Etika Teknologi Informasi

Resume Sistem Informasi Manajemen

Nama                          : Mujiharto Panga

NIM                            : 921 411 144

Kelas/Semster            : D/IV

Jurusan                      : Akuntansi/ S1

Judul Materi  : Etika Teknologi Informasi

 

Etika Teknologi Informasi

Berbicara tentang Teknologi Informasi, berbicara pula tentang kehidupan modern yang semakin terasa mudah dengan adanya fasilitas-fasilitas yang berbasis teknologi. Memang benar, keberadaan teknologi informasi kian mempermudah berbagai kegiatan manusia, sebagaimana pengertian teknologi informasi yaitu gabungan antara kegiatan telekomunikasi yang terkomputerisasi sehingga menciptakan perpaduan yang memudahkan proses pelaksanaan kegiatan. Sebagai contoh, dahulu ketika seseorang ingin menunaikan ibadah haji, maka haruslah menggunakan alat transportasi kapal untuk mencapai Kota Makkah, kapal yang digunakan pun masihlah menggunakan mesin yang sederhana, sehingga membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan perjalanan dari tanah air ke Kota Makkah. Hal ini telah terjadi perubahan yang sangat signifikan apabila kita memandang kehidupan sekarang ini, transportasi yang dulunya menggunakan kapal dengan mesin yang sangat sederhana, kini telah tergantikan transportasi udara yang dapat mencapai negara tujuan dalam hitungan hari bahkan jam. sungguh perbedaan yang sangat signifikan bukan? Inilah salah satu manfaat atas perkembangan teknologi infomasi.

Adapun penggunaan teknologi informasi tergantung pada individu, apakah akan memiliki manfaat yang positif ataupun negatif tentulah tergantung pada usernya. Oleh karena itu diperlukan beberapa etika penting yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi informasi agar manfaat yang didapat lebih maksimal dan tidak menimbulkan kerugian bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Terkait etika teknologi informasi, di bawah ini akan dijelaskan beberapa elemen yang merupakan etika berteknologi dalam kehidupan sehari-hari :

  1. Gunakanlah teknologi informasi untuk hal yang positif dengan mempertimbangkan dampak apa saja yang dapat ditimbulkan.
  2. Teknologi adalah sarana, jadi janganlah berlebihan dalam menggunakan teknologi, karena dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial kita dalam bermasyarakat.
  3. Jangan sekali-kali masuk sistem teknologi informasi yang bersifat pribadi milik orang lain tanpa izin.
  4. Hargailah privasi serta hak cipta orang lain, janganlah menjadi seorang hacker ataupun cracker yang dapat merugikan orang lain.
  5. janganlah berambisi untuk memiliki berbagai macam teknologi informasi. Milikilah beberapa teknologi informasi yang benar-benar kita butuhkan untuk menunjang kehidupan kita.
  6. Teknologi informasi memanglah mempermudah segala bidang kehidupan, namun ingatlah bahwa kita adalah manusia dimana memiliki fitrah dan diperintahkan oleh Allah untuk giat dalam berusaha dan berfikir.

Adapun beberapa etika teknologi infomasidalam hal berkomunikasi melalui media sosial seperti facebook, twitter ataupun e-mail diantaranya :

1)        Jangnlah berlebihan mengumbar privasi, karena media sosial adalah fasilitas komunikasi umum yang tidak dapat diprediksi kebenaran suatu data dari setiap anggotanya. Contoh kasus, ada seseorang yang mempunyai 2 akun di facebook. satu akun diketahui banyak menampilkan status yang religius, berkata bijaksana bahkan wibawa, namun satu akun lainnya memiliki status yang berisi hinaan, kesombongan dan lain sebagainya.

2)        Janganlah gunakan keanggotaan kita di media sosial untuk menipu orang lain, karena sepandai-pandai orang menyembunyikan kejahatan, maka kelak akan terungkap juga, entah di dunia maupun di akhirat.

3)        Hargailah kebudayaan dan adab di daerah atau negara lawan bicara kita di media sosial, ingatlah bahwa etika setiap daerah bahkan setiap negara berbeda-beda. Jadi usahakan kita mengetahui terlebih dahulu apa saja yang dilarang untuk kita ucapkan sebelum kita menjalin komunikasi dengan orang lain yang berbeda daerah atau negara dengan kita.

4)        Janganlah menggunakan kata alay 5epert1 iniy serta jangan gunakan huruf kapital sesuka kita, karena merupakan  huruf yang mencerminkan ungkapan berteriak.

5)        Bedakan cara kita berkomunikasi dengan teman, sahabat, orang tua, guru ataupun deangan presiden.

6)        Berhati-hatilah saat berkomunikasi ataupun membuat status, karena dewasa ini sering terjadi tindak kejahatan yang asal mulanya terjadi melalui media sosial, seperti kasus penculikan, pemerkosaan, bahkan hukuman terhadap seseorang yang menampilkan status yang menyinggung perasaan orang lain.

7)        Janganlah mengupload foto-foto yang tidak senonoh, karena dapat menimbulkan pikiran negatif bagi yang melihatnya. Dan yang lebih ekstrem lagi, foto tersebut dapat menjadi ladang dosa bagi yang punya.

8)        Ingatlah hubungan pertemanan yang terbaik adalah melalui hubungan nyata, bukan hubungan di dunia maya.

IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI

 

Moral, Etika, dan Hukum

Dalam kehidupan sehari-hari, kita diarahkan oleh banyak pengaruh. Sebagai warga negara yang memiliki tanggung jawab sosial, kita ingin melakukan hal yang secara moral benar, berlaku etis, dan mematuhi hukum.

1)      Moral

Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai prilaku yang benar dan yang salah. Moral adalah institusi sosial dengan sejarah dan seperangkat aturan.

2)      Etika

Prilaku kita juga diarahkan uleh etika. Etika adalah sekumpulan kepercayaan, standar, atau teladan yang mengarahkan, yang merasuk ke dalam seseorang atau masyarakat.

3)      Hukum

Hukum adalah peraturan prilaku formal yang diterapkan oleh otoritas yang berwenang, seperti pemerintah, terhadap subjek atau warga negara.

4)      Undang-undang Komputer di Amerika Serikat

Setelah undang-undang komputer Amerika Serikat mulai diterapkan, undang-undang ini berfokus pada berbagai hak dan batasan yang berkaitan dengan akses data, khususnya data kredit dan data yang dipegang oleh pemerintah. Privasi, kejahatan komputer, dan paten peranti lunak merupakan fokus utama.

  • Hak dan Batasan Akses Data

Undang-undang kebebasan informasi (Freedom of Information Act) tahun 1966 memberi warga negara dan organisasi-organisasi Amerika Serikat hak terhadap akses data yang dipegang oleh pemerintah federal, dengan beberapa perkecualian. Pada tahun 1970-an dikenal beberapa hukum tambahan dalam bentuk Undang-undang Pelaporan Kredit yang Wajar (Fair Credit Reporting Art) tahun 1970, yang berkaitan dengan penanganan data kredit, dan Undang-Undang Hak Privasi Federal (Right to Federal Privacy Act) tahun 1978, yang membatasi tindakan pemerintah federal untuk melaksanakan penyelidikan pada catatan-catatan bank.

  • Privasi

Tidak lama setelah Undang-Undang Kebebasan Informasi (Freedom of Information Act) diterapkan, pemerintah federal mencanangkan Undang-Undang Privasi Komunikasi Elektronik (Electronik Communications Pryvacy Act) tahun 1968. Namun, undang-undang ini hanya mencakup komunikasi suara. Undang-undang ini ditulis ulang tahun 1986 agar mencakup data digital, komunikasi video, dan surat elektronik.

  • Kejahatan Komputer

Pada tahun 1984, Kongres Amerika Serikat memperkuat undang-undang mengenai penggunaan komputer dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang secara khusus diterapkan pada kejahatan komputer:

ü  Undang-undang keamanan komputer usaha kecil dan pendidikan(The Small Business Computer Security and Education Art) ditetapkan oleh Dewasa Penasihat Keamanan Komputer Usaha Kecil dan Pendidikan (Small Business Computer Security and Education Advisory Council).

ü  Undang-undang Perangkat akses palsu dan kejahatan serta penipuan melalui komputer (Counterfeit Access Device and Computer Fraud and Abuse Act).

5)      Paten Peranti Lunak

Pada bulan Juli 1988, Pengadilan Bandung Federal Amerika Serikat (U.S. Court of Appeals for the Federal Circuit) memutuskan bahwa proses bisnis harus dipatenkan. Kasus ini kemudian dikenalo dengan state street decision. Yang bermasalah pada masa itu adalah sebuah paket peranti lunak untuk mengelola raksa dana. Hingga saat itu, pengadilan selalu menetapkan bahwa peranti lunak tidak dapat di patenkan karena dua alasan:

  • algoritma matematika tidak dapat di patenkan dan
  • metode bisnis tidak dapat dipatenkan.

6)      Undang-undang Paten Peranti Lunak di Uni Eropa

Pada awal 2002 sebagai jawaban atas state street decision, yang telah mendorong banjirnya pendaftaran paten peranti lunak di Amerika Serikat dan akhirnya mempengaruhi perusahaan-perusahaan Eropa, parlemen Uni Eropa (UE) mengusulkan agar standar paten peranti lunak yang lebih ketat dibandingkan standar di Amerika Serikat ditetapkan.

7)      Undang-undang Privasi Pribadi di Republik Rakyat Cina

Baik pemerintah dan warga negara Republik Rakyatv Cina (RRC) semakin sadar akan kebutuhan untuk menentukan privasi pribadi. Salah satu masalah adalah istilah privasi sering kali memiliki konotasi yang negatif, karena di asosiasikan dengan seorang yang menyembunyikan sesuatu. Pada saat ini, pemerintah Cina sedang berfokus untuk menerapkan peraturan penggunaan komputer dan internet. Peraturan-peraturan ini menyatakan bahwa penggunaan perangkat ini tidak untuk mengganggu “keamanan negara”, “kepentungan sosial,” “kepentingan warga negara yang berazazkan hukum,” dan” privasi.” Namun, hingga saat ini definisi dari istilah ini belum tersedia.

 

Meletakan Moral, Etika, dan Hukum pada Tempatnya

Penggunaan komputer di dunia bisnis diarahkan oleh nilai moral dan etis manajer, spesialis informasi, dan penggunaan, serta hukum yang berlaku. Hukum adalah yang termudah untuk diinterpretasikan karena bersifat tertulis. Tetapi etika tidak terdefinisi demikian tepat, dan mungkin bahkan tidak disetujui oleh semua anggota masyarakat.

 

Kebutuhan Akan Budaya Etika

Opini yang dipegang secara luas didunia bisnis adalah bahwa bisnis merefleksikan kepribadian dari pemimpinanya. Sebagai contoh, pengaruh James Cash Panney pada JCpaney Colonel John Patterson di National Cash Register (NCR), atau Thomas J. Waston, Sr.di IBM menentukan kepribadian dari perusahaan-perusahaan tersebut. Keterkaitan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar untuk budaya etika. Jika perusahaan dituntut untuk berlaku etis, maka manajemen tingkat tinggi harus bersikap etis dalam segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakanya. Manajemen tingkat atas harus memimpin melalui contoh. Prilaku ini disebut dangan budaya etika (ethics culture).

  • Bagaimana Budaya Etika Diterapkan

Tugas dari manajemen tingkat atas adalah untuk meyakinkan bahwa konsep etikanya merasuk keseluruh organisasi, dan turun kejajaran bawah sehingga menyentuh setiap karyawan.

ü  Kredo Perusahaan (Corporate Credo) : Pernyataan singkat mengenal nilai-nilai yang ingin di junjung perusahaan. Tujuan kredo tersebut adalah untuk memberi tahu individu dan organisasi, baik di dalam dan di luar perusahaan akan nilai-nilai etis yang dianut perusahaan tersebut.

ü  Program Etika (Ethics Program) : Upaya yang terdiri atas berbagai aktivitas yang didesain untuk memberikan petunjuk kepada para karyawan untuk menjalankan kredo perusahaan.

 

Alasan Di Balik Etika Komputer

James H.Moor mendefinisikan etika komputer sebagai analisis sifat dan dampak sosial teknologi komputer serta perumusan dan justivikasi dari kebijakan-kebijakan yang terkait untuk penggunaan teknologi tersebut secara etis. Dengan demikian,etika komputer terdiri atas dua aktifitas utama. Orang diprusahaan yang merupakan pilihan yang logis untuk menerapkan program etika ini adalah CIO.

Seorang CIO harus :

ü  Menyadari dampak penggunaan komputer terhadap masyarakat dan

ü  Merumuskan kebijakan yang menjaga agar teknologi tersebut digunakan diseluruh perusahaan secara etis.

Satu hal amatlah penting : CIO tidak menanggung tanggung jawab manajerial untuk penggunaan komputer secara etis sendiri.

  • Alasan Pentingnya Etika Komputer

James Moor mengidentifikasi tiga alasan utama dibalik minat masyarakat yang tingi akan etika komputer: kelenturan secara logis,faktor tranformasi,dan faktor ketidak tampakan.

ü  Kelenturan secara logis Moor mengartikannya sebagai kemampuan untuk memprogram komputer untuk melakukan hampir apa saja yang ingin kita lakukan.

ü  Faktor tranformasi alasan atas etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah cara kita mengerjakan sesuatu dengan draktis. Salah satu contoh yang baik adalah e-mail.

ü  Faktor ketidaktampakan : alasan ketidak untuk minat masyarakat atas etika komputer adalah karena masyarakat memandang komputer sebagai kotak hitam.

ü  Faktor ketidaktampakan : alasan ketidak untuk minata masyarakat atas etika komputer adalah karena masyarakat memandang komputer sebagai kotak hitam. Ketidak tampakan operasi internal ini memberikan kesempatan terjadinya nilai-nilai pemrograman yang tidak tampak ,dan menyalah gunakan yang tidak tampak :

  • Nilai pemrograman yang tidak tampak : perintah rutin yang dikodekan program kedalam program yang menghasilkan proses yang diinginkan si pengguna.
  • Perhitungan rumit yang tidak tampak : berbentuk program yang sangat rumit sehingga penguna tidak dapat memahaminya.
  • Penyalahgunaan yang tidak tampak : mencangkup tindakan yang disengaja yang melintasi batasan hukum maupun etis.
  • Hak Sosial dan Komputer

Masyarakat tidak hanya mengharapkan dan dunia usaha untuk menggunakan komputer secara etis, namun juga menuntut beberapa hak yang berhubungan dengan komputer. Klasifikasi hak-hak manusia dalam wujud komputer yang paling banyak dipublikasikan adalah PAPA rancangan Richard O. Mason. Mason menciptakan akronim PAPA untuk mempersentasikan empat hak dasar masyarakat sehubungan dengan informasi :

ü  Peivasi

ü  Akurasi

ü  Kepemilikan

ü  Aseksibilitas

  • Hak Privasi

Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat, Louis Brandeis dikenal karena memperkenalkan “ hak agar dibiarkan sendiri”. Mason merasa bahwa hak ini terancam oleh dua hal, yaitu:

ü  Meningkatkan kemampuan komputer untuk digunakan dalam kegiatan mata-mata.

ü  Meningkatkan nilai informasi dalam proses pengambilan keputusan.

  • Hak untuk Mendapatkan Keakuratan

Komputer memungkinkan tingkat keakuratan yang tidak dapat dicapai dengan sistem nonkomputer. Potensi ini memang tersedia, namun tidak selalu didapatkan. Beberapa sistem berbasis komputer berisikan lebih banyak kesalahan daripada yang diberikan sistem manual.

  • Hak Kepemilikan

Di sini yang dibahas adalah hak kepemilikan intelektual, biasanya dalam bentuk program komputer. Vendor peranti lunak dapat menghindari pencurian hak kepemilikan intelektual melalui undang-undang hak cipta, hak paten, dan persetujuan lisensi. Hingga tahun 1980-an, peranti lunak tidak dilindungi oleh hak cipta atau hukum paten.

  • Hak Mendapatkan Akses

Sebelum diperkenalkanya basis data yang terkomputerisasi, kebanyakan informasi tersedia untuk masyarakat umum dalam bentuk dokumen cetak atau gambar mikroformat yang disimpan di perpustakaan.

Audit Informasi

ü  Audit Eksternal : Perusahaan dengan semua ukuran mengandalkan audit eksternal. Dari luar organisasi untuk memverifikasi keakuratan catatan akuntansi.

ü  Audit Internal : Perusahaan-perusahaan yang lebih besar memiliki staf tersendiri yang berfungsi sebagai Auditor internal yang melakukan analisis yang sama seperti auditor eksternal namun memiliki tanggung jawab yang lebih luas.

ü  Komite audit : Yang mendefinisikan tanggung jawab dari departemen audit internal dan menerima sebagian besar laporan audit.

ü  Direktur Audit Internal : mengelola departemen audit internal dan biasanya melapor ke CEO atau direktur keuangan.

  • Pentingnya Objektivitas

Hal unik yang ditawarkan oleh auditor internal adalah objektivitas. Mereka berfotensi secara independen terhadap unit-unit bisnis perusahaan dan tidak memiliki hubungan dengan individu atau kelompok lain di dalam perusahaan. Keterlibatan mereka satu-atunya adalah dengan dewan komisaris, CEO, dan CFO.

  • Jenis-jenis Aktivitas Audit

ü  Audit Finasial

ü  Audit Operasional

Ketika para auditor internal melaksanakan audit operasional, mereka mencari tiga fitur sistem dasar:

ü  Kecukupan pengendalian

ü  Efisiensi

ü  Kepatuhan dengan kebijakan perusahaan

  1. Audit Berkelanjutan
  2. Desain Sistem Pengendalian Internal
  3. Subsistem Audit Internal

Menerapkan Etika dalam Teknologi Informasi

  • Kode Etik dan Prilaku Profesional Acm

Bentuk kode etik ACM yang ada saat ini di adopsi pada tahun 1992 dan berisikan “keharusan” yang merupakan pernyataan taqnggung jawab pribadi. Masing-masing keharusan ditulis dengan sebuah narasi singkat, yaitu:

ü  Keharusan moral umum

ü  Tanggung jawab profesional yang lebih spesifik

ü  Keharusan kepemimpinan organisasi

ü  Kepatuhan terhadap kode

  • Kode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak

Kode ini mencatat pengaruh penting yang dapat diterapkan para ahli peranti lunak pada sistem informasi dan terdiri atas ekspektasi di delapan hal penting:

ü  Masyarakat

ü  Klien dan Atasan

ü  Produk

ü  Penilaian

ü  Manajemen

ü  Profesi

ü  Kolega

ü  Diri Sndiri

  • Pendidikan Etika Komputer

Program edukasi formal dalam etika komputer tersedia dari beragam sumber mata kuliah diperguruan tinggi, program profesional, dan program edukasi suasta.

  • Etika dan CIO

CIO dapat memenuhi ekspetasi pelaporan keuangan dengan cara mengikuti program yang mencakup hal-hal berikut:

ü  Mencapai tingkat pemahaman yang lebih baik akan pemahaman prinsip-prinsip akuntansi.

ü  Mempelajari sistem informasi yang menyelesaikan laporan keuangan dan mengambil tindakan perbaikan.

ü  Mendidik eksekutif perusahaan mengenai sistem-sistem keuangan.

ü  Mengintegrasikan ke dalam sistem informasi alarm yang memperingatkan eksekutif terhadap aktivitas yang membutuhkan perhatian.

ü  Secara aktif berpartisipasi di dalam memberikan informasi keuangan kepada elemen lingkungan.

ü  Mengendalikan dengan ketet keuangan yang dihabiskan untuk sumber daya informasi.

  • Pengaruh Sarbanes-Oxley

SOX terdiri dari 10 pasal utama, 2 diantaranya secara langsung mempengaruhi unit pelayanan informasi perusahaan:

ü  CEO dan CFO harus menandatangani laporan keuangan.

ü  Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat disyaratkan untuk memiliki unit audit internal.

  • SOX 404

Agar memenuhi persyaratan pengendalian yang diwajibkan oleh SOX, seorang CIO harus menjaga agar pengendalian seperti ini berbeda di dalam sistem selama proses perencanaan sistem. Aktivitas perencanaan harus mencakup:

ü  Identifikasi sistem yang memainkan peranan dalam pelaporan keuangan

ü  Identifikasi resiko yang dihadapi sistem ini

ü  Mendesain pengendalian yang mengatasi resiko ini

ü  Mendokumentasikan dan menguji pengendalian tersebut

ü  Memonitor efektifitas pengendalian seiring waktu

ü  Mempengaruhi pengendalian sebagaimana Dibutuhkan

  • SOX 409

Ketetapan SOX lain yang mempengaruhi pelayanan informasi adalah 409, yang membahas mengenai pengungkapan secara real time.

  • SOX dan COBIT

CUBIT disebut sebagai organisasi industri yang dapat memberikan standar keamana untuk sumber daya informasi perusahaan. Organisasi yang sama dapat memberikan bantuan kepada perusahaan untuk menangani tanggung jawab SOX. Standar COBIT amat selaras dengan ekspetasi SOX. Karena COBIT memiliki lebih dari 47.000 anggota diseluruh dunia, standar pelaporan keuangan dapat memberikan dampak global.

  • Meletakan Serbanas-Oxyley pada Tempatnya

Di awal bab ini, telah dikatakan bahwa pendekatan preskriptif diambil untuk menggambarkan SIM-hal ini digambarkan sebagaimana seharusnya SIM harus dipraktikan. Serbanas-Oxley merupakan salah satu argumen yang baik untuk pendekatan seperti ini. Perusahaan dan CIO yang menerapkan MIS sebagaimana yang digambarkan seharusnya tidak menghadapi kesulitan untuk memenuhi persyaratan SOX. Dengan kata lain, SOX mengharapkan eksekutif, sistem keuangan, dan Ti untuk bekerja sebagaimana  mereka seharusnya bekerja-yaitu secara etis.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s