasta lainnya, menetapkan Standar Auditing. Pada tahun itu Badan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik didirikan dengan kekuasaan yang luas untuk mengatur audit dan auditor perusahaan publik. Perusahaan di AS dibentuk berdasarkan hukum negara bagian, bukan hukum federal. Setiap negara bagian memiliki hukum perusahaannya sendiri. Secara umum, hukum berisi ketentuan minimal atas pencatatan akuntansi dan penerbitan laporan keuangan secara periodik. Banyak hukum perusahaan ini yang tidak ditegakkan secara ketat, dan laporan yang diserahkan kepada badan-badan lokal sering kali tidak tersedia untuk publik. Karenanya, ketentuan pelaporan keuangan dan audit tahunan secara realitas hanya tedapat pada tingkat federal, seperti yang ditentukan oleh SEC. SEC memiliki kekuasaan atas perusahaan-perusahaan yang mencatatkan sahamnya pada bursa-bursa efek AS dan perusahaan yang sahamnya diperdagangkan over the counter. Perusahaan dengan kewajiban terbatas lainnya tidak menghadapi ketentuan wajib untuk pelaporan keuangan, sehingga menbuata Amerika Serikat terlihat tidak normal menurut Standar Internasional.

Di Amerika Serikat , dilakukan pengujian dan analisa pada prinsip dan teori akuntansi yang berkembang melalui 4 fase yakni :

1. Fase Kontribusi Manajemen (1900-1933)

Pengaruh manajemen dalam pembentukan prinsip-prinsip akuntansi muncul dari meningkatnya jumlah pemegang saham dan peranan ekonomik dominan yang dimainkan oleh korporasi industri setelah 1900. Penyebaran kepemilikan saham memberi peluang bagi manajemen untuk mengendalikan bentuk dan isi pengungkapan akuntansi. Ketergantungan pada inisiatif manajemen menimbulkan konsekuensi sbb:

1. Sebagian besar teknik akuntansi tidak memiliki dukungan teoritis.

2. Pusat perhatian pada penentuan penghasilan kena pajak dan minimisasi pajak penghasilan.

3. Teknik yang diadopsi adalah untuk meratakan pendapatan

4. Penghindaran dari masalah-masalah kompleks dan solusi berdasarkan kebijakan dianut.

5. Perbedaan perlakuan teknik akuntansi dari perusahaan yang berbeda untuk masalah yang sama.

Situasi ini menghasilkan ketidakpuasan, karena adanya tuntutan dalam peningkatan standar pelaporan keuangan dan meminta danya perlindungan terhadap investor.

2. Fase Kontribusi Institusi (1933-1959)

Fase ini ditandai dengan timbulnya badan/institusi dan peningkatan peranannya dalam pengembangan prinsip akuntansi, sbb:

1. Tahun 1934 Kongres membentuk Securities and Exchange Commision (SEC) untuk melaksanakan berbagai peraturan investasi federal. Komisi ini dapat merumuskan hal-hal, informasi, metode-metode, yang harus ditunjukan dalam laporan keuangan.

2. Adanya usulan agar The American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) mulai melakukan kerjasama dengan bursa saham sehingga standar yang ditetapkan dalam laporan keuangan dapat sesuai dengan eksekutif perusahaan dan akuntan sesuai dengan praktek yang ada. Alternatif yang lebih praktis ini menyebabkan metode akuntansi berkembang secara luas dan konsisten.

3. Fase Kontribusi Profesional (1953-1973)

Komite Khusus tentang Program Riset mengusulkan pembubaran CAP dan departemennya yang diterima oleh AICPA dan kemudian didirikan Accounting Principle Board (APB) dan The Accounting Research Division (ARD) untuk meneliti tentang isu-isu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. APB kemudian menerbitkan berbagai pendapat untuk membahas isu-isu kontroversial , namun upaya tersebut tidak berhasil sehingga APB diserang dan dikritik karena opini yang bersifat kontroversial termasuk tentang akuntansi pensiun, alokasi pajak penghasilan, kredit pajak investasi, akuntansi untuk penggabungan usaha dan goodwill.

4. Fase Politisasi (1973-sekarang)

Keterbatasan asosiasi professional dan manajemen dalam merumuskan teori akuntansi mendorong diadopsinya pendekatan yang lebih deduktif dan politis. Dalam situasi tersebut FASB mengindikasikan proses penetapan standar akuntansi sebagai proses demokratik.

Proses penetapan standar akuntansi tidak hanya didasarkan kebutuhan pemakai tetapi juga mempertimbangkan beberapa perspektif yang dapat mempresentasikan seluruh konstituensi. Juga ditekankan agar Pemerintah federal dan Kongres harus berada pada kepentingan umum dengan mempertahankan dan meningkatkan akuntabilitasnya dimata publik.

Kualifikasi dan regulasi di bidang akuntansi

Di Amerika Serikat, akuntan yang berpraktek disebut Certified Public Accountant (CPA), Certified Internal Auditor (CIA) dan Certified Management Accountant (CMA). Perbedaan jenis sertifikasi adalah dalam hal jenis-jenis jasa yang ditawarkan, walaupun mungkin saja satu orang memiliki lebih dari satu sertifikat. Sebagai tambahan, banyak pekerjaan akuntansi dikerjakan oleh seseorang tanpa memiliki sertifikasi namun di bawah pengawasan seorang akuntan bersertifikat.

Sertifikasi CPA dikeluarkan di negara bagian tempat kedudukan yang bersangkutan berupa ijin untuk menawarkan jasa auditing kepada publik, walaupun kebanyakan kantor akuntan juga menawakan jasa akuntansi, perpajakan, bantuan litigasi dan konsultansi keuangan lainnya. Persyaratan untuk mendapat sertifikat CPA bervariasi di antara negara bagian, namun ujian Uniform Certified Public Accountant diharuskan di setiap negara bagian. Ujian ini dibuat dan diperiksa oleh American Institute of Certified Public Accountants.

Sertifikasi CIA dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditors (IIA), yang diberikan kepada kandidat yang lulus dalam empat bagian ujian. CIA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik.

Sertifikasi CMA diberikan oleh Institute of Management Accountants (IMA), yang diberikan kepada kandidat yang dinyatakan lulus dalam empat bagian ujian dan memenuhi pengalaman praktek tertentu berdasarakan ketentuan IMA. CMA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik. CMA juga bisa menawarkan jasanya kepada publik, namun dengan lingkup yang lebih kecil dibanding CPA.

Badan standar akuntansi di Amerika Serikat

· American Institute of Certified Public Accountants

suatu organinsasi profesional dalam bidang akuntansi publik yang keanggotaannya hanya bagi akuntan publik terdaftar (certified public accountants)saja. Organisasi ini menerbitkan jurnal bulanan The journal of accountancy dan berpengaruh kuat bagi perkembangan prinsip-prinsip akuntansi serta norma pemeriksaan di Amerika Serikat

· Financial Accounting Standards Board

Salah satu organisai yang memberikan panduan standar untuk pelaporan keuangan. Misi dari FASB adalah untuk membangun dan meningkatkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan untuk bimbingan dan pendidikan masyarakat, termasuk emiten, auditor dan pengguna informasi keuangan.

· Governmental Accounting Standards Board (Dewan standar akuntansi pemerintahan)

· Securities and Exchange Commission

lembaga independen dari pemerintah Amerika Serikat yang memegang tanggung jawab utama untuk menegakkan hukum federal efek dan mengatur industri efek, pasar saham dan bangsa pilihan bursa, dan efek elektronik lainnya.

Standar Akuntasi Keuangan (SAK) Di Amerika

Dalam akuntansi terapan di Indonesia kita mengenal yang namanya SAK (Standar Akuntansi Keuangan), di Amerika lebih dikenal dengan nama GAAP (General Accepted Accounting Principal). GAAP adalah aturan akuntansi yang digunakan untuk menyiapkan, menyajikan, dan melaporkan laporan keuangan untuk berbagai entitas, termasuk publik yang diperdagangkan dan swasta yang diselenggarakan perusahaan, non- organisasi nirlaba , dan pemerintah. Standar inilah yang menjadi tolak ukur atau panduan proses pencatatan akuntansi di sebuah perusahaan.

Organisasi-organisasi yang mempengaruhi perkembangan GAAP di Amerika Serikat.

a. United States Securities and Exchange Commission ( SEC )/Amerika Serikat Komisi Sekuritas dan Bursa.

SEC diciptakan sebagai akibat dari Depresi Besar .. Pada waktu itu tidak ada struktur menetapkan standar akuntansi. SEC mendorong pembentukan badan standar pengaturan swasta melalui AICPA dan kemudian FASB , percaya bahwa sektor swasta memiliki pengetahuan yang tepat, sumber daya, dan bakat. SEC bekerja sama dengan berbagai organisasi swasta pengaturan GAAP,tetapi tidak menetapkan GAAP sendiri.

b. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)/ Ikatan Akuntan Publik Amerika Bersertifikat (AICPA)

Pada tahun 1939, mendesak oleh SEC, AICPA menunjuk Komite Akuntansi Prosedur (CAP). During the years 1939 to 1959 CAP issued 51 Accounting Research Bulletins that dealt with a variety of timely accounting problems. Selama tahun 1939-1959 CAP diterbitkan 51 Akuntansi Buletin Penelitian yang berurusan dengan berbagai masalah akuntansi yang tepat waktu. Namun, masalah ini-dengan pendekatan-masalah gagal mengembangkan terstruktur yang sangat dibutuhkan tubuh prinsip akuntansi. Dengan demikian, pada tahun 1959, AICPA menciptakan Prinsip Akuntansi Board (APB), yang misi itu adalah untuk mengembangkan suatu kerangka kerja konseptual secara keseluruhan. Ini diterbitkan 31 pendapat dan dibubarkan pada tahun 1973 karena kurangnya produktivitas dan kegagalan untuk bertindak segera. Setelah penciptaan FASB , AICPA membentuk Komite Eksekutif Standar Akuntansi (AcSEC).

c. Financial Accounting Standards Board (FASB)/ Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB)

Menyadari kebutuhan untuk reformasi APB, pemimpin dalam profesi akuntansi menunjuk Kelompok Studi Pembentukan Prinsip Akuntansi (umumnya dikenal sebagai Komite Gandum untuk perusahaan kursi Francis Gandum). Kelompok ini menentukan bahwa APB harus dibubarkan dan struktur standar pengaturan baru diciptakan. Struktur ini terdiri dari tiga organisasi: Akuntansi Keuangan Foundation (FAF, akan memilih anggota FASB, dana dan mengawasi kegiatan mereka), Standar Akuntansi Keuangan Advisory Council (FASAC), dan organisasi usaha besar dalam struktur ini Akuntansi Keuangan Dewan Standar (FASB).

d. Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (GaSb)

Dibuat pada tahun 1984, GaSb membahas masalah-masalah pemerintah negara bagian dan lokal pelaporan. Strukturnya mirip dengan yang ada pada FASB’s.

e. Organisasi lain berpengaruh (misalnya Ikatan Akuntan Amerika, Ikatan Akuntan Manajemen, Keuangan Lembaga Eksekutif)
f. Organisasi berpengaruh lainnya Keuangan Pemerintah Officer’s Association (GFOA).

Laporan Keuangan Amerika serikat

Ada 8 Tipe Komponen Laporan Keuangan di Amerika :

1. Laporan Manajemen

2. Laporan Auditor Independen

3. Laporan Keuangan Primer

4. Diskusi manajemen dan analisis hasil operasional dan kondisi keuangan

5. Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laporan keuangan

6. Catatan atas laporan keuangann

7. Perbandingan data keuangan selama 5 atau 10 tahun

8. Data triwulan terpilih

Empat Pilar Standar Akuntansi

  1. Standar akuntansi keuangan (sak), digunakan untuk entitas yang memiliki akuntabilitas publik, yaitu entitas terdaftar atau dalam proses pendaftaran dipasar modal atau entitas fidusia (yang menggunakan dana masyarakat, seperti asuransi, perbankan, dan pensiun).
  2. Standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (sak etap), digunakan untuk ntitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dalam menyusun laaporan keuangan untuk tujuan umum.
  3. Standar akuntansi keuangan syariah (sak syariah)
  4. Standar akuntansi pemerintah (sap)

Laporan Keuangan dan Standar Akuntansi Keuangan

Laporan Keuangan dan Standar Akuntansi Keuangan

LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi : • Neraca • Laporan laba rugi • Laporan perubahan ekuitas • Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca. Perbedaan Pelaporan dan Laporan Keuangan Haruslah dibedakan antara pengertian Pelaporan keuangan dan laporan keuangan. Pelaporan Keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan peyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (prinsip akuntansi berterima umum atau generally accepted accounting principles/GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi. Bahkan seharusnya harus dibedakan pula antara statemen dan laporan Pemakai Laporan Keuangan • Investor • Karyawan • Pemberi Pinjaman • Pemasok dan Kreditor usaha lainnya • Pelanggan • Pemerintah • Masyarakat Tujuan Laporan Keuangan Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu : • Dapat Dipahami • Relevan • Keandalan • Dapat diperbandingkan STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Standar Akuntansi Keuangan merupakan kerangka acuan dalam prosedur yang berkaitan dengan penyajian laporan keuangan. Keberadaanya dibutuhkan untuk membentuk kesamaan prosedur dalam menjelaskan bagaimana laporan keuangan disusun dan disajikan, oleh karenanya ia sangat berarti dalam hal kesatuan bahasa dalam menganalisa laporan – laporan keuangan bagi perusahaan, dana pensiun dan unit ekonomi lainya. Di Indonesia standar akuntansi keuangan tersebut dikenal dengan istilah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan hasil perumusan Komite Prinsipil Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 menggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984. Standar Akuntansi Keuangan ini sendiri terdiri dari sebuah pernyataan kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan serta seperangkat standar akuntansi keuangan dengan 35 pernyataan. SAK ini mulai berlaku efektif tanggal 1 januari 1995. Sebagai pedoman penyusunan dan penyajian laporan keuangan ia menjadi peraturan yang mengikat, sehingga pengertian yang bias terhadap suatu pos laporan keuangan dapat dihindari.

 

Peran AAA Melalui A Statement of Basic Accounting (ASOBAT)

  1. Pembuat keputusan–keputusan yang berkenaan penggunaan sumber-sumber yanglangka kea rah penentuan tujuan.
  2. Melaksanakan dan mengendalikan struktur organisasi, sumber daya manusiadan materialsecara berhasil.
  3. Memelihara dan melaporkan sumber – sumber daya yang dimiliki entitas.
  4. Pelaksanaan fungsi – fungsi sosial pengendalian.

Standar Kualitas untuk Informasi Akuntansi

Proses akuntansi menghasilkan informasi yang disajikan dalam bentuklaporan keuangan.ASOBAT menetapkan empat standar kualitas sebagai dasar penilaian informasi akuntansi yaitu:

1.Relavan

Relevan berhubungan dengan penggunaan informasi dalam pembuatan keputusan, danmerupakan standar kualitas primer.

2. Dapat diuji

Dapat diuji merupakan pengujian transaksi untuk mendapatkan atau melihat objektifitasinformasi.

3.Bebas dari prasangka