MATERI 3 Struktur Teori Akuntansi

MATERI 3

Struktur Teori Akuntansi

Pendekatan dan metodologi apa pun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, rerangka acuan yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan teknik akuntansi.  Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen-elemen berikut ini :

  1. Pernyataan Tujuan Laporan Keuangan
  2. Pernyataan postulat dan konsep teoritis akuntansi yang terkait dengan asumsi-asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis diturunkan dari pernyataan tujuan.
  3. Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan konsep teoritis .
  4. Batang tubuh teknik-teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi.

1. Tujuan Laporan Keuangan

 

a. FASB

Tujuan Pelaporan Keuangan menurut konsepsi FASB yang disusun atas dasar kondisi lingkungan ekonomi sosial di Amerika :

  1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi investor dan kreditur untuk dasar pengambilan keputusan investasi dan pemberian keputusan .
  2. Memberikan informasi posisi keuangan perusahaan dengan menunjukkan sumber-sumber ekonomi (kekayaan) perusahaan serta asal kekayaan tersebut (siapa pihak yang mempunyai hak atas atas kekayaan tersebut)
  3. Memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (earning power)
  4. Memberikan informasi yang dapat menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang-hutangnya.
  5. Memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan sumber-sumber pembiayaan perusahaan.
  6. Memberikan informasi yang dapat membantu para pemakai dalam meramalkan aliran kas masuk ke perusahaan.

Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi

FASB menerbitkan Statement of Accounting Concept No.2 “KarakteristikKualitatif Informasi Akuntansi”, yang menyediakan kreteria untuk memilih antara :

  1. Metode akuntansi alternative dan pelaporan, atau
  2. Permintaan akan pengungkapan

Secara mendasar criteria mengindikasikan mana informasi yang lebih baik (lebih berguna) untuk pembuatan keputusan.  Karakteristik di pandang sebagai hirarki.  Kegunaan untuk pembuatan keputusan disajikan sebagai kualitas informasi yang paling penting.  Dalam kaitannya dengan ini informasi, relevansi dan reliabilitas merupakan dua kualitas primer, Komparabilitas dan konsistensi disajikan dengan kualitas sekunder dan interaktif.  Terakhir, konsep pertimbangan cost benefit dan materialitas diakui secara berturut-turut, sebagai batasan pervasive dan batas untuk pengakuan.  Dapat digambarkan sebagai berikut :

Relevansi informasi harus terkait dengan atau berguna dalam kaitannya dengan tindakan yang didesaian untuk memfasilitasi atau menghasilkan informasi yang ingin dihasilkan.

  • Nilai Prediksi. Informasi yang dihasilkan dapat membantu investor, kreditor dan pemakai lainnya mengevaluasi kejadian masa lalu, sekarang dan masa mendatang.
  • Nilai umpan balik. Selain agar informasi menjadi relevan, informasi harus memiliki nilai prediksi dan umpan balik, dan pada saat yang sama harus disampaikan dengan tepat waktu.
  • Tepat Waktu. Informasi juga harus tersedia untuk membuat keputusan sebelum kehilangan kapasitas dalam mempengaruhi keputusan.

Rentabilitas  adalah kualitas yang memungkinkan pengguna data bergantung padanya dengan penuh keyakinan sebagai penyajian apa yang seharusnya disajikan.

  • Dapat diverifiaksi adalah atribut yang memungkinkan induvidu berkualitas yang bekerja secara independent satu sama lain menggambarkan ukuran yang secara mendasar sama atau menyimpulkan suatu pengujian dari bukti, data atau catatan yang sama.
  • Penyajian yang jujur. Maka informasi bebas dari bias pengukuran dan pengukur.
  • Netralitas adalah informasi yang bebas dari bias menuju pencapaian hasil yang diinginkan.
  • Komparabilitas dan Konsistensi adalah penggunaan metode yang sama sepanjang waktu oleh satu perusahaan.

Pertimbangan manfaat biaya diakui sebagai batasan pervasive, informasi akuntansi keuangan akan dicari jika manfaat yang diperoleh dari informasi tersebut melebihi biayanya.

Materialitas pernyataan atas kepentingan relative, informasi mempunyai dampak signifikan atau material terhadap keputusan atau tidak.

 

b. APB Statement No.4

Tujuaan khusus laporan keuangan adalah menyajikan secara wajir dan sesuai prinsip akuntansi berterima umum, posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan lain dalam posisi keuangan.

Tujuan umum laporan keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang sumber daya ekonomis dan kewajiban suatu usaha binis dengan tujuan untuk :
  • Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan
  • Menunjukkan pendanaan dan investasi
  • Mengevaluasi kemampuan perusahaan memenuhi komitmen
  • Menunjukkan basis sumber daya untuk pertumbuhan
  1. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya bersih sebagai hasil dari aktivitas-aktivitas perusahaan yang menghasilkan profit dengan tujuan untuk :
  • Menunjukkan tingkat kembalian dividen harapan bagi investor.
  • Menunjukkan kemampuan operasi untuk membayar kreditor dan pemasok, menyediakan pekerjaan bagi karyawan, membayar pajak dan menghasilkan dana untuk ekspansi.
  • Menyediakan informasi keuangan bagi manajemen untuk perencanaan dan pengendalian.
  • Menunjukkan profitabilitas jangka panjang
  1. Menyediakan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi earning potensial perusahaan :
  2. Menyediakan informasi lain yang dihasilkan tentang perubahan sumber daya ekonomi dan kewajiban.
  3. Mengungkapkan informasi lain yang relevan dengan kebutuhan pemakai.

 

Tujuan Kualitatif akuntansi keuangan adalah sebagai berikut :

  • Relevan, memilih informsi yang paling mungkin untuk membantu pemakai dalam pembuatan keputusan ekonomi .
  • Dapat dipahami selain harus jelas informasi yang dipilih, juga harus dapat dipakai pemakai
  • Dapat diuji kebarannya , hasil-hasil akuntansi dibenarkan oleh ukuran-ukuran yang independent, menggunakan metode pengukuran yang sama.
  • Netral. Informasi akuntansi diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan bukan kebutuhan khusus pemakai tertentu.
  • Tepat Waktu. Berarti mengkomunikasikan informasi se-awal mungkin untuk menghindari dari keterlambatanpembuatan keputusan ekonomi.
  • Dapat Diperbandingkan. Perbedaan-perbedaan seharusnya tidak mengakibtakan perlakuan akuntansi yang berbeda.
  • Kelengkapan. Semua informasi yang memenuhi persyaratan tujuan-tujuan kualitatif lain harus dilaporakan.

c. Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) 1984

Tujuan Laporan Keuangan :

  1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
  2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva neto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
  3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  4. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi.
  5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebuthan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

d. Trueblood Report.

Tujuan Laporan Keuangan Yang Dinyatakan Dalam Trueblood Report.

  • Tujuan dasar laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi sebagai dasar keputusan ekonomi.
  • Tujuan Laporan Keuangan adalah untuk melayani pemakai yang memiliki keterbatasan otoritas, kemampuan, atau sumber daya untuk memperoleh informasi dan pemakai yang bergantung pada laporan keuangan sebagai sumber informasi utama tentang aktivitas perusahaan.
  • Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang berguna bagi investor dan kreditur untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi jumlah, waktu, dan ketidakpastian yang terikat dengan aliran kas potensial.
  • Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi pada pemakai untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi kemampuan perusahaan memperoleh earnings.
  • Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna dalam menilai kemampuan manajemen untuk menggunakan sumber daya organisasi secara efektif guna mencapai tujuan utama perusahaan.
  • Tujuan Laporan keuangan adalah menyediakan informasi factual dan penafsiran tentang transaksi dan kejadian lain yang berguna untuk memprediksi, membandingkan dan mengevaluasi earnings power perusahaan.  Asumsi0asumsi dasar yang mendasari interpretasi, evaluasi, prediksi atau estimasi suatu persoalan harus diungkapkan.
  • Tujuannya adalah menyediakan laporan posisi keuangan yang berguna untuk memprediksi, membandingkan dan mengevaluasi earning perusahaan.
  • Tujuannya untuk menyediakan laporan earning periodic yang berguna untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi earning power perusahaan.
  • Tujuannya untuk menyediakan laporan aktivitas keuangan  yang berguna untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi earning power perusahaan. 
  • Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna untuk proses prediksi.
  • Tujuan laporan keuangan adalah untuk pemerintah dan organisasi nirlaba adalah menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi keefktifan manajemen sumber daya dalam mencapai tujuan organisasi terutama bersifat non moneter.
  • Tujuan laporan keuangan adalah untuk melaporkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang mempengaruhi komunikasi yang mana dapat ditentukan dan dijelaskan atau diukur dan penting bagi perusahaan dalam lingkungan sosialnya.

 

2. Postulat-Postulat Akuntansi

Postulat akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, menggambarkan lingkungan akuntansi, politik, sosiologi, dan hokum tempat akuntansi beroperasi.

 

a. Postulat Entitas

Postulat entitas mengatakan bahwa setiap perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain.

  • Postulat entitas menurunkan bidang perhatian akuntan dan membatasi jumlah objek, peristiwa dan atribut peristiwa yang harus dimasukkan dalam laporan keuangan.
  • Entitas akuntansi adalah mendefinisikan sebagai unit ekonomi yang bertanggung jawab atas aktivitas ekonomi dan pengendalian administrative atas unit.
  • Entitas akuntansi juga dapat diartikan dalam kerangka kepentingan ekonomi berbagai pemakai.

b. Postulat Kelangsungan Usaha

Postulat Kelangsungan Usaha atau postulat kontinuitas, menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperasi untuk melaksanakan proyek, komitmen, dan aktivitas yang sedang berjalan.

c. Postulat Unit Pengukur

Postulat unit pengukur menyatakan bahwa akuntansi adalah pengukuran dan proses mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter.

d. Postulat Periode Akuntansi

Laporan keuangan yang menggambarkan perubahan dalam kesejateraan perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodic.

 

3. Konsep-Konsep Teoritis Akuntansi

Konsep teori akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, juga berterima umum berdasrkan ksesuainnya dengan tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan sifat entitas akuntansi yang beroperasi dalam ekonomi bebas yang dikarakteritikan oleh kepemilikan pribadi atas kekayaan. 

a. Teori Propriatery/Kepemilikan.

Menurut teori propriatery, entitas sebagai “agen perwakilan atau susunan melalui wirausahawan individual atas  pengoperasian pemegang saham.” Tujuan utama teori propriteray adalah untuk menetukan dan menganalisa kekayaan bersih pemilik, dengan persamaan akuntansi :

Asset – Utang = Ekuitas Pemilik

b. Teori Entitas

Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang menyediakan modal pada entitas.  Unit bisnis bukan pemilik, merupakan pusat kepentingan akuntansi.  Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggung jawab terhadap pemilik maupun kreditor.  Menurut teori ini, persamaan akuntansinya adalah :

 Asset = Ekuitas

Asset = Utang + Ekuitas Pemegang Saham

  • Asset adalah pertumbuhan hak perusahaan
  • Ekuitas adalah sumber asset dan terdiri dari utang dan ekuitas pemegang saham.

c. Teori Dana.

Dalam teori dana, dasar akuntansi bukan teori proprietary maupun teori entitas, tetapi kelompok asset dan kewajiban dan restriksi terkait, disebut dana, yang mengatur penggunaan asset.  Jadi, teori dana memandang unit bisnis terdiri atas sumber daya .  Persamaan akuntansinya adalah :

Asset = Restriksi Asset

 

4. Prinsip-Prinsip Akuntansi

Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum, yang diturnkan baik dari tujuan dan konsep teoritis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.  Untuk lebih memahami dan membandingkan apa sebenarnya yang dapat dimasukkan sebagai prinsip akuntansi, berikut ini dikemukakan aeperangkat konsep-konsep dasar menurut beberapa sumber :

a. Prinsip Akuntansi menurut Prinsip Akuntansi 1984.

  1. Kesatuan Akuntansi
  2. Kesinambungan
  3. Periode Akuntansi
  4. Pengukuran Dalam Nilai Uang
  5. Harga Pertukaran

b. Prinsip Akuntansi menurut APB  Statement No.4

  1. Kesatuan usaha sebagai focus akuntansi (accounting entity)
  2. Kontinuitas Usaha (Going Concern)
  3. Pengukuran aktiva dan Passiva unit Usaha (measurement of economic resources and obligations)
  4. Laporan berdasarkan periode waktu (Time Periode)
  5. Pengukuran dalam satuan moneter (measurement in term of money)
  6. Asas himpun/akrual (accrual)
  7. Harga Pertukaran (jual beli) (exchange price)
  8. Angka/jumlah rupiah pendekatan (Approximation)
  9. Kebijaksanaan (judgement)
  10. Informasi Keuangan Umum (General Purpose Finansial Information)
  11. Laporan Keuangan Saling Berkaitan (Fundamentally Related Financial Statements)
  12. Mementingkan Substansi Daripada Bentuk luar/Yuridis (Substance Over Form)
  13. Materialitas (Materiality)

 

c. Prinsip Kos

APB Statement No.4 mendefinisikan Kos adalah jumlah, diukur dalam uang, kas uang dibelanjakan atau property lain yang ditransfer, penerbitan modal saham, jasa yang diberikan atau uang yang terjadi, sebagai imbalan atas barang atau jasa yang diterima, atau seharusnya diterima.

Kos dapat diklasifikasikan sebagai belum terpakai (unexpired) adalah asset yang dapat digunakan untuk menghasilkan revenue di masa mendatang dan telah terpakai (experid) adalah pengurang revebue atau dibenbankan sebagai pengurang laba ditahan.

Prinsip kos dijustifikasi oleh postulat kelangsungan usaha yang mengasumsikan bahwa entitas akan meneruskan aktivitasnya secara tidak terbatas, sehingga mengelimiasi perlunya menggunakan nilai sekarang atau nilai likuiditas untuk penilaian asset,

Prinsip kos lemah pada validitas postulat unit pengukur, yang mengasumsikan bahwa daya beli dolar adalah stabil, merupakan keterbatasan utama untuk menerapkan prinsip kos, pada kenyataannya adanya inflasi.

 

d. Prinsip Revenue

Prinsip Revenue Menspesifikasi :

  • Sifat Komponen-komponen revenue
  • Pengukuran Revenue
  • Waktu Pengukuran Revenue

e. Prinsip Objektivitas

Kegunaan informasi keuangan tergantung pada tingkat realibilitas prosedur pengukuran yang digunakan.  Karena menjamin reliabilitas maksimum adalah salat sulit, akuntan, telah menggunakan prinsip objektivitas untuk menjustifikasi pemilihan prosedur pengukuran yang digunakan.  Prinsip objektivitas, bagaimanapun, yang menjadi subjek interpretasi yang berbeda :

  1. Pengukuran objektivitas merupakan ukuran yang tidak bersifat personel dalam pengertian bebas dan bias personel pengukurnya.
  2. Pengukuran objektivitas merupakan pengukuran variable dalam pengertian bahwa pengukuran didasarkan pada bukti.
  3. Pengukuran objektivitas merupakan hasil dari dari konsensus diantara kelompok pengamat atau pengukur tertentu.
  4. Ukuran penyebaran atau distribusi pengukuran digunakan sebagai indicator tingkat objectivitas suatu system pengukuran termaksud.

f. Prinsip Konsistensi

Prinsip konsistensi menyatakan bahwa peristiwa ekonomi yang serupa seharusnya dicatat dan dilaporkan secara konsisten dari period ke periode.  Prinsip ini berimplikasi bahwa prosedur akuntansi yang semua akan diterapkan dalam item serupa sepanjang waktu.

Prinsip konsistensi tidak menghalangi perusahaan mengubah prosedur akuntansi ketika hal tersebut dapat dibenarkan dengan perubahan keadaan, atau jika prosedur alternative lebih baik.  Menurut APB opinion No. 20 perubahan yang dapat menjustifikasi perubahan prosedur adalah :

  1. Perubahan dalam prinsip akuntansi
  2. Perubahan dalam estimasi akuntansi
  3. Perubahan dalam entitas pelaporan

 

Perubahan ini harus terefleksi dalam akun dan dilaporakan dalam laporan keuangan secara retroaktif untuk perubahan dalam entitas akuntansi, secara prospektif untuk perubahan dalam estimasi akuntansi, dan secara umum dan segera untuk perubahan dalam prinsip akuntansi.

 

g. Prinsip Pengungkapan Penuh

Terdapat consensus umum dalam terdapat pengungkapan data akuntansi yang penuh (full), wajar (fair), cukup (adequate).  Pengungkapan penuh mensyaratkan bahwa laporan keuangan didesaian dan dibuat untuk menggambarkan secara akurat peristiwa ekonomi yang telah mempengaruhi perusahaan untuk suatu periode dan memuat informasi yang memadai untuk membuat laporan keuangan dan tidak menyesatkan bagi rata-rata investor.  Beberapa hal yang menjadi perhatian pengungkapan penuh :

  • Rincian tentang kebijakan dan metode akuntansi, terutama bila diperlukan pertimbangan dalam penerapan metode akuntansi.
  • Informasi tambahan untuk membantu analisa investasi atau untuk mengindikasikan hak berbagai pihak yang memiliki klaim atas pelaporan entitas.
  • Perubahan dari tahun sebelumnya dalam kebijakan dan metode akuntansi  yang digunakan dan dampak perubahan tersebut.
  • Aset, Utang, Kos, dan Revenue yang timbul dari transaksi dengan pihak lain yang memiliki kepentingan pengendalian atau dengan direktur atau karyawan yang memiliki hubungan khusus dalam entitas pelaporan.
  • Aset, Utang, dan Komitmen Bersyarat
  • Transaksi keuangan atau transaksi operasi lainnya yang terjadi setelah tanggal neraca yang memiliki dampak material terhadap posisi keuangan entitas.

h. Prinsip Konservatisme

Prinsip Konservatisme menyatakan bahwa ketika memilih diantara dua atau lebih teknik akuntansi yang dapat diterima, maka preferensinya adalah memilih yang paling kecil dampaknya terhadap ekuitas pemegang saham.

 

i. Prinsip Materialitas

Prinsip materialitas menyatakan bahwa transaksi dan peristiwa yang tidak memiliki dampak ekonomi signifikan dapat diatasi dengan cara yang paling tepat, apakah transaksi dan peristiwa tersebut sesuai dengan prinsip berterima umum atau tidak, dan tidak perlu diungkapkan.

Suatu jumlah material tidak semata-mata, karena alasan besarnya jumlah, factor-factor lain meliputi serangkaian hal-hal berikut ini harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan tentang materilitas. Antara lain :

Sifat Item, apakah item : 

  • Merupakan factor masukkan dalam penentuan net income
  • Tidak biasa atau luar biasa
  • Peristiwa atau kondisi bersyarat.
  • Dapat ditentukan berdasarkan fakta dan keadaan yang ada
  • Diminta oleh undang-undang atau regulasi.

Jumlah item itu sendiri, dalam hubungannya dengan :

  • Laporsn keuangan secara keseluruhan.
  • Total akun tempat item tersebut terbentuk, atau seharusnya terbentuk sebagai bagiuannya,
  • Item item terkait
  • Jumlah yang terkait dalam tahun sebelumnya atau jumlah yang diharapakan dalam tahun-tahun mendatang.

j. Prinsip Keseragaman dan Komparabilitas

Prinsip keseragaman merujuk pada penggunaan prosedur yang sama oleh perusahaan yang berbeda.  Tujuan yang diinginkan adalah mencapai komparabilitas laporan keuangan dengan mengurangi keanekaragaman yang tercipta karena penggunaan prosedur akuntansi yang berbeda oleh perusahaan yang berbeda.

Pendukung utama prinsip keseragaman mengklaim bahwa prinsip tersebut akan :

  1. Mengurangi perbedaan penggunaan prosedur akuntansi dan ketidakcukupan praktik akuntansi
  2. Memungkinkan perbandingan yang berarti bagi pengguna laporan keuangan.
  3. Memperbaiki kepercayaan pengguna para laporan keuangan.
  4. Mendorong intervensi pemerintah dan regulasi praktik akuntansi

Pendukung utama fleksibilitas mengklaim bahwa :

  1. Penggunaan prosedur akuntansi yang seragam untuk menunjukkan item yang sama yang terjadi dalam berbagai kasus menimbulkan risiko penyembunyian perbedaan-perbedaan penting diantara kasus tersebut.
  2. Komparbilitas merupakan tujuan yang tidak praktis, hal tersebut tidak dapat dicapai dengan mengadopsi aturan-aturan perusahaan yang tidak menggunakan pencatatan yang memadai untuk situasi factual yang berbeda.
  3. Perbedaan dalam keadaan”atau “ variable-variabel keadaan meminta perlakuan yang berbeda, sehinggga pelaporan perusahaan dapat merespon keaadaan tempat transaksi dan peristiwa terjadi     

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s